Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 17


__ADS_3

❣️❣️❣️


CEKLEK


Ricko membuka pintu kamar mandi setelah membersihkan dirinya lebih dulu, tubuhnya terasa begitu lengket ditambah hatinya yang entah kenapa akhir akhir ini semakin gundah gulana tak jelas ingin apa.


Bunga yang sudah duduk bersandar di punggung ranjang melempar senyum terbaiknya, Ricko yang hanya mengenakan bathrobe tanpa apapun lagi langsung berjalan mendekat, lampu yang temaram dan bau harum lavender sangat memanjakan indera penciuman mereka.


Perlahan namun pasti, kini langkah pria tinggi putih itu sudah sampai di sisi ranjang, tangannya mulai membuka tali bathrobe yang ia kenakan, lalu menjatuhkan jubah mandi itu ke lantai kamarnya.


Ricko naik ke atas kasur kingsize nya, merebahkan tubuh polosnya yang tak terhalang benang sehelai pun.


"Lakukan, lakukanlah sesukamu!"


Itulah awal kalimat yang selalu Ricko ucapkan pada istrinya selama mereka menikah, tubuh atletis itu akan menerima apapun perlakukan Bunga yang haus akan belaiannya, Ia hanya membantu Sang istri untuk mendapatkan titik kepuasan bathinnya.


Tak perduli senikmat apa surga dunia itu yang Ricko tau ia hanya lega melepasnya, dan tak pernah merasakan ingin dan ingin lagi.


Bunga yang sudah siap dengan permainannya malam ini mulai membuka luaran lingerie yang ia kenakan.


Wanita hamil berumur dua puluh tiga tahun itu bagai pe la cur untuk suaminya sendiri.


Tangannya mengusap dada bidang Ricko yang putih tanpa cela sedikitpun, kemudian naik ke area leher, di tariknya tengkuk suaminya agar lebih dekat dengannya.


Bibir keduanya kini menempel sempurna, gigitan kecil di layangkan Bunga agar Ricko mau membukanya sedikit agar lidahnya bisa leluasa menyesap dan bertarung liar di rongga-rongga mulut suaminya.

__ADS_1


"Kak.. Ayo, ku mohon" bisik Bunga saat tangannya mulai membelai bagian inti dari Ricko yang belum juga Siap menjamahnya.


Ricko tersenyum kecil dan mengangguk, jika saja istrinya tahu bahwa ia pun sedang berusaha berkonsentrasi melakukan apa yang Bunga inginkan.


Sudah biasa bagi Bunga mengambil alih permainan ranjangnya, ia akan bersikap se agresif mungkin demi memancing hasrat Ricko yang sulit ia taklukan.


Kini wajahnya sudah berada tepat di hadapan daging kenyal yang tak bertulang milik suaminya.


Deru nafasnya sudah tak beraturan saat ia menikmatinya, sesak dalam rongga tenggorokannya pun tak lagi ia perdulikan.


Senyum puas tersungging di sudut bibirnya, setelah apa yang ia lakukan membuahkah hasil yang maksimal.


"Sekarang, aku akan melakukannya sekarang!


Tubuh dengan perut buncit itu merangkak naik, menenggelamkan milik suaminya hingga ujung.


Bunga menarik nafasnya lebih dulu sebelum memulai aksinya sendiri.


Ricko yang pasrah di bawah Kungkungan istrinya mulai mau menyentuh bagian-bagian sensitif Bunga yang kini terpampang jelas di hadapan kedua matanya.


Kedua bongkahan daging kenyal itu bagai berayun ayun menantangnya.


"Kak.. " Bunga mulai meracau tak jelas di atas tubuh suaminya.


******* demi ******* mulai menggema ke seisi kamar, keringat mulai membasahi tubuh mereka terutama Bunga yang belum juga mendapatkan apa yang ingin ia tuju dalam permainannya.

__ADS_1


"Kak, aku......aku!!!"


Bunga memejamkan matanya dengan menggigit bibir bawahnya sendiri, tubuhnya bagai tersengat aliran listrik ribuan Watt saat ia sampai pada puncaknya.


Ricko yang tahu itu dengan cepat membalikkan posisi mereka, me Lum at habis bibir istrinya agar ia bisa memberikan kenikmatan luar biasa untuk sang istri.


Lima detik sudah, kini tubuhnya kembali berbaring di sisi Bunga yang sedang mengatur nafasnya yang terengah-engah.


Sedangkan Ricko menutup matanya, bayangan empat tahun lalu kembali berputar di otaknya, di mana pertama kali ia menyentuh Bunga karna...


saat itu.....


.


.


.


💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦***


Kaboooooooorrr....


au ah takut di timpuk kalian.


gantungan terooooooosss!!!! 🤭🤭🤭🤭🤭

__ADS_1


Like komen nya yuk ramai kan


__ADS_2