Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 118


__ADS_3

❣️❣️❣️❣️❣️


"Mama"


Ricko yang terkejut hanya berdiri mematung di ambang pintu bahkan senyuman dan sapaan mama mertuanya pun tak ia balas.


"Kamu kenapa?, kok kaget banget liat mama" tanya wanita paruh baya yang di tangannya sudah ada satu paper bag bergambar strawberry.


"Gak apa-apa, mah" jawabnya terbata


"Mana Tata, mama kangen"


Tak menunggu jawaban dari sang menantu, Wanita yang ternyata adalah ibu dari Bunga itupun melengos masuk kedalam kamar cucunya, Hanya dua langkah ia berjalan kemudian berhenti karna melihat pemandangan yang tak biasa di hadapannya.


"Mitha tidur" ucap Ameera pelan.


Ya, bocah perempuan itu ternyata sudah terlelap dalam dekapan Ameera yang kini serasa tak bertulang saking lemasnya bahkan saat ia berbicara tadi seakan suaranya tercekat di tenggorokan.


"Ricko!"


Mama membalikkan tubuhnya, meminta penjelasan pada pria yang masih sangat sopan padanya itu tentang apa yang di lihat saat ini.


"Kita bicarakan di luar, Mah" ucap Ricko yang sangat mengerti apa yang kini ingin ditanyakan oleh mama mertuanya


"Baiklah"


Wanita itu melenggang pergi keluar kamar menuju ruang tamu di lantai bawah, menunggu penjelasan dari menantunya.


Ricko melangkah mendekati Ameera yang sudah membaringkan tubuh Mitha di tengah kasur, tak lupa gadis pirang itupun menyelimutinya sampai sebatas pinggang.


"Kita ketemu mama dulu yuk" ajak Ricko, tangannya kini mencoba meraih tangan Meera yang terasa dingin ia rasakan.


"Jangan gugup, mama mertuaku baik kok"


Ameera mengernyitkan dahinya, bingung.


"Dia mamanya Bunga, aku aja kaget dia datang, haha" Ricko malah tertawa dan langsung mendapat cubitan di perut dari Meera.


"Dasar!" umpatnya kesal

__ADS_1


"Mama gak akan gigit kok, aku aja jagain kamu kalo sampe mama marahin kamu kaya di sinetron sinetron di TV" goda Ricko.


"Emang kamu suka nonton sinetron?" tanya Meera dengan tatapan aneh.


"Ncus tuh yang suka nonton, kadang aku suka liat sedikit sama denger, hahaha" Ricko kembali tertawa agar Ameera tak lagi tegang dan lebih santai.


"Tetep aja aku takut, aku gak akan maksain kamu, Dadd"


Ricko menarik nafasnya dalam-dalam, mengusap pipi Ameera dengan lembut kemudian membawa tubuh langsing itu kedalam dekapannya.


"Aku mencintaimu, sangat sangat mencintaimu dan aku akan selalu bersamamu"


Pria tinggi putih mencium kening kekasihnya lama dan lembut guna memberi rasa aman dan nyaman.


"Janji jangan kabur ya " kekeh Ricko.


"kaburlah kalo seandainya mama kamu udah siap-siap mau nimpuk aku" sungut Ameera yang kesal karna selalu saja di goda.


"Itu gak akan terjadi sayang, minimal kamu paling di liatin dari ujung rambut sampe ujung kepala sambil bilang......." Ricko sengaja tak meneruskan kata-katanya.


"Bilang apa?, aku bakal di bilang apa, Dadd" rengek Ameera sambil menarik ujung kaos Ricko.


" Duuuuuuh... cantiknya calon Mommy Mitha!" jawab Ricko sambil tergelak, dan lagi lagi ia mendapat cubitan.


Pria itu langsung menuntun tangan Ameera, menuju ruang tamu dimana mama mertuanya menunggu.


Derap langkah keduanya ternyata membuat wanita yang terlihat begitu anggun itu menoleh dan tersenyum apalagi saat melihat kedua tangan pasangan itu saling menggenggam erat.


"Mah.."


Ricko yang bingung harus memulai dari mana hanya bisa berdehem kecil.


"Kenalkan siapa wanita di sisimu"


Ameera menelan Salivanya kuat-kuat, tangannya semakin dingin karena bertambahnya keringat yang keluar.


"Namanya Ameera, Ameera Putri Rahardian Wijaya" Ricko menoleh, menatap lekat gadis yang duduk di sebelahnya dengan sedikit menunduk.


"Wanita cantik, pintar, tentunya penuh kasih sayang untukku juga untuk Mitha" tambahnya lagi dengan mata belum beralih dari Meera.

__ADS_1


"Dan aku sangat mencintainya, mah" Kini kedua netra Ricko menatap mata mama mertuanya yang memandang ke arah mereka dengan datar tanpa ekspresi.


"Aku akan menjadikannya istri juga ibu sambung untuk Mitha" dengan penuh keyakinan Ricko mengungkap keinginannya untuk serius.


"Aku ingin meminta restu mama"


Wanita paruh baya itu bangkit dari duduknya, berdiri dengan tegak sampai pasangan yang masih saling menggenggam tangan itu mendongakan wajahnya.


"Kamu!" tunjuk mama pada Ameera.


"Saya Tante" jawabnya dengan suara bergetar.


"Iya kamu.. kemari lah"


Meski ragu, Ameera tetap memenuhi keinginan wanita yang masih berdiri dengan wajah datarnya itu untuk bangun dan mendekat setelah melepas genggaman tangan kekasihnya.


.


.


.


.


.


.


Jangan datang hanya untuk menjadi pengganti istri untuk Ricko dan juga pengganti ibu untuk Mitha,, datanglah juga untuk menjadi pengganti anak untuk mama....


🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉


Yuk rame-rame bilang..


Alhamdulillah ❤️❤️❤️❤️❤️


Tinggal babang duda nih ke babang Reza gimana ya..


kecian deh kalian salah nebak lagi 😂😂😂😂😂..

__ADS_1


aku mau ngakak guling-guling dulu aaaaaaaah🤣


Like komen nya yuk ramai kan


__ADS_2