Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 131


__ADS_3

❣️❣️❣️❣️


Setelah melihat pertengkaran kakak dan juga kekasihnya, Ameera benar-benar pergi meninggalkan dua pria yang masih saja terus mengumpat dengan kata-kata kasar karna emosi yang meluap-luap.


Didalam mobil gadis itu masih saja menangis memukul dadanya sendiri yang terasa sesak ia yang tak tahu apa bagai mendapatkan kejutan di luar dugaannya.


"Gue harus gimana?" lirihnya di sela Isak tangis.


"Lo tenangin diri Lo dulu ya, nanti kalian bicarain lagi baik-baik karna menurut gue ini bukan masalah sepele, Meer"


Ameera menyandarkan kepalanya yang terasa begitu dan pusiang di jok mobil yang di bawa oleh Bella.


kemana arah tujuan Keduanya pun belum pasti.


"Ini kita kemana?" Tanya Bella, karna waktu sudah sore bahkan hampir petang.


"Pulang, gue mau ngomong sama papa" pinta Ameera, Bella hanya mengangguk meski ia ingin berkata kasar namun saat ini ia masih punya perasaan untuk mengerti apa yang sedang di rasakan sahabatnya itu.


Meera terlelap sepanjang perjalanan pulang karna rasa lelahnya menangis selama beberapa jam.


"Meera, bangun. udah nyampe" Bella mengguncang pelan bahu Ameera , gadis itupun bergeliat sedikit


"Hem..."


"Bangun, udah nyampe. yuk turun gue capek pengen tidur" ajak Bella yang langsung turun dari mobil.


Ameera yang berusaha sedang mengumpulkan kesadarannya kembali menarik nafas saat ia melihat mobil Reza terparkir rapih di garasi rumah kedua orangtuanya.


"Kakak.." lirihnya sendu sambil mengusap wajahnya yang berantakan.


Ia keluar dari mobil, melangkah gontai masuk kedalam rumah yang nampak begitu sepi bagai tak berpenghuni.


"Meera!"


Gadis itu berhenti melangkah saat ada yang memanggil namanya, dari suara tentu ia tau siapa orang itu.


"Adek capek, kak" sahutnya tanpa menoleh, sikap yang baru pertama kalinya ia lakukan pada sang kakak.


"Begitu dia mengajarkanmu?"

__ADS_1


Meera tertunduk lesu, Sungguh ia merasa lelah hari ini.


"Aku bener bener capek, kita bicara besok"


Ia melanjutkan lagi langkahnya menuju kamarnya sendiri, Meera langsung merebahkan tubuhnya dan kembali menangis.


.


.


******


Hanya suara dentingan garpu dan sendok yang terdengar saat sarapan pagi di rumah orang tua mereka, Bella yang tak enak hati memilih menikmati sarapannya di kamar karna tahu keluarga angkatnya itu sedang dalam masalah.


"Kalian berdua kenapa?" tanya papa memecah keheningan.


" Gak apa-apa" sahut Meera, matanya begitu sembab bahkan nyaris tak bisa terbuka.


"Kak, ada apa?" pertanyaan kini papa lempar pada Reza yang sedari pagi memasang wajah masam.


Ia menginap dirumah orang tuanya tanpa membawa istri juga ketiga anaknya.


Mama dan papa langsung menoleh ke arah si bungsu yang masih menunduk.


"Adek udah punya pacar?" tanya Mama, wanita paruh baya itu pindah dari duduknya mendekat ke sisi anak perempuan satu-satunya itu


Meera hanya menjawab dengan anggukan kepala.


"Hebat, ada juga yang bisa naklukin hati anak papa yang selalu cuek ini" goda papa pada putri kesayangannya.


"Siapa pria itu?, papa harap ia orang baik dan bertanggung jawab" ucap papa.


"Apa kami mengenalnya, dek?" mama terus mengusap punggung Ameera, ada rasa haru dalam hatinya yang seakan baru menyadari jika anak bungsunya itu Kini sudah dewasa.


"Iya, mah" Sahut Ameer dengan sekali anggukan.


"Siapa?" tanya papa lagi.


"Papa sama Mama janji gak boleh marah-marah sama adek" pintanya lirih namun matanya justru melirik ke arah Reza.

__ADS_1


"Asal dia baik, papa gak masalah"


Ameera menarik nafasnya dalam-dalam sebelum ia mengatakan siapa kekasih hatinya selama ini.


"Dia baik, pah.. mah. Bertanggung jawab, jujur, perhatian juga pengertian, sabar juga sayang sama adek, gak pernah lakuin hal di luar batasnya selama ini, dia seorang CEO diperusahaan nya sendiri Karna anak tunggal" jelas Ameera


Papa dan mama tersenyum bahagia mendengar sosok yang di ceritakan Ameera nampaknya ia adalah pria yang baik dari kalangan terhormat yang tentunya sejajar dengan mereka.


Tapi senyum itu berubah setelah Reza mengatakan...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Tapi dia DUDA yang jelas pasti bekas!!!!


🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉


Cie.... yang perjaka Ting Ting 😂😂😂


Anti banget kayanya sama yang second bang 🤭😀gue malah seneng nih jadi pas bikin part belah duren gak oon kaya Lo dulu karna si duda pasti berpengalaman 🤣🤣..


Jadi gak muter muter ☺️☺️☺️

__ADS_1


like komen nya yuk ramai kan ❤️


__ADS_2