![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️❣️❣️
"Minggu depan aku akan menikahi Bunga"
Ucap Ricko sambil bangkit dari duduknya, ia langsung meraih tangan Bunga agar ikut berdiri bersamanya.
Reza mengernyitkan dahinya, begitupun dengan kedua orang tua Ricko dan Bunga, Melisa yang terkejut justru melirik ke arah suaminya.
"Wah, selamat kalau begitu, di tunggu undangannya" ucap Reza dengan senyum ejekannya.
"Tentu, datang dan saksikan" jawab Ricko penuh penegasan.
"Kalau begitu kami permisi, silahkan lanjutkan makan malam kalian" pamit Reza pada keluarga Ricko yang di balas anggukan kepala.
"Sampai jumpa lain waktu, dan titipkan salam om untuk ayahmu" pesan papa Ricko sebelum Reza dan Melisa berlalu.
"Baik, om"
Reza berlalu dengan tangan tak lepas dari pinggang ramping istrinya, melahirkan tiga anak tak mengubah tubuhnya, justru terlihat lebih berisi dan menantang di bagian bagian tertentu.
"Bisa gak sih kalau ketemu Ricko tuh gak usah ribut?" dengus Melisa kesal, ia paham betul sebenarnya arah pembicaraan kedua pria tadi, hanya untuk saling menjatuhkan secara halus.
__ADS_1
***
Bunga meremat ujung dreesnya saat kedua orang tua Ricko mempertanyakan ucapan putra tunggalnya, pasangan paruh baya itu tentu sangat terkejut dengan apa yang mereka dengar malam ini.
Pertanyaan demi pertanyaan mulai mendesak Ricko yang mulai tak nyaman, namun karna Reza dan Melisa duduk tak jauh dari mereka, tentu Ricko harus menjaga sikapnya agar tetap tenang meski sebenarnya ia ingin pergi dari sana sekarang juga.
" Bisa kita bahas nanti? kepalaku pusing" ujarnya untuk mengalihkan pembicaraan
"Tentu, kita akan bahas ini dengan orang tua Bunga" jawab papanya yang langsung membuat Ricko tercengang.
" Pah, gak gitu juga!" seru Ricko ingin mengelak, ternyata kini ia sedang terjebak dalam permainannya sendiri
"Baiklah, kita pulang" ajak mama kemudian, wanita yang melahirkan Ricko itu meraih tangan Bunga agar cepat bangun,.
"Ayo, sayang"
Bunga yang masih terkejut hanya mengangguk, namun ia membuang nafasnya pelan saat melihat Ricko justru berjalan lebih dulu meninggalkan ia dan orang tuanya, Bunga berjalan beriringan dengan tante Dira yang mendorong kursi roda suaminya, kecelakaan lima tahun lalu membuat papa Ricko harus pasrah menghabiskan sisa hidupnya di atas kursi roda.
Ricko menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang hanya mama dan papanya yang saling berbincang untuk mengisi keheningan selama perjalanan pulang, dan Bunga lagi lagi hanya bingung harus berbuat apa, rasa sungkan dan malu langsung menyelimuti hatinya, ia senang namun juga sedih.
Sampai dirumah Ricko langsung masuk kedalam kamarnya, membanting pintu dengan sangat keras untuk meluapkan emosinya.
__ADS_1
Pria tampan itu membuka satu persatu pakaian yang ia kenakan, tubuh polosnya kini sudah berdiri di bawah guyuran air dingin shower yang menggantung.
setetes air mata turun bersama air yang mengguyur dari kepalanya.
Sedih rasanya ia mengingat gadis pujaannya harus berdiri bersanding dengan rivalnya sendri yang sudah bertahun-tahun bermusuhan dengannya.
Bunga menarik selimutnya sampai sebatas leher, ia bagai bersembunyi dari kenyataan yang baru ia hadapi saat ini, tapi lamunannya buyar saat ponselnya berdering di balik bantal
Mama.
Tanpa pikir panjang, ia langsung mengusap tombol hijau pada layar ponselnya, mendengar sapaan dari wanita di sebrang sana sudah membuat rasa gundahnya lebih berkurang.
" Iya, mah.. ada apa?" jawab Bunga dengan suara pelan. ia mencoba mengontrol suaranya agar lebih tenang.
"Pulang lah besok pagi untuk menyiapkan pernikahanmu"
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺***
wah... kawini tuh anak orang 🤭🤭🤭
like komennya yuk
__ADS_1