![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️❣️❣️❣️❣️
Apa anda yakin Mitha akan lebih memilih tinggal dengan anda dari pada dengan saya?"
Ketiga orang yang berada di dekatnya tentu terkejut dengan jawaban yang mereka dengar.
"Tata mau sama Mommy, main sama Mommy terus bobo sama Mommy" ucap bocah yang kini sudah berusia empat tahun itu
"Tata nanti sekolah di anter Mommy juga ya" tambah Mitha dengan wajah penuh harap
"Siap sayang, siapa takut!" jawab Ameera sambil melirik kearah calon mertua dengan senyum kecil di ujung bibirnya.
"Daddy, ayo pulang" rengek Tata, rasa kantuk sepertinya sudah menyerang bocah menggemaskan itu.
"Iya, Sayang. kita pulang ya"
Mama yang sudah sangat geram langsung bangun dari duduk kemudian berlalu ke kamarnya tanpa berbicara apa-apa lagi, membuat suasana kembali tegang dan hening.
"Pah, kami pulang" pamit Ricko sambil menggendong putri semata wayangnya.
"Iya, hati-hati dijalan"
"Om, Meera pamit. Mohon maaf jika sikap Meera tidak sopan" ucapnya penuh sesal.
"Tak apa, jika kalian menikah nanti memang seharusnya Mitha ikut dengan kalian, kan?, jangan hiraukan ucapan Mama" pesan papa pada calon menantunya itu.
"Papa merestui kami?" tanya Ricko.
" Kenapa tidak?, menikah lah secepatnya. Bangun rumah tangga yang lebih baik"
Ricko memeluk papanya yang memang tahu bagaimana hubungannya dulu bersama Bunga, Papa satu-satunya orang yang memahami perasaan dan posisi Ricko selama menjadi suami.
"Terimakasih, Pah"
__ADS_1
.
.
Usai berpamitan ketiganya pulang ke apartemen karna Ricko masih menginginkan gadis pirangnya itu bersamanya.
Mitha benar-benar terlelap dalam dekapan Ameera di sepanjang perjalanan, dan ketika sampai di lobby bocah cantik itu sudah berpindah ke pelukan Daddy-nya.
Ameera menyelimuti tubuh kecil Mitha dengan selimut tebal berwarna biru bergambar lumba-lumba, Ia begitu lelap sampai terdengar dengkuran halus.
"Selamat tidur, bermimpilah yang indah" Meera mencium kening calon anak sambungnya dengan penuh kasih sayang, Ricko yang melihatnya di ambang pintu tentu sangat terharu.
Tenang lah disana, jangan khawatir kan Mitha, Karna ia sudah menemukan sandaran hatinya yang tak pernah kamu berikan selama ini.
*****
Meera terkejut saat melihat Ricko sedang tersenyum kepadanya, lesung pipi yang terlihat jelas di wajah tampannya itu membuat ia langsung berhambur memeluk kekasihnya.
"Aku lebih mencintaimu, Mom" sahut Ricko sambil mencium pucuk kepala Ameera.
keduanya keluar dari kamar Mitha menuju ruang tv, mereka duduk saling berpelukan tak ada satupun yang mau melepasnya.
"Mau anter aku pulang Kapan?" tanya Meera saat melirik benda penunjuk waktu yang menempel di dinding sudah lebih dari jam sepuluh malam
"Akunya masih kangen!" bisik Ricko.
Kini bibir lembutnya sudah menempel pada bagian tubuh perpotongan leher Ameera, ia menyesapnya dengan sangat pelan dan lembut karna tak ingin meninggalkan jejak apapun disana walau ia ingin melakukannya.
berdekatan dengan Ameera adalah godaan terberatnya, karna gadis itu sering menolak dan merajuk kesal jika Ricko mulai melebihi batasannya.
Hanya Kening dan dua Pipinya yang boleh di sentuh, dan leher adalah tempat bonus untuknya sesekali.
"Mom.." bisiknya lagi dengan suara berat dan nafas seperti tertahan.
__ADS_1
Meera sampai terkejut saat ia menyentuh leher Ricko yang ternyata sedikit basah Karna keringatnya sendiri.
"Udah, Dadd. Nanti kebablasan" ujar Meera mengingatkan.
"Kenapa?" tanyanya sambil memainkan daun telinga kekasihnya itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
" Akunya geli, berasa banget itunya!"
🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉
Rudalmu siap nembak ya bang😂😂😂😂
Ada yang kangen?
like komen nya ya ramaikan ♥️
__ADS_1