Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 35


__ADS_3

❣️❣️❣️❣️


"Aku Takan melepasmu, apapun yang terjadi"


Bunga menguatkan hatinya sendiri, ia percaya apa yang ia genggam saat ini akan selama nya ia miliki.


Mereka berjalan kembali menuju lift khusus yang langsung menuju lantai dimana kamarnya berada kini.


Keduanya terdiam di dalam kotak besi itu sampai akhirnya pinta terbuka lebar.


TRIIIING..


"Masuklah lebih dulu, aku ada urusan sebentar" ucapan yang membuat Bunga terkejut.


"Ba--_baiklah" jawabnya terbata lalu melengos pergi meninggalkan Ricko yang masih berdiri di depan pintu lift.


Meski ragu, akhirnya ia juga membuka pintu kamar hotelnya, melepaskan high heels kemudian menyimpannya ke sembarang arah. Bunga mendengus kesal karna harus sendiri lagi di ruangan yang sangat Sangat luas ini.


.


.


"Aku lelah sendiri!" gumamnya sambil menatap langit-langit ruang tengah yang begitu mewah karena ada lampu gantung yang menjuntai indah ke bawah.


Rasa bosannya ia alihkan untuk berendam air hangat di bathtup, bermain busa yang sudah di tetes kan sedikit aroma terapi berbau lavender.


"Jika aku harusnya melepasnya malam ini, tentu akan ku berikan tapi......"


Gadis cantik yang kini polos tanpa apapun itu menggantung kata-katanya.

__ADS_1


"Apa kak Ricko mau menyentuh ku?, apa kami bisa melakukannya meski jelas-jelas aku bukan istri yang ia inginkan?"


"Ah.. tidak.. tidak!!, Laki-laki bermain dengan logikanya bukan dengan hatinya, mana mungkin jika aku menyodorkan tubuh mulusnya kak Ricko akan menolak?"


Bunga membuang nafasnya kasar, ia memejamkan matanya rapat-rapat.


"Jika dia menolak ku, bagaimana?, bukan hanya rasa sakit hati yang kurasakan tapi rasa malu yang tentunya sampai ke ubun-ubun!" ucapnya di iringi tawa yang seakan mengejek dirinya sendiri.


Cukup puas bermain-main dengan busa dan berendam yang hampir memakan waktu empat puluh lima menit akhir Bunga membilas tubuh polosnya hingga bersih sampai bau harum sabun sangat menusuk indera penciuman nya sendiri.


.


.


.


BRAAAAKKK


Pintu kamarnya di buka dengan begitu keras sampai membuat Bunga terlonjak kaget, baju tidur tipis yang ia kenakan pun otomatis tersingkap karna tubuhnya reflek bangkit dengan tiba tiba.


"Kakak!" pekik Bunga dengan jantung yang hampir copot.


Ricko yang berdiri di ambang pintu dengan mata merahnya langsung masuk tanpa persetujuan Bunga.


"Kak, ada apa?" tanya Bunga saat Pria itu semakin mendekat kearahnya.


BUGH..


Tanpa aba aba tubuh tinggi besar Ricko menindih Bunga yang berperawakan langsing dan kecil.

__ADS_1


Ia menenggelam kan kepalanya di ceruk leher Bunga yang harum dan putih mulus.


"Kakak.."


Gadis cantik itu mulai merasa aneh di sekujur tubuh nya saat hidung mancung suaminya terus bergesekan di belakang telinganya, hingga ******* tak kuat lagi ia tahan.


Ricko bangkit dari atas tubuh istrinya, membuka satu persatu kancing kemejanya lalu melepas kan dan membuangnya ke sembarang arah.


Ia menyeringai puas saat melihat tubuh bunga yang dibawah Kungkungan nya itu banyak terdapat kemerahan.


.


.


"Aku ingin, apa kamu mau memberinya?" tanya Ricko dengan deh nafas berat.


.


.


"Lakukanlah sesukamu, kak!!"


.


.


.


🍩🍩🍩🍩🍩🍩🥒🥒🥒🥒🥒🥒🥒🥒🥒

__ADS_1


__ADS_2