![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️❣️❣️❣️
Ameera masih duduk di meja makan.
Tak ada niat dalam hatinya untuk beranjak walau makanannya sudah tandas tak tersisa, Sang kambing seakan melambai-lambai mengejeknya dengan menjulurkan lidahnya yang tadi seperti orang bodoh di hadapan Ricko.
Hah, menyebalkan!
Ia terus mengumpat dalam hati rasa kesalnya semakin menjadi saat Air datang dengan senyum jahilnya.
"Adek besar, cemberut aja Napa?" tanya bocah sekolah dasar itu pada Aunty nya.
"Gak apa-apa" sahut Ameera malas, kali ini ia sedang tak ingin berdebat dengan Air
"Adek besar, belom mandi ya?, kok bau kambing"
Ameera langsung menoleh ke arah keponakannya itu, ia memelototinya tanpa senyum.
"Jangan sebut kata Kambing, mulai hari ini Aunty benci sama kambing!" dengusnya kesal.
"Emang kambing salah apa sama adek besar?" pertanyaan polos namun membuat Ameera semakin murka.
"Kalo aja gak ada kambing di dunia ini, gak mungkin ada masakan yang namanya gulai kambing, gak mungkin Aunty doyan banget sampe aunty harus pengen makan itu, terus akhirnya Aunty sama dia pergi nyari si kambing"
Air hanya melongo mendengar kan adik papanya itu berbicara walau ia tak paham akan maksudnya yang ia tahu Ameera sedang menceritakan tentang seekor kambing.
Kambing yang menurut Air adalah hewan lucu dengan tanduk di kepalanya.
"Adek besar marah sama kambing?" tanya Ay polos
Ameera mengangguk dengan wajah menyedihkan.
"Adek besar berantem sama kambing?"
Ameera mengernyitkan dahinya.
"Pantes, bau kambing!!"
"Kakaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakk"
Ay langsung berlari naik tangga menuju kamarnya, menutup pintu rapat dan menguncinya membuat Bumi yang sedang membaca komik harus terlonjak kaget dan menoleh.
"Ada apa sih?" tanya Bumi heran Karna kakaknya langsung memeluk guling pisang nya di pojokan kasur.
"Adek besar lagi berantem sama kambing, dua duanya ada tanduknya, serem!"
Bumi mengerutkan alisnya dengan tatapan tak percaya, lalu meraih lagi komiknya.
"Kakak gak bohong loh" ucap Ay lagi saat Bumi tak menanggapi ceritanya
__ADS_1
"Kakak gak bohong tapi cuma ngarang doang!" jawabnya ketus lalu kembali meneruskan membaca komiknya.
"Huuuuh!"
*****
"Adek kenapa sih, Ra?" Reza yang baru keluar dari kamar mandi usai membersihkan dirinya langsung memberikan pertanyaan untuk istrinya
"Adek yang mana?" tanya Melisa, ia sering kali keliru jika suaminya menyebut kata Adek.
"Adek gede, adek akulah" sahutnya sambil meraih baju yang di berikan KHUMAIRAHnya.
"Gak tau, sehabis pulang dari restaurant beli Sop sama sate kambing dia diem aja" Melisa pun merasa bingung namun ia tak berani bertanya jika bukan Ameera sendiri yang bercerita.
"Kesambet kambing, kah?" kekeh Reza, kini pria tiga anak itu sudah berpakaian lengkap.
"Entahlah" Melisa menjawab sembari menaikan bahunya, ia sedang menjaga bicaranya karna takut tanpa sengaja menceritakan pertemuan tak sengaja nya dengan Ricko, Ia hanya tak ingin meladeni kecemburuan tak jelas suaminya yang kadang tak masuk akal.
"Ra, gada cemilan?" Reza menoleh kearah istrinya, Ia bingung karna tumben tak ada apapun di atas meja Tv kamarnya.
"Ah iya, aku lupa tadi abis di bersihin semuanya, Aku ambil dulu ya kebawah"
"Jangan lama-lama, nanti aku kangen"
PLAAAKKK
"Aw, sakit, Ra"
"Mana ya tutupnya" gumam ibu tiga anak itu di dapur mencari tutup toples yang baru ia cuci saat siang
"Kok gak ada, biasanya disini"
Melisa mencari sampai akhirnya ia menemukannya juga, di tangannya kini ada satu piring kue dan satu toples cemilan untuk teman Reza menonton film.
"Ya ampun, aku sampe lupa" langkahnya terhenti saat ia melihat bungkusan di meja dekat jejeran piala si kembar.
"Aku mau kasih ini buat Meera"
Melisa melanjutkan langkahnya lagi menuju kamarnya tak lupa ia juga membawa bungkusan tersebut.
"Mas, aku ke kamar adek sebentar, gak akan lama kok jadi kamu gak mungkin kangen, ok!"
Reza tertawa, sambil meraih tubuh langsing istrinya.
"Kalo gak adanya lebih dari enam puluh detik aku pasti kangen" Reza Melu mat habis bibir ranum istrinya tanpa ampun.
"Kebiasaan ih" Melisa mendorong Reza yang masih tergelak.
"Gak butuh cemilan, udah kenyang" godanya sambil menyentuh bibir Melisa.
__ADS_1
"Au ah" wanita itu menepis tangan Reza dan berlalu pergi.
CEKLEK
"Dek...." Melisa membuka pintu kamar anak bungsunya dengan pelan.
Kedua bungsu Rahardian itupun menoleh ke arahnya
"Belum pada tidur?" tanya Melisa saat masuk dan mendekat
"Belum mah, lagi nemenin Aunty ngelamun" jawab Cahaya yang duduk di sebelah Auntynya.
"Ada apa kak?" Tanya pelan Ameera dengan muka kusut berantakan.
"Kamu belom mandi juga sih, dek"
Ameera menggeleng kan kepalanya.
"Ya ampun, kamu kenapa sih?" Melisa mengusap pipi mulus adik iparnya itu
"Kamu mandi ya, nih kakak beli ini tadi di restaurant" Melisa memberikan bungkusan tadi pada Ameera.
"Apa ini?" tanya gadis pirang itu.
"cemilan, enak deh kamu cobain ya"
Ameera meraih isi dari bungkusan tersebut ia membulak balikannya dengan bingung.
"Apa sih, item item gini?"
" Dendeng daging kambing"
.
.
.
.
" Hhuuaaaaaaaaaa"
"Daddy......."
"Mommy Benci kambing!!!!"
,🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉***
Hari momy sama Daddy lagi ada drama embe ya?
__ADS_1
like komen nya yuk ramai kan ♥️♥️