Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 95


__ADS_3

❣️❣️❣️❣️


Ameera tersenyum kecil saat Bella mengatakan hal itu, ia sedang menguatkan hatinya bahwa semua akan baik-baik saja.


"Lo yakinin hati Lo, Meer. Dan Lo harus inget si Duda bukan cowok macem Leo yang cuma ngejar-ngejar Lo doang modal teriak-teriak di kampus ngajak lo jalan, dia udah dewasa dan berpengalaman"


"Iya, gue tau"


"Eh, si Leo gimana?, Lo udah chat dia belom?" tanya Ameera yang baru ingat kembali masalah pria.


"Gak tau, gak jelas tuh orang malah maksa gue buat bawa Lo ketemu dia besok" kata Bella.


"Iya besok kita pulang langsung kuliah" jawab Meera yang kembali berbaring


"Terus Lo mau ketemuan sama dia gitu?, mau apa sih?" tanya Bella penasaran, ia rasa ada yang aneh dari keinginan pria bule itu.


"Gak tau, dia bilang pengen ketemu sama gue dalam tiga tahap" ujarnya sambil mengingat ucapan Leo.


"Apa aja tuh, banyak amat sampe tiga tahap?"


"Iya dia pengen ketemu gue dalam status single, suami dan Duda" jawab Ameera Sambil menghela nafas kasar.


"Dia serius mau ngawinin mbaknya?, gak waras banget tuh bule"


Ameera hanya tersenyum kecil, ia pun bingung harus menjawab apa, ia sudah berusaha memohon pada Leo untuk tidak melakukan hal itu tapi pria bermata biru itu tetap meneruskan rencananya.


"Kita liat aja besok gimana, syukur syukur dia gak lakuin itu, makanya besok gue mau bicara sama dia" ucap Ameera.


"Emang dia mau ngajak Lo jalan kemana sih?" tanya Bella.

__ADS_1


"Gak tau, yang gue inget sih dia pengen gue ikut dia ke acara keluarganya gitu di luar negeri cuma dua hari"


Bella hanya mengangguk, lalu ia ikut berbaring juga di sebelah Ameera, kini dua gadis itu sama-sama menatap langit-langit kamar.


"Lo janji ya, apapun yang terjadi Lo harus cerita sama gue" pinta Bella sedih.


"Lo kenapa, kok melow?" kata Meera yang mendengar suara lirih sahabatnya.


"Gue cuma khawatir Meer, Lo jalin hubungan sama Duda dewasa gue takut dia macem macem sama Lo"


Ameera tertawa, lalu memukul kening Bella dengan bantal


"Pikiran Lo kejauhan, Bell" kekeh gadis pirang itu.


"Sumpah! gue takut Lo di apa-apain Sama dia"


Mata gadis itu kini saling bertemu, ada kecamasan di manik mata Bella yang ia tunjukan pada Meera.


"Ricko pria baik, dia gak akan macem macem, karna gue gak akan biarin itu terjadi, gue bisa jaga diri, Bell"


TRIIIING.


Bunyi notifikasi pesan mengalihkan pembicaraan mereka, kini keduanya berbarengan menatap benda pipih milik Ameera yang tergeletak di atas meja.


"Tunggu bentar" ucap Meera dengan tangan meraba nakas.


Gadis pirang itu mengusap layar ponselnya untuk melihat pesan yang dikirim untuknya.


*Daddy

__ADS_1


[ Mom, ada kerjaan mendadak. Aku pulang duluan ya]


Wajah cantik itu seketika kecewa saat membaca pesan Ricko.


*Mommy


[ Baiklah, hati-hati di jalan sampai bertemu lagi disana]


Setelah membalas pesan Ricko ia meletakan kembali benda pipih itu


Rasanya ia langsung lemas dan tak bergairah saat tahu pujaan hatinya pulang lebih dulu, rencana malam nanti pun otomatis gagal.


*****


Ricko yang kembali ke kota setelah mengantar Ameera pulang langsung bergegas ke kantor, ia hanya kerumahnya sebentar untuk mengantar Mitha karna ada meeting secara mendadak tak mungkin rasanya ia membawa anak kesayangannya itu.


Semua yang mengikuti rapat sudah berkumpul disebuah ruangan besar, tinggal menunggu dirinya dan Danish yang memang datang terlambat.


Ricko hanya memperhatikan presentase yang di tunjukan padanya kemudian mendengarkan Danish memberikan masukan'. Sampai akhirnya rapat diakhiri dengan kesepakatan dua belah pihak antar perusahaan.


"Kamu urus semua ya, Saya mau balik keruangan saya" bisik Ricko pada Danish setelah menandatangani semua berkas.


"Baik, pak"


Ricko yang bangun dari duduk langsung berpamitan untuk lebih dulu keluar dari ruangan rapat, dengan langkah sangat tergesa ia memasuki ruang kerjanya.


Duduk di kursi kebesarannya sambil membuka jas yang melekat di tubuh tingginya.


Tangannya kini merogoh saku celana untuk meraih ponsel, di carinya nama kontak Mommy dan mulai menghubungi gadis pirang itu.

__ADS_1


"Mom... aku kangen!"



__ADS_2