Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 106


__ADS_3

❣️❣️❣️❣️❣️


"Gue balik!" ucap Ameera pada Bella saat di parkiran apartment yang di huni Bella.


"Ya, tiati di jalan ya, kalo sore ini dia gak ada kabar Lo chat aja duluan, gak usah gengsi lah dari pada Lo galau," goda Bella kepada sahabatnya itu saat Ameera hendak masuk kedalam mobilnya.


"Hem, mau gue telepon orang nya dan gue akan jadikan dia terdakwa atas kasus memporak porandakan hati gue yang tulus ini"


"Laga Lo, hati tulus mana ada tukang nikung laki orang!, untung tuh bininya cepet mati karna banyak yang doain" kekeh Bella yang langsung mendapat cubitan panas dari si gadis pirang.


"Karna jodohnya selesai sampe kemaren, nah sekarang yang nerusin jodohnya dia itu ya gue!" Ameera berkata dengan percaya diri sampai membuat Bella mencibir dirinya.


"Balik Sono! Lo udah gila emang tuh gara-gara si duda anak satu" Usir Bella, gadis berponi itu pusing Karna sahabatnya semakin kacau sekarang.


Usai berdebat, kini Ameera benar-benar masuk kedalam mobilnya, melajukan kereta besi mewahnya itu dengan kecepatan tinggi karna kedua orangtuanya sudah menunggu di rumah sepulang dari luar negeri beberapa hari kemarin.


.


.


.

__ADS_1


"Mah... pah..." panggil Meera saat memasuki kediamannya.


"Iya, dek" sahut mama yang baru saja keluar dari ruang tamu.


"Kangen mama " ucapnya manja sambil memeluk wanita Paruh baya itu.


"Kangen ketemu mama atau kangen karna gak sabar mau oleh-olehnya" goda mama sambil mencubit anak bungsunya itu.


"Kangen mama dong, juga hadiahnya juga" kekehnya sembari menggandeng tangan mama kembali keruang tengah karna ada papa dah Justin disana.


"Pah..."


Anak bungsu Rahardian itu langsung berhambur memeluk papanya, perilaku manja yang yang tak pernah berkurang malah justru semakin menjadi.


"Iya, tadi makan dulu sama Bella" sahutnya sambil menoleh ke arah pria tinggi putih yang sedari tadi menahan tawa.


"Gak usah ketawa!" sungut Ameera yang kini berubah menatap tajam Justin.


"Lo kaya bukan pulang kuliah tapi baru pulang dari taman kanak-kanak" ejek Justin yang langsung mendapat lemparan bantal sofa dari Ameera.


"Sudah... sudah. kalian ini kalau ketemu jarang sekali akur" ucap mama menengahi.

__ADS_1


Justin adalah anak dari teman kedua orangtuanya, yang kebetulan juga kakaknya yang bernama Damian adalah teman dekat Reza sedari balita, namun tiga tahun lalu keluarga Justin pindah dan menetap di luar negeri, dan ini kali pertamanya ia datang lagi berkunjung.


"Emang Lo gak kangen sama gue?" tanya Justin, ia sudah merentangkan kedua tangannya.


"Kangen dong" Meera tertawa Sembari berhambur memeluk Justin, tapi baru dua detik ia langsung mengurai pelukannya.


"Kenapa? Gue bau?" tanya Justin yang keheranan begitu juga dengan kedua orangtuanya.


"Haha, enggak. Lo gak bau kok" jawab Meera yang kembali duduk dengan menjaga jaraknya.


Gak boleh peluk cowok sembarangan.


Gue juga gak mau kalo dia peluk peluk cewek lain!!


*******


Malam ini semua keluarganya sudah bersiap berkunjung ke apartemen Reza, Mama dan papa begitu banyak membawa hadiah untuk keempat cucu mereka yang kebetulan Langit pun ada disana.


Meera yang sudah cantik tanpa berdandan sekalipun sudah menenteng dua paper bag untuk keponakannya sedangkan di tangan Justin ada 7 paperbag yang siap ia bawa.


"Banyak amat sih, isinya apa?" tanya Justin saat meletakan semua barang-barang tersebut di bagasi.

__ADS_1


"Mama sama papa banyak khilaf kalo buat si kembar, jangankan mainan begini, mall nya aja bisa langsung dibeli kalo tuh tiga krucil yang minta" bisik Ameera.


__ADS_2