Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 102


__ADS_3

❣️❣️❣️❣️❣️


Enggak ah, besok aja jadi pacarnya, ini mah udah


malem!!!


Dengan santai Ameera melangkah masuk kedalam salah satu kamar, mengunci pintunya saat Ricko mencoba menahan dengan tangannya.


"Mom, kok di kunci sih!" Ricko menggedor dengan keras sambil terus memintanya membuka pintu.


"Mom.. aku masih kangen, ayo buka!"


Ameera yang sudah sangat lelah langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, ia tak perduli lagi pada pria yang kini masih setia berdiri menunggunya.


"Tidur, Dadd.. udah malem!" sahutnya yang sudah berada di bawah selimut.


Ricko meninju udara dengan rasa kesal, niat hati untuk menghabiskan malamnya bersama Ameera harus terhalang oleh pintu yang tertutup rapat.


"Pacaran sekarang sama besok apa bedanya sih" umpat nya kesal.


Tubuh tinggi besarnya kini ia baringkan di sofa karna rasa kantuk belum sama sekali ia rasakan, apalagi guyuran air dingin dari atas kepalanya saat mandi seketika menyegarkan tubuhnya yang lelah.


ia menatap kosong langit langit ruangan apartemennya, sedangkan otaknya justru memutar kembali perjalan cintanya selama ini.


Satu wanita yang dulu amat ia kagumi dan satunya lagi tentu sang istri yang kini sudah tiada tapi siapa sangka kali ini hatinya berlabuh pada sosok gadis cantik yang memiliki kepribadian terbuka kadang membuatnya begitu bahagia namun sedetik kemudian langsung mengubah suasana hatinya menjadi kesal.


*****


Ricko yang tertidur di atas sofa harus dikagetkan oleh getar ponselnya yang tak kunjung berhenti di atas meja.


Ia bergeliat sedikit untuk merenggangkan ototnya, dengan mata sedikit terbuka ia mulai meraih benda pipih itu.


Danish...

__ADS_1


"Hallo, ada apa?" tanya Ricko dengan malas.


"Maaf pak saya menganggu malam-malam begini, saya mau memberitahu kan jika Club DragonFly dan restaurant Paramitha di kota A ludes terbakar di waktu yang bersamaan!" jelas Danish dengan suara bergetar menahan rasa panik dan takut.


"Apa!!!" pekik Ricko yang langsung bangun dari tidurnya.


"Kenapa bisa terbakar?, ada apa?" tanya Ricko, ia benar benar tersentak kaget.


"Polisi sedang memeriksanya, Tuan"


"Saya kesana sekarang!"


Ricko menutup teleponnya kemudian bergegas masuk kedalam kamarnya sendiri mengambil jaket dan kunci mobil, namun Langkahnya terhenti tepat di depan pintu kamar yang di huni Ameera.


"Mom... " panggilnya pelan dengan mengetuk pintu secara halus, sadar jika ini masih terlalu pagi jika harus membangunkannya.


"Mom, aku pergi sebentar ya. Maaf!" ucapnya lagi dengan lirih, ada rasa bersalah jika harus meninggal kan Ameera tanpa pamit secara langsung.


Ricko benar-benar pergi, ia membawa rasa takut yang luar biasa, langkah panjangnya dengan cepat membawanya sampai ke parkiran mobil.


Kini ia melajukan kereta besinya itu menuju Club' malam miliknya yang hangus terbakar.


Pikirannya mulai bercabang kesana kemari, tentang sebab dan akibat masalah yang ia alami sekarang


CEKLEK


Ameera membuka pintu kamarnya setelah membersihkan dirinya di dalam kamar setelah bangun dari tidur lelapnya.


Ia mengedarkan pandangannya mencari sosok pria yang selalu membuat hatinya berdebar hebat.


"Dadd!" panggil Ameera sambil mengetuk pintu kamar Ricko.


"Dadd, kamu masih tidur?, udah siang loh"

__ADS_1


Gadis pirang itu terus berteriak sambil menggedor terus menerus dari pelan sampai kasar, hingga akhirnya ia memutuskan untuk membukanya sendiri.


"Daddy...."


"Loh, kok gak ada"


Ameera masuk walau ragu, melihat tempat tidur yang rapih seperti sama sekali belum tersentuh membuat ia mengernyitkan dahinya.


"Daddy....kamu dimana sih?" lagi lagi ia berteriak, karna sama sekali tak menemukan Ricko dimana pun.


Gadis itu kembali masuk kedalam kamarnya untuk mengambil ponsel, menggeser layarnya lalu mencari nama kontak My Daddy..


Tapi belum sempat ia menelepon, ternyata ada satu pesan dari Ricko yang belum ia baca.


*MyDaddy


[Maaf, Mom.. aku ada urusan mendadak dan pergi tanpa pamit padamu. akan ku usahakan pulang secepat mungkin... Dari aku yang akan mungkin akan sangat merindukanmu]


Ameera melempar ponselnya, Ia tak tahu harus kesal sedih atau senang karna akhir kalimat Ricko yang begitu romantis baginya


"Huft, untung semalem belum gue terima jadi pacar!"


gerutu Ameera yang duduk di tepi tempat tidur menahan geram, baru semalam pria itu melambung kan hatinya tapi setelah itu langsung menghempaskan nya ke dasar jurang kekecewaan.


"Kakak, aku ditinggal pas lagi sayang sayang nya!!!"


💕💕💕💕💕💕💕💕


Ngadu secara langsung berani gak Meer? 🙈🙈🙈


Pasti di belai kok tenang aja😂😂😂


Like komen nya yuk ramai kan ♥️♥️

__ADS_1



__ADS_2