![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️❣️❣️❣️
"Siapa kamu?"
Seorang wanita berpenampilan rapih dengan rok setengah paha juga blazer yang melekat di tubuh langsing tingginya berdiri di ambang pintu menatap Ameera dengan tatapan heran juga bingung.
"Kamu siapa?, sedang apa disini?" wanita itu mengulang pertanyaannya sambil berjalan mendekat kearah Ameera yang masih diam tak menanggapi.
"Ini Mommy tata, Tante" ucap Mitha dengan polosnya, kedua tangan mungil itu masih melingkar di perut rata Ameera.
"Mommy?"
CEKLEK
Semua mata langsung tertuju pada pria yang baru saja datang, tampang lusuhnya kini berubah menjadi lebih segar begitu pun dengan pakaiannya yang tak lagi memakai kaos dan celana pendek, tentu Ameera menatap Ricko dengan banyak tanya di hatinya.
.
.
"Aku gak bisa lama-lama, Rick" ujar wanita tadi saat Ricko mendekat Kemudian memberikan tas berwarna hitam pada Ricko.
"Ya, terima kasih" sahut Ricko sambil tersenyum.
"Tante, pulang ya cantik, cepet sembuh nanti kita main lagi, ok" Wanita itu berpamitan sambil mengelus kepala Mitha yang masih menempel di dada Ameera.
Tak ada basa basi sedikitpun pada Ameera membuat gadis pirang itu kesal saat melirik ke arah Ricko yang nampak biasa.
"Hati-hati di jalan, hubungi aku jika ada masalah" pesan Ricko di ambang pintu.
"Tentu, dan.... sepertinya aku perlu bicara denganmu nanti" lirikan mata si wanita jelas mengarah pada Ameera, gadis itu tentu tak tinggal diam, ia malah balik menatap dengan sorot mata bagai elang.
__ADS_1
"Ya, saat nanti aku punya waktu lengang, hari ini sampai besok aku akan fokus pada Mitha"
Wanita itu mengangguk, lalu melambaikan tangannya pada Mitha sebagai salam perpisahan.
.
.
Ricko yang sepertinya sangat santai tak peka dengan diamnya Ameera, ia malah mengajak gadis itu terus mengobrol meski hanya di Jawab Ya dan Tidak.
Sampai akhirnya dokter datang untuk memeriksa Mitha.
"Bagaimana, dok?" tanya Ricko.
"Demamnya sudah turun, besok sudah bisa pulang kerumah asal rutin minum obat dan juga vitamin"
"Baiklah terima kasih" ujarnya saat dokter tersebut berpamitan Keluar.
"Iya, sini Mommy peluk"
Ameera ikut merebahkan tubuhnya di ranjang yang cukup besar bersama Mitha, anak itu benar-benar tak lepas dari Ameera sedikit pun membuat Ricko sungguh sangat terharu dan tenang.
Melihat Mitha sudah mendengkur halus sepertinya ia ada waktu sedikit untuk membuka laptop yang tadi dibawa oleh wanita cantik, memeriksa sedikit pekerjaan yang mendadak hari ini ia tinggalkan.
Sesekali iapun melirik ke arah Ameera, gadis pirangnya itupun sepertinya ikut terlelap, keduanya saling memeluk seakan memberi rasa aman.
Hari beranjak siang, perut yang tadi hanya di isi sarapan kini mulai meminta di manjakan lagi, tak ingin mengganggu Ameera akhirnya ia berinisiatif memesan berbagai macam makanan via aplikasi Online dari ponselnya.
Tak menunggu lama, hanya tiga puluh menit kini empat bungkusan besar sudah ia terima dan diletakan di atas meja siap untuk di santap.
Tugasnya kini membangunkan Ameera yang terlihat semakin lelap tertidur meski sudah hampir dua jam lamanya.
__ADS_1
"Kamu kalo malem gak suka tidur kali ya, perasan sering banget tidur kalo siang" gumam Ricko yang kini duduk di tepi ranjang.
"Mom..." tangannya mengelus pipi putih mulus Ameera.
"Mom.. makan dulu yuk"
Ameera bergeliat saat ia rasa ada yang memainkan daun telinganya , tentu itu kelakuan Ricko yang menggesekkan ujung hidungnya.
.
.
.
.
.
.
Makan dulu yuk, atau kamu yang mau aku makan?
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
Lo Abang duda apa Sumanto 🤭🤭🤭🤭
takut ah.... 🙄🙄🙄🙄
Like komen nya yuk ramai kan ❤️
__ADS_1