Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 146


__ADS_3

❣️❣️❣️❣️


Dan mungkin bila nanti..


kita kan bertemu lagi


satu pintaku jangan kau coba tanyakan kembali.


Rasa yang ku tinggal mati.


seperti hari kemarin, saat semua disini.


Tak usah kau tanyakan lagi


Simpan untukmu sendiri


semua sesal yang terjadi


semua rasa kau beri...


Ricko terus saja memutar stir mobilnya menuju rumah mama mertua yang memang tinggal jauh di luar kota, matanya menatap jalan tapi hati dan jiwanya entah hilang kemana.


Ia kini bagai pria yang tak memiliki rasa, semuanya kembali hampa tak berwarna.


Aku merindukanmu..


"Dadd, kita lama disana?" pertanyaan Mitha membuyarkan sedikit lamunan Ricko.


"Hem, dua hari Daddy akan menemanimu dan sisanya kamu yang akan disana bersama nenek Karna Daddy harus bekerja" jawab Ricko sambil mengusap kepala Anak semata wayangnya itu.


"Nanti Tata kangen sama Mommy" lirihnya sedih.


"Kita harus terbiasa tanpa Mommy mulai sekarang"


Mitha yang belum paham hanya diam saat pria yang kini matanya mulai berkaca-kaca itu tersenyum kecil kearahnya, Ricko sedang sekuat tenaga menyembunyikan luka hatinya yang tak mungkin ia bagi pada Mitha, keduanya belum siap kehilangan Ameera.


.

__ADS_1


.


.


Mobil berhenti dihalaman sebuah rumah mewah namun asri karna banyaknya pepohonan juga berbagai tanaman hias.


Ricko Langsung menggandeng tangan mungil Mitha untuk masuk kedalam rumah tersebut.


"Maaaaaah" panggilnya untuk wanita yang sudah ia anggap seperti mamanya sendiri apalagi semenjak ia menerima Meera dengan tangan terbuka.


"Iya, mama disini"


Ricko tersenyum saat Mitha berlari menghampiri neneknya yang sebulan ini tak bertemu.


Keduanya berpelukan begitu erat menumpahkan rasa rindu.


"Kalian hanya berdua?" tanya mama setelah mengurai pelukannya.


"Iya, Mah. mama pikir aku mau bersama siapa lagi" kekeh Ricko.


"Ajak calon istrimu kemari, Nak" ucap mama lirih, namun permintaan wanita baya itu bagai mengiris hatinya yang yang memang sudah terluka.


Semenjak kejadian kemarin tak ada satu pesanpun dari Ameera yang ia balas, berpuluh-puluh kali gadis itu menghubunginya tak sedetikpun Ricko mendengar suara gadis pirangnya.


Ia terlalu takut lebih dalam membuat Meera dilema antara ia dan Reza.


*****


Usai makan malam yang di rumah mendiang istrinya itu di isi dengan obrolan hangat, perbincangan yang tak jauh dari dunia bisnis.


Saat kedua pria itu fokus mengobrol tentu mama lebih memilih untuk bermain dengan cucu kesayangannya.


"Nanti Mommy Kesini, iya kan , Dadd" tanya Mitha tiba tiba membuat Ricko langsung menoleh kearah gadis kecilnya.


"Iya, Sayang"


"Horeeeeeeee" serunya antusias membuat Ricko ingin memeluk tubuh mungil Mitha sambil berbisik

__ADS_1


Lepaskan Mommy ya sayang!!!


Mama yang merasa aneh dengan raut wajah menantunya langsung membawa Mitha masuk kamar, wanita yang kini hanya tinggal berdua dengan suaminya itu seakan paham saat Ricko tiba-tiba tak nyaman dengan pertanyaan Mitha tadi.


.


.


"Tata masih ketemu sama Mommy?" tanya mama saat membaringkan tubuh cucunya di atas ranjang.


"N'Da, ketemu pas makan siang tapi dulu" jawabnya sedikit murung, ada kerinduan dalam hati anak kecil itu.


"Kenapa?, Daddy suka ketemu gak?" tanya mama lagi, kali ini penasaran dengan hubungan Ricko dan Meera.


gadis itu menggeleng kan kepalanya.


"Ya sudah, Tata bobo ya, sini nenek peluk"


Mitha pun langsung meringsek masuk kedalam pelukan Neneknya, wanita yang sudah melahirkan mamanya kedunia ini.


.


.


.


.


.


.


Tata cuma mau Mommy, nek..


Suara serak Mitha bagai menghujam jantung pria yang kini tengah berdiri di ambang pintu.


🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉

__ADS_1


Yuk pulang bang 🤭😀


Masa di duluin sama kakak Ay 😂😂😂


__ADS_2