Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
SuamiImpian02


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Riko dan Ameera yang baru pulang dari bulan madu tentu lebih dulu kerumah utama untuk bertemu kedua orang tuanya. Papa yang sudah sangat merindukan putri bungsunya itu sudah mewanti wanti cepat datang tanpa mampir ke mana-mana lagi.


"Kamu tetap putri kecil papa, Dek"


"Tentu, aku akan selalu menjadi kesayangan papa" jawab Ameera setelah mengurai pelukannya dengan Tuan Wisnu Rahardian Wijaya.


Ameera yang masuk kecamarnya bersama mama meninggalkan sang suami yang masih mengobrol dengan papa di ruang tamu, Ameera melepas rindu pada wanita yang melahirkannya itu.


"Mama masih tak percaya jika kamu sudah menikah"


"Aku pun, Mah. Semua bagai mimpi"


"Kalian akan tinggal di sini, kan? rumah ini begitu sepi tanpamu, karna Kakak hanya akhir pekan datang kemari" lirih Mama, ia yang hanya mempunyai dua anak tentu kini baru berasa kehilangan setelah Reza dan Ameera sudah berkeluarga.


"Aku belum bicarakan hal itu, mungkin aku akan tinggal disini dan juga di apartemennya, tapi entahlah di manapun sama saja bagiku karna Daddy pasti akan sibuk di kantor"


Mama hanya mengangguk paham, ia sangat sadar jika putri kesayangannya itu kini sudah milik suaminya, ia hanya menginginkan tapi yang memutuskan tetap sang menantu nantinya.


****.


Meera yang hanya berguling di tempat tidur langsung di peluk oleh suaminya yang baru datang, ia sampai terkekeh saat bibir Riko sudah mendarat di tengkuknya.


"Geli banget, Dadd" keluh si pirang.


"Yakin geli?" goda Ricko.

__ADS_1


"Geli geli enak, kan... kan... jadi pengen yang laen"


Ricko membalikkan tubuh sang istri agar menghadap kearahnya.


"Aku tak pernah sebahagia ini, Mom" lirih Ricko, ia tak henti henti mengungkapkan rasa cinta dan syukurnya karna telah memiliki Ameera secara utuh.


"


? tapi rasanya aku yang lebih bahagia karna bisa mendapatkan suami dan anak sekaligus dalam satu waktu" ucap Ricko, Mitha yang berada di rumah neneknya akan baru pulang lusa ke ibu kota, dan baru saat itulah mereka akan membicarakan dimana akan tinggal.


"Kamu ingin anak berapa? aku siap membuatkannya untukmu,0 Mom" goda Ricko, kini tangannya mulai aktif menjalar ke tubuh Ameera.


"Satu juga cukup, aku tak mau banyak banyak" jawab Ameera santai namun serius.


"Kenapa?"


"Makin cinta sama Mommy, yuk nyicil bikin kupingnya dulu"


"Gak, aku mau idungnya dulu. Harus lebih mancung dari kamu ya" sahutnya sambil tergelak.


"Gampang, biasa di atur asal kamu gak nolak kalo di ajak bikin anak, Ok"


"Ish, di kasih enak mana mungkin aku nolak"


Keduanya tartawa bersama, hal yang memang tak pernah Ricko rasakan selama berumah tangga dengan almarhumah Bunga dulu. Ameera membuat harinya jauh berwarna penuh canda dan suka. Ia hanya cukup angkuh dan arogan di depan rekan bisnis dan karyawannya tapi tidak di depan gadis pirang kesayangannya itu.


Hal yang menyenangkan mereka lakukan kembali, Ameera selalu berusaha melayani suaminya sebaik mungkin hingga pria tampannya itu merasa tak butuh kehangatan dari yang wanita lain.

__ADS_1


****


Keputusan tinggal akhirnya jatuh di rumah utama lima hari dan dua hari di apartemen, dan ini adalah hari pertama Mitha akan tinggal menetap di kediaman Rahardian.


"Tata tinggal disni?" tanya Ay kecil, cucu pertama dari anak pertama itu selalu gencar mendekati sepupu barunya itu meski harus berkali-kali di jewer oleh Bumi.


"Iya, sama Mommy juga Daddy, kakak gak disini juga ya?" Mitha balik bertanya.


"Enggak, kakak kesininya akhir pekan aja"


"Tata akhir pekan pulang ke apartemen, jadi kita ketemu dong?" sahut Mitha, si gadis cantik berpita merah muda itu merengut sedih.


.


.


.


.


.


Yah... kita gak jodoh juga ternyata...


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Awal mula jadi Buaya 🤣🤣🤣

__ADS_1


Pulang kak.. mentanh2 di lapaknya di geser TUTUT.


__ADS_2