![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️❣️❣️❣️
" Aku mau sesuatu, tapi itu milik orang lain!"
CEKLEK..
Belum Reza sempat menjawab ternyata Melisa datang bersama ketiga anaknya, Air, Bumi dan juga Langit.
Dua bocah menggemaskan itu langsung berhambur memeluk Reza tapi tidak dengan Langit, ia justru lebih dulu mendekat ke arah ranjang Cahaya.
"Adek belum sadar, Bun?" tanya Langit pada Melisa yang sedang mengusap kepalanya
"Udah, kok. cuma lagi istrirahat, coba Abang bisikin pasti adek bangun" pinta Melisa pada anak angkatnya itu.
Dan benar saja, Kedua mata gadis cantik itu terbuka sedikit saat Langit menanyakan kabarnya lewat bisikan di telinga kanannya.
"Abang.." lirihnya pelan.
Melisa dan Langit tersenyum pada Cahaya, sedangkan Reza, Air, Bumi dan Ameera juga bangun dan mendekat.
"Adek, sayangnya papa" ujar Reza mencium kening anak perempuan kesayangannya.
Air yang ribut ingin ice cream akhirnya di ajak Langit menuju kantin bersama dengan Bumi juga, kini hanya Reza, Melisa dan Ameera yang menemani Cahaya.
"Mas Reza balik kantor lagi, gak?" tanya istrinya saat Reza baru keluar dari kamar mandi.
"Ya, nanti, Ra" Jawab Reza yang langsung duduk di sisi KHUMAIRAHnya.
"Aku gak liat mobil mas Reza tadi, aku pikir belum sampe sini" Melisa bertanya sambil menyodorkan Sendok yang berisi salad buah untuk suaminya.
__ADS_1
Keluarganya memilki area parkiran khusus yang langsung terhubung ke dalam rumah sakit melalui satu pintu yang dijaga setiap waktu, dan yang pasti tidak sembarang orang bisa masuk.
"Hem, aku pake mobil kantor, mobil ku mogok di jalan tadi" sahutnya sambil mengunyah.
"Kok, bisa! itu kan baru?" Melisa yang aneh menatap lekat dua manik mata suaminya.
"Iya, Setiap aku ketemu keong racun laknat itu pasti aku tuh sial, Ra.. itu manusia harus di basmi dari muka bumi kayanya!" Reza yang kembali kesal terus mengumpat meluapkan emosinya.
"Keong racun laknat siapa?" tanya Melisa polos
"Siapa lagi kalau bukan si Ricko!!!"
.
.
Uhhuuukkk.... uhhuuuukkkkkk
"Kamu kenapa?" Reza dan Melisa bertanya secara berbarengan.
"Hah, enggak! aku gak apa-apa" jawabnya panik langsung bangkit menuju kamar mandi.
Reza masih terus memperhatikan gerak gerik adiknya itu, Sampai ia menghilang dari balik pintu.
"Aneh banget tuh anak" gumam Reza pelan namun masih bisa di dengar oleh istrinya.
****
"Baik, rapat hari selesai dan sampai bertemu lagi" ucap Ricko sambil bangun dari duduknya untuk berpamitan kepada beberapa kolega bisnisnya.
__ADS_1
"Ya, terimakasih, pak Ricko. Senang bisa bekerja sama dengan Anda" jawab salah satunya yang hanya di jawab anggukkan kepala dan senyum sopan dari Ricko.
Pria tampan berlesung pipi itu kemudian bergegas keluar dari private room restaurant tempat dimana ia mengadakan rapat setelah pertengkarannya tadi dengan Reza.
"Sial gak ya gue!" Ricko menyalakan mesin mobilnya memutar stir berbentuk bulat itu ke area perkantoran miliknya, masih ada beberapa pekerjaan yang harus di selesaikan sebelum akhirnya ia pulang.
.
.
.
.
Pulang?
Kemana malam ini ia akan mengakhiri malamnya.
Apakah ia harus Kembali kerumah mewah yang disana ada anak dan istrinya yang menunggu?
atau lebih memilih tidur sendiri di apartemen yang sunyi seperti malam malam yang selama ini ia lalui?
💦💦💦💦💦💦💦***
Pulang kerumah gua sini bang..
ada teh tubruk sama Martabak manis, semanis senyumanmu
eeeeeeaaaaaaaaa....
__ADS_1
Like komen nya yuk ramai kan ♥️♥️