Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 128


__ADS_3

❣️❣️❣️❣️


"Aku di belakangmu, Dadd.."


Meera meletakan kembali ponselnya, menatap tajam kearah kekasihnya yang langsung berbalik badan setelah membaca pesan yang baru saja ia kirim.


Ada tatapan aneh yang Meera lihat namun setelahnya tentu senyum manis yang Ricko berikan padanya, Pria tinggi putih itu berjalan mendekat bersama Intan disebelahnya.


"Sayang, disini juga" sapa Ricko setelah mencium kedua pipi gadis pirangnya, Momen itu langsung di manfaatkan Meera dengan menenggelamkan kepalanya di dada bidang sang kekasih yang membalas pelukannya juga, bahkan Ricko mencium pucuk kepala Ameera.


"Halo Bu Intan, apa kabar?" sapa Ameera pada wanita di sisi Ricko yang memasang wajah masam sedari tadi.


"Ibu?" Kata Intan sambil mengernyitkan dahinya dan menunjuk dirinya sendiri.


"Iya, Ibu! kenapa?" tanya Meera sengaja memasang wajah polos.


"Maaf, saya bukan Ibu-ibu!" ketusnya kesal.


"Wah, masa sih, Aku kira udah punya anak dua loh" ucapnya pura-pura tak percaya.


"Meera, Sayang!"


"Apa Dadd, aku kan beneran gak tahu, iya kan?" ucapnya manja masih memeluk tubuh Ricko


"Kamu lagi makan, kan aku udah bilang kalau nanti aku yang bawa makanan kita makan sama-sama" kata Ricko mengingat kan rencana mereka.


"Gak, aku cuma minum aja, semua Bella yang makan.


Kita makan siang disini aja, gimana?" tawar Meera dengan wajah yang mengemas kan yang membuat Ricko tak sanggup untuk menolaknya.


"Baiklah, kita makan siang disini"


Ameera mengurai pelukannya duduk di tempatnya lagi bersebelahan dengan kekasihnya.


"Kamu ikut gabung ya" ajak Ricko pada Intan, wanita itu diam sejenak lalu akhirnya mengangguk setelah melihat Ameera mengejeknya lewat senyuman.


.


.

__ADS_1


"Dadd, aku pesenin ini ya" ujar Meera saat pelayan kembali datang.


"Ya terserah kamu"


"Bu Intan mau pesan apa?, biar sekalian. Nanti yang bayar calon suamiku loh yang ganteng plus kaya raya" kekehnya sambil mengusap pipi Ricko yang tersenyum.


"Tuh kan ganteng banget, stop senyumnya. Aku gak kuat, Dadd!" Ameera semakin gencar menggoda Ricko agar Intan geram dan kesal melihat tingkah ia dan Ricko.


Jangan tanyakan Bella, tentu gadis itu sedang mengumpat kesal dalam hatinya.


"Aku minum aja" ucapnya sambil menunjuk salah satu menu di buku.


"Jangan lupa mbak, punya Bu intan ya" pesannya lagi pada si pelayan yang di balas anggukan.


"Tolong Jangan panggil saya Ibu, bisa?" pinta Intan dengan suara yang di tahan.


"Lalu aku panggil apa dong?, kakak!"


"Tapi lebih pantas di sebut ibu loh, iya kan Bell" tanya Ameera pada sahabatnya yang asik pada game di ponselnya.


"Hah?, ibu! haha iya Ibu lurah" kekeh Bella yang sebenarnya tak mengerti.


Intan yang semakin kesal hanya bisa membuang pandangannya, pengunjung yang mulai ramai karena masuk jam makan siang setidaknya bisa mengalihkan matanya yang tak harus melihat kemesraan pasangan kekasih yang sedang di mabuk cinta itu.


.


.


"Permisi" suara pelayan dengan nampan di tangannya membuat semuanya menoleh secara bersama.


Ameera Langsung meraih satu gelas yang belum di hidangkan oleh si pelayan.


"Ini pesanan Ibu kan?" ucap Meera yang masih saja menyebut Intan dengan panggilan Ibu.


BYUUUUURRR..


"Ups, maaf gak sengaja. Tangan aku licin" ucap Meera saat minuman dari gelas yang ia pegang tumpah mengenai dadanya.


"Kamu apa-apa an sih" Intan yang terkejut langsung bangun, memegang kemeja bagian dadanya yang basah hingga jelas terlihat **********.

__ADS_1


"Meera!"


"Aku gak sengaja sayang" Tatapan gadis itu kini berubah, dan Ricko paham itu.


"Kamu sengaja!, gak mungkin kalo gak sengaja" sentak Intan marah.


"Gak sengaja, sumpah!"


"Bersihkan sana di toilet" titah Ricko pada Intan, Namun tangan wanita itu langsung di cekal oleh Meera. kini keduanya berdiri saling berhadapan.


"Gak usah jauh-jauh ke toilet, bersihin aja disini buka bajumu dan perlihatkan pada semua orang bagaimana bentuk dada mu yang besar itu, tanggung kan ya kalo cuma buka bukaan depan Ricko, biar seru mending di obral sekalian disini"


Intan, Ricko dan tentunya Bella tersentak kaget mendengar ucapan Ameera yang begitu lantang sampai beberapa orang di dekat mereka akhirnya menoleh.


"Kurang ajar!"


Intan yang sudah sangat marah mulai mengangkat tangannya untuk ia darat kan di pipi mulus Ameera, Tapi belum sampai ia melakukannya tangan yang sudah begitu panas di tepis dengan kasar


.


.


.


.


.


.


.


Berani Lo nyentuh adek gue!!!


🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥


Jeng... jeng .. jeng 🤭🤭🤭


pahlawan tanpa topeng Dateng 😂😂😂

__ADS_1


Hayo bakal berantem berjamaah ini sih 🙄🙄🙄


like komen nya yuk ramai kan


__ADS_2