![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️❣️❣️❣️
Ricko menghentikan mobilnya di depan pagar sebuah rumah berlantai dua yang kini sudah jauh berbeda, Renovasi di banyak bagian membuat rumah itu kini lebih modern namun tetap dengan halaman dan kebun sayur yang amat luas.
"Ini rumahnya?" tanya Ricko.
"Iya, aku turun sebentar ya"
Ameera turun dari mobilnya untuk membukakan pagar karna Bella sudah kembali terlelap bersama Mitha.
Tok tok tok
Gadis pirang yang sudah nampak lelah itu mengetuk pintu dengan sedikit keras agar segera di bukakan pintunya.
CEKLEK
"Ameera, malem banget!" kata Aby, pria beranak dua yang dulu pernah tinggal bersama Melisa saat di panti asuhan.
"Iya, banyak mampir nya"
"Ya udah ayo masuk, mana Bella?" tanya Aby lagi.
"Ada di mobil, kak"
Ameera kembali ke mobil Ricko agar mobilnya segera di masukkan ke dalam garasi.
"Gak usah disini aja, Mom" kata Ricko saat Meera masuk lagi kedalam mobil sekalian membangunkan Bella.
__ADS_1
"Kenapa?, muat kok di garasi"
"Aku nginep di hotel aja, gak enak sama keluarga kamu"
Ameera mengernyitkan dahinya, hotel memang tak begitu jauh dari sini, tapi bagaimana dengan Mitha?, apa bocah itu mau?, pikirnya.
"Gak apa-apa, aku udah bilang kok sama kak Aby kalo aku bawa kamu juga Mitha"
Ricko menggeleng, tetap pada pendiriannya menolak ajakan Meera untuk ikut tinggal bersama di rumah eyang.
"Aku gak bisa, Mom"
Ameera mengangguk pasrah, kini ia menoleh ke kursi belakang dimana Mitha dan Bella masih terlelap.
"Tata sama aku ya" pinta Meera pada Ricko.
Pria itu diam sejenak untuk mempertimbangkan keinginan gadis pirangnya lalu kemudian mengangguk setuju.
Ameera kembali turun bersama Ricko, menyapa Aby yang masih berdiri di teras rumah eyang.
"Malam, saya Ricko" sapanya dengan sopan.
"Iya malam, saya Aby"
Keduanya bersalaman saling memperkenalkan diri kemudian Aby kembali masuk setelah mempersilahkan Ameera dan Ricko masuk karna Bella sudah lebih dulu ke kamarnya menerus kan bermimpi dan membuat pulau pribadi.
Ricko masuk dan berjalan ke lantai dua sambil menggendong Mitha dalam dekapannya, anak perempuan cantik itu sama sekali tak bangun meski sudah dipindah kan kedalam kamar.
__ADS_1
"Telepon aku jika Mitha rewel ya" pesan Ricko sebelum ia pergi ke hotel.
"Iya, tapi rasanya Mitha gak akan nyariin kamu selagi ada aku, haha" kekeh Ameera dengan percaya dirinya.
"Hem, kamu udah bikin kami jatuh cinta dengan rasa nyaman yang kamu berikan, terima kasih" ucapnya sambil meraih tangan lembut Ameera.
"Aku cuma kasih perhatian sama rasa sayangku buat Mitha" jawab Ameera, tak sedikit pun ia menepis genggaman Ricko.
"Sama aku?, Aku juga butuh itu, Mom" pintanya lirih jujur pria itu memang haus belaian kasih sayang wanita yang membuat ia nyaman dan ia mendapatkan itu dari Ameera.
Ameera hanya tersenyum tanpa menjawab, meskipun ia begitu terbuka dengan perasaannya dan sering memberi Ricko kode-kode yang mengarah pada hatinya tapi tak sedikitpun ia berniat mengungkap rasa cinta nya lebih dulu di hadapan pria beranak satu itu terlebih mengingat Ricko baru saja beberapa hari menyandang status Duda, Meera sadar keluarga mereka bukan dari kalangan biasa lambat-laun semuanya pasti terbongkar dan ia belum siap akan hal itu.
.
.
.
Tunggu aku menghalalkanmu!
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Iya bang, kita siap jadi team hip hip hore saat belah duren,, eh.... 🤭🤭🤭
saat ijab kabul maksudnya 😂😂😂😂
Like komen nya yuk ramai kan..
__ADS_1
Ujan gak disana?
Tangerang dari semalem nih🌧️🌧️🌧️🌧️