Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 150


__ADS_3

❣️❣️❣️❣️❣️


keduanya tertawa bersama mendengar rayuan Ameera begitupun dengan mama dan papa.


Entah terbuat dari apa hati kalian.. masalah tak pernah bisa mengalahkan kasih sayang kalian!


Melisa tersenyum menarik ujung bibir ranumnya sampai mengukir sebuah senyuman manis di wajah cantiknya, tangannya mengusap punggung pria yang yang masih tergelak bersama adik kesayangannya.


"Jadi aku boleh kan tetap berhubungan dengannya?" tanya Meera saat sisa air matanya di hapus oleh Reza.


"Enggak!" jawab Reza.


"Kok kakak gitu?" Meera langsung menepis tangan sang kakak dari Pipinya.


"Kuliahmu berapa bulan lagi, hah!" tanya Reza sambil memencet hidung mancung si bungsu.


"Hampir tiga bulan lagi, kak" jawabnya namun sedikit ragu.


"Selesai kan semuanya, nanti kita bicarakan lagi!" ucap Reza sembari bangkit dari duduknya.


"Dan kamu, Sayang!" Reza menunjuk istrinya saat


mereka saling berhadapan.


"Apa?" sahut Melisa sambil menelan salivanya.


"Aku akan menghukummu, Ra" ucap Reza, tangannya langsung menarik tangan sang istri keluar dari kamar rawat inap adiknya.


"Loh, Mas!!"


********

__ADS_1


Meera yang sudah lebih baik akhirnya di izinkan pulang keesokan harinya, ia sama sekali tak memberi kabar apapun pada Ricko tentang kesehatannya yang sempat menurun, gadis pirang itu ingin memberikan waktu pada Duda impiannya untuk mendinginkan hatinya yang sempat memanas karena seringnya mereka bertengkar.


"Kamu mau kemana?" tanya mama saat melihat si bungsu turun dari kamarnya.


"Aku pergi sebentar ya, Mah" pamit Ameera sambil bergelayut manja di lengan mamanya yang tak lagi muda.


"Kemana?, kamu baru sehat sayang"


"Sebentar aja, kalau urusan ku selesai aku langsung pulang" Rayunya dengan senyum menggoda.


"Jangan pergi sendiri, mama izinkan keluar jika di antar supir, bagaimana?"


Meera hanya mengangguk menyetujui permintaan Sang mama, iapun masih belum berani membawa mobil sendiri karna rasa pusing masih datang secara tiba-tiba.


"Aku pergi dulu ya, Mah"


"Hati-hati Sayang, kabari apapun yang terjadi jangan buat mama khawatir, Ok"


"Siap, Mah" kekeh Meera sambil mencium kedua pipi wanita paruh baya itu.


Selama perjalanan Meera hanya menyandarkan tubuhnya, matanya kosong menatap jalanan


Mommy kangen Tata...


Satu tetes air mata jatuh di pipinya begitu saja, Ia rindu pada bocah kecil yang selama ini menjadi jembatan antara hubungannya dan Ricko.


"Disini, Nona?"


Meera langsung terperanjat dan membenarkan posisi duduknya, ia mengedarkan pandangannya untuk memastikan tujuannya.


"Iya, Pak disini" sahut Meera.

__ADS_1


"Bapak pulang aja, nanti saya hubungi lagi kalau mau pulang" titah Meera pada supirnya.


"Tapi, Non"


Meera tak menjawab, ia langsung turun dari mobil meninggalkan si supir yang Kebingungan.


Gadis cantik itu menghela nafasnya lebih dulu sebelum melangkah kan kaki, bahkan ia sempat memejamkan matanya sejenak, bayangan Mitha dan Ricko langsung terlintas begitu saja.


"Aku kuat, aku datang kemari hanya ingin berkeluh kesah tanpa meminta apapun" lirihnya sambil memegang dadanya yang berdetak lebih kencang dari biasanya.


Kaki kanannya mulai maju satu langkah, di ikuti dengan kaki kirinya kini ia terus berjalan menapaki jalan yang berumput hijau.


Sampai ia berhenti di salah satu gundukan tanah dimana ada seorang wanita didalamnya tengah beristirahat dengan tenang.


.


.


.


.


.


.


.


Assalamualaikum... Mba Bunga!


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


Cie yang curhat sama madu 😂😂😂.


Like komen nya yuk ramai kan ❤️


__ADS_2