Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 19


__ADS_3

❣️❣️❣️


Ricko yang kesal kembali ke kantornya meski tak ada pekerjaan yang harus di selesaikan dengan segera, hawa panas hatinya membuat ia ingin sendiri di dalam ruangan tersembunyi dalam kantornya, ruangan yang tak seorangpun tahu.


Ia duduk di sofa panjang dengan menyandarkan tubuhnya, dua kancing kemejanya kini sudah terbuka karna rasa sesak dalam dadanya.


"Ah, sial...!" sentaknya sendiri dengan tangan sudah memegang satu gelas kecil berisikan minuman beralkohol, Ricko sendirian di ruangan kerjanya hanya lampu kecil yang menemani malam gelapnya saat ini.


Bayangan Melisa terus berputar putar sampai membuatnya pusing tak karuan, hingga satu tetes buliran air bening jatuh begitu saja dari ujung matanya.


Aku hanya kurang cepat mengenalmu.


Reza tak lebih baik dariku.


Datang padaku, Mel..


Peluk aku sebentar saja!!!


Lirih Ricko mengucapakan nya dalam hati, jika saja Melisa memberinya sedikit saja kesempatan sudah pasti wanita cantik itu sudah jatuh kedalam pelukannya, tapi sayang jangan kan kesempatan bahkan menatap matanya pun tak pernah.


Melisa benar-benar menjaga jiwa dan raganya agar tak ada sedikitpun yang bisa menjamahnya.


Ricko terus menegak minuman yang ia tuang dari botol yang ada diatas meja, matanya yang merah tak menyurutkan inginnya untuk terus menikmatinya.


CEKLEK.


"Pak Ricko!" seru asistennya yang datang karna tahu bahwa bosnya itu belum pulang juga padahal waktu sudah hampir tengah malam.

__ADS_1


"Pak, bapak mabuk lagi?"


Danish, Pria berusia dua puluh lima tahun itu semakin mendekat kearah Ricko yang sudah mabuk berat.


"Mel..." desahnya dengan mata yang tertutup menahan sakit di kepalanya.


"Mari, pak, saya antar pulang" Danish langsung merangkul tubuh tinggi Ricko kemudian membawanya ke parkiran kantor untuk di bawa pulang, ia tak ingin hal buruk terjadi pada bosnya.


Danish terus memutar stir mobilnya diantara ribuan kendaraan lain yang memenuhi jalanan ibu kota, dengan sesekali melirik kearah Ricko yang sudah tak sadarkan diri di bangku belakang.


"Duh, makin berat aja perasaan" keluh Danish saat mengangkat Ricko keluar dari mobil setelah ia lebih dulu memarkirkan kereta besinya itu di garasi.


Dibantu dua satpam akhirnya Ricko berhasil dibaringkan di kasur dalam kamarnya yang begitu luas karna sekaligus tergabung dengan ruang kerjanya.


"Terimakasih, pak" ucap Danish saat keluar dari kamar kepada dua satpam penjaga rumah Ricko.


Danish menghela nafasnya panjang, lalu turun kelantai bawah namun baru tiga tangga ia pijak sebuah suara terdengar memanggil namanya.


"Kak, Danish" seru suara seorang wanita


"Apa kabar, lama gak ketemu ya?, kak Ricko mana, udah pulang belom?" sederet pertanyaan ia lontarkan pada Danish yang masih menatapnya kaget


"Kaaaaakkk!!"


"Ah, iya, ada apa?" Danish yang tergagap lalu tersenyum kecil pada Bunga.


"Kak Ricko udah pulang belum?, aku udah disini dari sore loh" keluhnya dengan memanyunkan bibir ranumnya.

__ADS_1


"Haha, kasian. memang gak bilang sama pak Ricko kalau kamu mau datang hari ini?" tanya Danish.


Gadis cantik berambut sebahu itu menggeleng kan kepalanya, wajah imutnya membuat Danish kembali tertawa.


"Pak Ricko ada di kamarnya, dia sedang istirahat. Kamu jangan ganggu ya" pesan Danish yang di jawab Anggukan kepala oleh Bunga.


"Janji?" Goda Danish yang di balas gelengan dan gelak tawa renyah


"Gadis nakal!"


Danish yang tahu ini sudah lewat tengah malam langsung berpamitan untuk pulang, tubuhnya yang lelah dan rasa kantuk membuat ia hanya ingin menuju air dan Kasur.


Bunga yang melihat kepergian Danish hanya diam dengan ekspresi datar, Pria yang pernah mengungkapkan perasaannya tahun lalu itu semakin jauh dan hilang dari pandangannya.


.


.


.


Besok pagi kak Ricko pasti kaget melihat ku..


💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕


Emang Lo dedemit Ampe si ganteng kaget?


😂😂😂😂😂😂

__ADS_1


Like KOMENNYA yuk RAMAIKAN kan ❤️❤️


__ADS_2