Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 16


__ADS_3

❣️❣️❣️❣️


Pulang?


Kemana malam ini ia akan mengakhiri malamnya.


Apakah ia harus Kembali kerumah mewah yang disana ada anak dan istrinya yang menunggu?


atau lebih memilih tidur sendiri di apartemen yang sunyi seperti malam malam yang selama ini ia lalui?


Ricko terus melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Matanya fokus pada jalanan tapi tidak dengan pikirannya apalagi dengan hatinya.


Jika tidak ada Mitha di rumah itu mungkin ia tak lagi ingin menginjak kakinya.


Perasaannya semakin lelah saat ia harus bersikap manis dan baik baik saja ketika dihadapan banyak orang, seakan menunjukan bahwa ia adalah suami sempurna bagi Bunga, ibu dari kedua anaknya.


Setelah memarkirkan mobilnya, ia bergegas masuk kedalam gedung pencakar langit miliknya sebuah kantor besar yang menjadikan ia sebagai seorang CEO muda yang terkenal sedikit Arogan pada lawan bisnisnya.


.


.


"Semua sudah beres?" tanya Ricko pada sekertaris nya


"Beres, pak. Semua dokumen sudah ada di atas meja kerja Anda, hanya tinggal di tanda tangani saja" jawab sekertaris nya yang bernama Hana.


"Baiklah, terima kasih. Saya pulang terlambat nanti jadi kamu bisa pulang duluan saat jam pulang kantor"

__ADS_1


Hana tersenyum senang, pasalnya ia sering kali di pinta kerja lembur hanya untuk menemani Ricko menyelesaikan pekerjaannya, meski alasan sesungguhnya ia hanya tak ini pulang kerumah sebelum larut malam.


Ricko duduk diatas kursi kebesarannya, mulai meraih ballpoint dan siap menandatangani semua berkas yang sudah di susun rapih oleh Hana.


Fokusnya teralihkan saat ia sadar langit mulai menggelap, sinar rembulan samar-samar masuk kedalam ruangannya.


Ricko meletakkan ballpoint dan menutup layar laptopnya yang sedari tadi menyala.


"Sudah malam ternyata" gumamnya saat melirik jam di pergelangan tangannya, kini waktu sudah menunjukan pukul tujuh malam, ia bangkit dari duduknya melepas kan jas yang ia kenakan sedari tadi, kini hanya tersisa kemeja putih yang melekat di tubuh lelahnya. Ricko berjalan menuju jendela besar yang langsung memperlihatkan betapa indahnya jalanan ibu kota dengan ribuan lampu kendaraan di malam hari.



Pria tampan yang menyembunyikan banyak penyesalan itupun membuang kasar nafas beratnya,


Pikirannya langsung tertuju pada gadis cantik pujaan hatinya, Mitha.


Ia langsung meraih kunci mobilnya, keluar dari kantor menuju arah pulang, pulang demi buah hatinya.


.


.


.


Sampai dirumah suasana begitu sepi, Rumah dua lantai itu bagai tak bernyawa tak ada kehangatan keluarga di dalamnya.


Ricko langsung menuju lantai dua dimana kamar putri kecilnya berada, Masuk dan kemudian menghampiri nya, di usapnya pipi bulat Mitha yang kemerahan.

__ADS_1


Gadis manis yang sangat cantik.


**


"Kak..."


Langkah Ricko terhenti di ujung tangga saat ia baru saja berniat menuruninya, merasa terpanggil iapun menoleh ke arah suara lembut yang tak pernah menggetarkan hatinya.


"Hem, ada apa?" tanyanya pada Bunga, wanita yang sedang hamil lima bulan yang kini terlihat lebih berisi.


"Tidurlah denganku" pintanya lirih, karna ia tahu kemana arah Suaminya pergi jika sudah menemui Mitha di kamarnya.


"Baiklah, tunggu aku di kamar" ucapnya pasrah, sudah hampir tiga bulan mereka tak pernah tidur bersama, mungkin malam ini saatnya Ricko memberikan kewajibannya pada sang istri.


Bunga mengangguk sambil tersenyum, ada rona bahagia di wajahnya yang jelas sedang mendamba Suaminya.


***Pasti... aku akan menunggu di kamar kita,!!!!


🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉***


Hareudang...eh.. hareudang 😂😂😂


Sama gak ya Pikniknya ala ala babang Reza 🤭


Atau lebih hot hot pop saat sang Ular mulai mengobrak-abrik sarangnya untuk menyemburkan bisa?


Yuk.di like komen nya..

__ADS_1


biar lanjut ke part anu anu 🤧🤧🤧


__ADS_2