Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 127


__ADS_3

❣️❣️❣️❣️


Di tempat lain, Ricko yang baru saja keluar dari kamar mandi hanya mengenakan bathrobe langsung menuju dapur untuk memanaskan susu yang baru ia keluarkan dari lemari pendingin.


Memasaknya sebentar lalu setelah itu di tuangkan ke gelas kaca yang tak terlalu besar.


Ricko tergelak sendiri melihat segelas susu yang kini ia letakkan di atas meja.


"Aku bahkan lupa kapan terakhir kali menikmatinya, dan tadi justru benar-benar jelas di depan kedua mataku dan hebatnya lagi aku bisa berusaha acuh meski aku ingin" gumam Ricko yang tampak bangga dengan keteguhan hatinya sendiri.


"Demi kamu,. Meera. Demi kamu aku bagai pria bodoh yang berusaha menolak birahi ku sendiri"


Ricko menyesap sedikit demi sedikit susunya yang kini terasa hangat, ia menikmatinya sambil bertukar pesan dengan sang kekasih.


*Daddy


[ Mom...]


*Mommy


[Sudah mandinya?]


*Daddy


[ sudah, tinggal pakai baju, aku sedang di dapur menghangatkan tubuh ku dengan segelas susu]


*Mommy.


[Jangan bayangkan susu yang lain, jika iya! kamu akan ku cincang bersamanya]


*Daddy


[ Kamu ini calon nyonya Pradipta, jangan terlalu galak nanti cantikmu hilang]


*Mommy


[ Baiklah, kamu besok sibuk? ]


*Daddy


[ Hanya ada satu rapat sebelum makan siang]


*Mommy


[Dimana?, kapan?]


*Daddy.

__ADS_1


[ Restauran Nusa indah jam sebelas siang]


Tak ada lagi balasan dari Ameera membuat Ricko akhirnya bergegas ke kamarnya sendiri untuk memakai baju karna malam semakin larut, tubuhnya sudah sangat lelah dan mengantuk.


*****


Bella yang masih saja meringkuk di bawah selimut terus di guncang oleh Meera yang membangunkannya.


"Cepetan bangun, Bell" teriak Meera yang belum juga berhasil membuat sahabatnya itu membuka matanya.


"Lo bilang gak kuliah, kenapa berisik banget sih!" sentak Bella, ia yang baru saja terlelap subuh tadi sungguh kesal saat di bangunkan.


"Udah hampir jam sepuluh Bell, Lo mandi aja lama banget!"


"Ya terus mau apa?, emang kapan sih?"


Bella akhirnya bangun, duduk dengan tangan sambil memeluk bantal strawberry kesayangannya.


"Lo mandi dulu sana, kita langsung berangkat ke restauran!" titah Ameera yang sudah rapih sedari tadi.


"Makan disana ya sekalian" kekeh gadis berponi itu.


"Lo minta restaurant nya juga gue beliin, Bell, tenang aja!" sahutnya dengan sombong.


"Tau dah, yang calon makin kaya!" Cibir Bella sambil berlalu ke kamar mandi.


Air yang jarang sekali sakit, namun jika sakit bocah tampan itu akan menggegerkan seisi rumah berserta penghuninya Karna tangis yang sulit di hentikan.


.


.


.


Bella yang sudah rapih akhirnya mendekat, duduk di sebelah Meera, yang nampak kesal.


"Napa lagi?"


"Chat gue belum di bales"


"Terus jadi gak?, gue udah laper nih!" tanya Bella.


"Jadi, gak mungkin juga kan rapatnya di cancel?"


Kedua gadis itu bergegas keluar apartemen setelah Meera meraih tas dan kunci mobilnya di atas meja Tv


Bella bergelayut di lengan Meera karna rasa kantuk yang masih tersisa sedikit.

__ADS_1


"Lo yang bawa, Bell"


"Gak, ah. Gue ngantuk!" tolaknya yang malah langsung masuk kedalam mobil.


Mau tak mau akhirnya ia yang membawa mobilnya, dengan kecepatan tinggi akhirnya sampai juga di sebuah restauran yang lumayan mewah di tengah kota.


Dua gadis itu segera masuk kedalam kemudian memilih tempat paling ujung agar nanti Ricko tak menyadari keberadaannya.


"Pesen sana" titah Meera saat pelayan wanita sudah berdiri dekat mereka.


Bella menunjuk beberapa makanan, minuman juga cemilan untuk mereka nikmati, Bella yang tak tahu dengan rencana sahabatnya itu hanya duduk santai dengan sesekali melirik para pengunjung lainnya.


"Nah tuh dia!"


"Mana?, siapa Meer!"


"Laki gue lah, duh tuh ****** masih sama dia aja sih" sungut Meera kesal saat melihat Intan juga bersama Ricko.


"Mana ******?" Bella yang masih penasaran terus saja bertanya membuat Ameera kesal.


"Diem loh!"


Ameera hanya memperhatikan dari kejauhan, tak ada yang mencurigakan memang, semuanya bersikap professional begitupun dengan Intan.


"Tuh cewek kayanya pinter Banget sih emang" gumam Ameera.


Gadis itu tersenyum saat ia melihat semua orang yang bersama Ricko nampak berdiri dan saling bersalaman pertanda rapat usai dalam waktu kurang lebih satu jam


Ameera segara meraih ponselnya, mengetik pesan untuk Ricko.


.


.


.


.


.


"Aku di belakang mu, Dadd..!"


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Like komen nya dulu ya..


mau anter bujang sekolah bentar 😂😂😂😂

__ADS_1


__ADS_2