Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 138


__ADS_3

❣️❣️❣️❣️


Hari yang di takuti Ameera benar-benar datang, Ricko menjemputnya dirumah usai makan malam, pria itu datang dengan tampilan santai namun tetap rapih tentunya tetap tampan dimatanya.


"Saya izin bawa Ameera keluar dulu, Om, Tante"


"Iya, hati-hati dijalan dan jangan pulang larut malam" pesan papa pada pria yang akan membawa putrinya itu.


"Baik, om"


Ricko dan Meera bergegas keluar menuju mobil yang di parkir di garasi.


Selama perjalanan gadis pirang itu lebih banyak diam, ia hanya memainkan jari jari tangannya di atas paha Ricko yang paham dengan apa yang di dirasakan kekasihnya itu hanya tersenyum kecil.


"Gugup ya?" tanya Ricko yang membuat Meera menoleh kearahnya.


"Banget, aku takut."


Ricko menepikan mobilnya sejenak untuk menenangkan Meera sebelum sampai dirumah yang sudah terlihat gerbang komplek elitr tempat orang tua nya tinggal.


"Sayang, mama gak mungkin macam-macam, jadi tenangkan hatimu, Ok"


"Hey, kamu aja kemarin ketemu papa gugup kan Padahal sering ketemu, gimana aku yang gak tau sama sekali orangtuamu" dengus Meera kesal.


"Aku gugup karna mau minta anak gadisnya, Mom"


"Sama aja!" jawab Meera, tangannya begitu dingin dan gelisah.


"aku mencintaimu, sangat-sangat mencintaimu"


"aku tahu, Dadd!" kekeh si gadis pirang, selama bersama Ricko ia selalu di hujani kata cinta dari pria berstatus duda itu.


Ricko mencium tangan Ameera kemudian menjalankan lagi mesin mobilnya, Ia tahu bahwa orangtua dan anaknya sedang menunggu ia membawa calon istri yang Ricko pilih.


***


Pria berlesung pipi itu mengangguk saat Ameera belum juga mau turun dari dalam kereta besi mewahnya, Ricko mencium keningnya sambil berbisik pelan namun begitu menyakinkan.

__ADS_1


"Gak apa-apa, semua baik-baik aja, Ok"


Meera menarik nafas dalam-dalam kemudian membuangnya secara kasar berkali-kali untuk menormalkan detak jantungnya yang tak karuan.


Ricko menggandeng tangan calon istrinya itu untuk masuk kedalam rumah orangtuanya yang tak kalah mewah dari rumahnya.


"Mommy....." teriak Mitha dari ujung tangga membuat Ameera selalu reflek merentangkan kedua tangannya.


"Duh, sayangnya Mommy, apa kabar?"


"Baik, Tata kangen Mommy banget" ucapnya manja seperti biasa.


Meera memeluk calon anak sambungnya itu saat ada wanita yang berpenampilan bak sosialita datang menghampiri mereka yang masih di ruang tamu.


"Selamat malam, Tante" sapa Meera yang bisa langsung ia tebak jika itu adalah mama Ricko.


"Malam" jawabnya datar dengan wajah datar tanpa ekspresi apapun.


"Silahkan masuk"


Mama mempersilahkan semuanya duduk di ruang tamu yang luas dengan guci yang berjejer rapih, begitu banyak hiasan yang membuat ruangan itu nampak ramai di sekelilingnya.


Dan tak berselang lama, pasangan suami istri itu kembali dengan mama yang mendorong pelan papa yang duduk di kursi roda seperti biasanya.


"Perkenalkan dia pada mama" pinta wanita itu pada anaknya setelah semua berkumpul.


Ricko menoleh ke arah Meera, ia genggam tangan gadis itu dengan tangan halusnya.


"Namanya Ameera, Mah, Pah" Ucap Ricko mengawali perkenalannya.


"Dia anak bungsu keluarga Rahardian, papa pasti kenal karna kita beberapa kali bekerja sama dengan mereka"


Papa hanya mengangguk dan tersenyum ke arah Ameera yang sedikit menunduk, jantungnya masih berdebar hebat saat ini.


"Kami bersama sudah satu tahunan ini, kami saling mencintai dan ingin lebih serius. Aku datang bersamanya ingin meminta restu mama dan papa untuk hubungan kami"


Papa dan mama saling pandang, Raut wajah papa jelas berbeda dengan mama, ia lebih hangat seperti menerima kehadiran Meera, tapi tidak dengan wanita di sebelahnya yang masih tampak dingin dan acuh padanya.

__ADS_1


"Kalian sudah dewasa, sudah tau mana yang terbaik asal Ameera juga bisa menerima Mitha, papa hanya bisa mendoakan yanh terbaik untuk kalian" jawab papa dengan suara lembut.


"Terima kasih, Om. saya menyayangi Mitha dan akan merawatnya" balas Meera mencoba meyakinkan dua pasangan paruh baya di depannya itu.


"Baiklah, memang itu yang di butuhkan Mitha"


"Mah, aku minta izin menikah lagi" pinta Ricko pada wanita yang melahirkan nya itu.


"Mama izinkan kalian menikah tapi dengan satu syarat" tukas mama dengan senyum kecil penuh arti.


"Mama mau syarat apa dari kami?"


" Jangan pernah bawa Mitha, mama tak mau dia di urus oleh ibu tiri" kata mama dengan ketus serta tatapan tajam kearah Meera.


.


.


.


.


.


.


.


"Apa anda yakin Mitha akan lebih memilih tinggal dengan anda dari pada dengan saya?"


🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉


Cih...


makin gak di ACC Lo jadi mantu, Meera!!!!!!


bar-bar banget dah ah 🤣🤣🤣🤣

__ADS_1


Like komen nya yuk ramai kan ❤️


__ADS_2