Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 117


__ADS_3

❣️❣️❣️❣️


Dua hari di rawat di rumah sakit akhirnya Mitha di izinkan dokter untuk pulang, badannya sudah terlihat lebih segar meski belum terlalu aktif seperti biasanya. Ameera sudah membereskan semua barang-barang Mitha, tinggal menunggu Ricko yang sedang berbicara di ruangan dokter yang menangani putrinya


"Mommy ikut kerumah kan?" tanya Mitha penuh harap.


"Pulang kerumah Tata, atau ke apartemen Daddy?" gadis pirang itu malah balik bertanya.


"Engga tahu, mau pulang kerumah aja" ucap Mitha yang terlihat ia sangat merindukan tempat tinggalnya itu.


"Memang kalo di apartemen kenapa?"


"Sepi, Mom. boneka akunya sedikit disana" lirihnya dengan sedih. bagi bocah yang sebentar lagi berusia empat tahun, mainan adalah paling penting dalam dihidup nya.


"Kalo nanti tinggal disana, mau?"


Mitha tetap menggelengkan kepalanya dengan raut wajah polos.


****


Di dalam mobil Ameera tampak gelisah, bahkan saat Mitha bertanya pun ia menjawab dengan senyum terpaksa, tatapannya begitu kosong menatap jalan raya yang membentang di dihadapannya, sampai ia tak sadar saat Ricko sudah menghentikan mobilnya di garasi sebuah rumah mewah bertingkat dua.


"Mom, yuk turun" suara Ricko membuat ia sedikit tersentak, pria itu sampai mengernyitkan dahinya karna aneh dengan sikap Meera sejak di rumah sakit tadi.


"Turun dulu, habis itu kita bicara"


Rasa takut kehilangan gadis pirangnya membuat Ricko tak pernah menunda jika ada masalah, berbeda saat ia bersama istrinya dulu, tak ingin ada pertengkaran justru membuat ia sering menghindar hingga akhirnya masalah menumpuk dan semakin berantakan.


"Aku gak apa-apa, gak ada yang harus di bicarain"


Ricko mengusap pucuk kepala Ameera, kemudian turun dari mobil lebih dulu untuk menggendong putrinya.

__ADS_1


Rumah yang begitu besar namun tampak sepi, hanya ada dua orang yang menunggu, satu ART dan satunya lagi seorang wanita muda yang berpakaian baju khas pengasuh anak-anak.


"Selamat siang, Tuan, Nyonya, Nona" sapa mereka berbarengan.


Tatapan dan senyum kedua orang itu begitu hangat dan sopan, setidaknya Ameera sedikit lega mendapat perlakuan baik dirumah kekasihnya.


"Buatkan susu untuk Tata" titah Ricko pada suster yang selama ini menjaga anaknya.


Keduanya berjalan menuju lantai atas dimana Kamar Mitha berada, kamar yang begitu luas yang memiliki dekorasi khas anak perempuan, gambar hello Kitty bertebaran di seluruh dinding kamar itu.


"Jadi inget Chaca" Gumamnya.


Ricko merebahkan tubuh mungil putri semata wayangnya di tengah kasur, kemudian menghampiri Meera yang masih berdiri di tengah ruangan.


"Kamu kenapa sih, Mom?" tanya Ricko yang menaruh curiga pada kekasihnya itu.


"Yakin gak ada siapa siapa disini?" Meera malah balik bertanya.


"Perasaan aku gak enak dari tadi" lirih Meera mencoba mengungkapkan apa yang ia rasakan.


Takut dan gelisah seakan bercampur jadi satu.


"Itu hanya perasaanmu, Mom"


Ricko melepas pelukannya saat mendengar suara ketukan pintu, ia membukanya dan meraih nampan yang di atasnya terdapat satu botol susu dan kue.


"Terima kasih" ucap Ricko pada suster.


Mata Mitha langsung berbinar saat melihat susu di tangan Daddy-nya, sedari pagi anak itu tak menikmati minuman favoritnyan.


"Habisakan ya" pesan Ricko pada buah hatinya.

__ADS_1


Meera yang duduk di tepi ranjang pun menemani Mitha menghabiskan susunya.


"Anak pinta" ucap Meera sambil meraih botolnya kemudian meletakkannya di atas nakas.


"Aku ke kamar dulu ya sebentar"


Ameera dan Mitha mengangguk bersama, keduanya terus menatap punggung lebar seorang pria yang hendak membuka pintu.


.


.


.


.


.


.


.


Mama...


🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉


Jreng... jreng 😂😂😂😂


Pagi pagi udah spot jantung.


selamat memperkanalkan diri mantan pelakor 🤭🤭🤭

__ADS_1


Like komen nya yuk ramai kan ❤️


__ADS_2