![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️❣️❣️❣️
Aku mau kesana , pah!
Reza yang baru mau bangkit dari duduknya langsung di tahan oleh papa, pria paruh baya itu meminta anak sulungnya itu untuk duduk kembali.
"Mau apa kesana?, Adikmu sedang liburan jangan ganggu"
"Tapi, pah, perasaan aku gak enak banget!" Reza masih keukeh jika hatinya berkata lain.
"Beri kepercayaan untuk Meera, dia sudah besar mungkin esok akan ada yang mau melamarnya" ucap papa santai, namun Reza langsung membulatkan kedua matanya.
"Ngelamar?, siapa yang mau melamar adek, pah?" Reza yang terkejut langsung meringsek mendekati papanya.
"Ya mungkin saja, adikmu pasti akan menikah suatu hari nanti, kak"
"Gak, pah, aku belum siap!" ucap Reza lirih, ia mengusap wajahnya saat papa menepuk bahunya berkali-kali.
"Jangan halangi jodoh adikmu, asal pria itu baik dan menyayanginya itu sudah cukup bagi papa"
"Pah, kita gak bisa asal nikahin adek gitu aja, aku harus tau pria macam apa yang akan menikahinya nanti" oceh Reza, saking ia sangat memanjakan Meera sampai lupa jika adiknya itu kini sudah dewasa.
"Asal baik gak apa-apa, kak" timpal papa masih mencoba memberikan pengertian, karna kebahagiaan anak-anaknya yang paling penting baginya yang kini sudah semakin tua.
"Aku cuma punya adek sebiji jadi harus jelas masa depannya"
"Hey... anak papa cantik begitu kamu bilang biji kamu kira papa ini salak?"
"Haha, Ampun Pah!" kekeh Reza sambil bergelayut manja di lengan papanya.
"Jangan terlalu mengkhawatirkannya, selama ini adek tak pernah macam-macam, ia tumbuh menjadi gadis yang baik dan membanggakan kita semua, selama ini kamu terlalu banyak mengaturnya, kak" ujar papa.
"Aku cuma gak mau dia salah memilih nanti, aku akan tetap mengawasinya, Pah"
*****
Mitha yang masih tidur dengan begitu lelapnya tentu itu menjadi kesempatan untuk Ricko, Ia menjahili gadis pirangnya dengan berbagai permintaan.
Mulai dari membuatkan kopi sampai memijit kepalanya yang ia letakkan diatas pangkuan Meera
"Aku mau pulang ya?" pinta Meera dengan tangan mengusap kepala Ricko.
"Ngapain pulang, temenin aku disini"
"Bella udah marah-marah dia chat aku terus tuh" kata Meera, ia merasa kasihan pada sahabatnya itu.
"Nanti tunggu Mitha bangun, aku takut dia nyariin kamu nanti. Kan gak enak kalo harus balik lagi kerumah kamu" Pria itu masih mencari alasan agar gadis itu tetap bersamanya, ia justru merapatkan wajahnya di perut rata Meera.
"Hem, tapi setelah Mitha bangun aku pulang ya" pintanya lagi.
__ADS_1
"Iya, tapi malam nanti aku jemput, gimana?" tanya Ricko.
"Mau apa?, aku kesini sebenarnya mau tidur loh, hahaha" Ameera tertawa, sungguh ini di luar dugaannya.
"Oh, jadi aku sama Mitha ganggu liburan kamu yang mau istirahat, gitu?" Ricko bangun dari tidurnya kini Ia duduk bersandar dengan kedua tangan yang melipat di dada.
"Ganggu banget kalo kamunya marah-marah terus mendingan aku pulang sekarang!" ancam Meera, namun tangannya segera di Cekal oleh Ricko yang tadi sempat merajuk.
"Aku gak marah, Mom" Rayunya agar Meera tak jadi pulang.
"Terus tadi apa?" tanya Meera sambil memencet hidung mancung Ricko.
"Pundung doang dikit, Mak othor noh yang ngajarin"
.
.
PLAAAAKKKK...
"Alesan!" ujarnya sembari memukul lengan Ricko.
Ameera bangun menuju ranjang, merebahkan dirinya di sisi Mitha yang sama sekali tak terganggu dengan keributan yang mereka ciptakan sedari tadi.
"Mom, aku laper. pesen makan ya"
"Kamu mau apa?, aku pesan sekarang!" tanya Ricko yang kembali berbaring di sofa dengan ponsel di tangannya.
"Aku mau baso beranak" jawab Ameera asal, rasa nyaman membuat ia ingin terlelap juga.
"Beranaknya mau yang normal apa yang caesar?"
"Caesar ajalah gak ribet" lagi-lagi Ameera menjawab asal membuat Ricko tertawa.
"Ok!"
Ameera benar-benar terlelap memeluk Mitha, Ricko berjalan menghampiri keduanya lalu mencium dua gadis yang kini memenuhi hatinya
"Baik-baik ya kalian" ucapnya pelan.
Ia kembali ke sofa, memainkan lagi ponselnya mengecek pekerjaan yang beberapa hari ini ia tinggalkan begitu saja..
.
.
Tok tok tok..
Dua puluh lima menit kemudian akhirnya pesanan makanan datang, ia langsung bangun dan membuka pintu.
__ADS_1
"Terimakasih" ucap Ricko pada service room.
Ricko kembali masuk dengan bungkusan di tangannya, meletakan bungkusan tersebut di atas meja depan sofa yang ia tiduri tadi.
"Mom, bangun yuk, makan dulu baso beranak nya udah ada nih" bisik Ricko, hidungnya malah ia mainkan di telinga gadis pirangnya itu sampai bergeliat.
"Hem, ngantuk!" sahutnya masih terpejam.
"Nanti tidur lagi, Yuk makan dulu aku udah laper banget"
Ameera membalikan tubuhnya menjadi terlentang, kini keduanya saling menatap sambil melempar senyum, Ricko memaksa Meera bangun dengan menarik tangannya.
"Cepet di makan, nanti dingin gak enak" kata Ricko setelah ia menuangkan baso yang begitu besar kedalam wadah.
"Isinya anak apa ya?" tanya Meera, sepertinya kesadaran gadis itu belum sepenuhnya terkumpul.
"Anak baso lah, masa iya anak aku" kekeh Ricko.
"Hem, kurang seger nih, cukanya mana?" tanya Meera sambil mencari-cari bekas bungkusan basonya.
"Cuka apa?" Ricko yang tak paham malah balik bertanya.
.
.
.
.
.
.
Cuka aja dulu.. lama-lama juga sayang!!
💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦
Pasangan Bar-bar..
kenyang bgt makan gombalan 🤭🤭
moga up cepet!
babang Reza dari stgh 7 belom lolos 😭😭😭
Like komen nya yuk ramai kan ❤️
__ADS_1