Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 94


__ADS_3

❣️❣️❣️❣️❣️


Mobil mewah Ricko menepi tepat di depan pagar rumah eyang, tak ada tanda-tanda pria itu akan ikut turun bersamanya.


"Beneran gak mau mampir?" tanya Meera.


"Enggak, nanti malam aja aku jemput kamu ya" jawabnya sambil tersenyum.


"Mau kemana sih?"


"Liat aja nanti malem aku mau ajak kamu kemana" kekeh Ricko yang tak mau memberi tahu kemana malam nanti ia akan mengajak gadis pirangnya itu.


Meera hanya mengangguk pasrah, lalu menoleh kearah kursi belakang yang ternyata Mitha sudah kembali terlelap.


"Jagain Mitha ya" pintanya pada Ricko dengan mata tak lepas memandang anak perempuan itu.


"Iya, aku kan Daddy-nya"


"Ah, aku lupa!" kekeh Meera, mana mungkin bisa ia lancang menitipkan Mitha pada orang tuanya sendiri.


"Aku turun ya, hati-hati dijalan"


.


.


.


Ameera langsung masuk kedalam rumah sepeninggal Ricko yang benar-benar tak ingin mampir, ia melanjutkan langkahnya menuju kamar yang ia tempati jika sedang dirumah eyang.


merebahkan tubuhnya di tengah kasur sambil menatap langit-langit kamarnya.

__ADS_1


CEKLEK


"Meera.." panggil Bella yang hanya terlihat kepalanya saja menyembul di pintu.


"Hem, apa?" sahutnya malas.


Bella masuk tanpa di suruh, berjalan mendekat lalu duduk di sisi sahabatnya yang berbaring.


"Dari mana lo?, nyuruh gue ikut cuti tapi gue di tinggal dan Lo asik aja Ama tuh Duda!" sungut Bella kesal.


"Maaf..." ucap Meera sambil tersenyum lebar sampai terlihat deretan gigi putihnya.


Bella membuang nafasnya kasar, ia sedang bingung harus memulai obrolan dari mana dulu.


"Kenapa Lo, gelisah banget?" Tanya Meera yang melihat Bella tak biasa.


"Kak Aby nanya sama gue apa hubungan Lo Sama si Duda"


Ameera langsung bangun dari tidurnya, kini kedua gadis itu duduk berhadapan di atas ranjang.


Bella menggelengkan kepalanya.


"Gua bilang gak tau, karna Lo aja gak ada cerita apapun sama gue" jawab Bella, gadis berponi itu meraih tangan Ameera


"Kalian mau gimana kedepannya?, Lo main-main kan sama dia?, Lo gak serius kan?" Bella memberikan banyak pertanyaan pada Meera.


"Gak tau, Lo tau kan gue gak pernah pacaran dan gak pernah Deket sama cowok" jawab Meera santai.


"Emang dia gak ngajak Lo pacaran?"


"Enggak, dia cuma bilang mau masangin cincin disini" ucap Meera yang menunjukan jari manisnya pada Bella.

__ADS_1


"Terus Lo bilang apa?" Tanya Bella yang kini mulai antusias.


"Gue gak mau karna gue gak suka perhiasan!"


Bella melongo lalu menautkan kedua alisnya.


"Gue bilang, gue maunya rumah mewah, apartemen mobil sport jalan-jalan keliling dunia sama mansion di pulau pribadi" Ameera terkekeh saat mengulang kembali permintaannya pada Ricko.


"Terus dia sanggup?"


"Dia bilangan gue mau ngerampok!"


Bella langsung menoyor Kening Sahabatnya itu sampai Meera harus terhuyung.


"Udah kaya raya masih aja matre!" sungut Bella.


"Gue Bercanda kali, lagian gue gak terlalu nanggepin serius omongan dia, Lo kan tau gue tuh paling seneng liat cowok cowok baper senyum senyum manja" Ia kembali tertawa.


"Jangan gitu, tar Lo dapet karma" ucap Bella mengingatkan Meera yang memang seringkali menggoda para pria dengan candaan recehnya namun bisa membuat hati klepek-klepek.


"Maksud Lo apa?"


" Gue cuma takut, saat Lo beneran sayang dan berjuang tapi cowok itu bakal ngelepasin Lo"


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Why?


moga enggak ya.


ucapan Bella cuma sebagai pengingat bukan firasat 🥺🥺🥺🥺

__ADS_1


Othor gak janji Mommy sama Daddy akan baik baik aja.. jadi selamat berjuang ya 🤭🤭🤭🤭


Like komen nya yuk ramai kan


__ADS_2