Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 68


__ADS_3

❣️❣️❣️❣️


Setelah mendengar penjelasan Kedua polisi Ricko duduk di kursi tunggu yang di sediakan pihak rumah sakit tepat di depan ruangan Bunga di rawat.


"Keluarga korban?"


Ricko terlonjak kaget karena sedikit melamun.


"Saya suaminya, sus" jawab Ricko yang langsung bangun dan menghampiri seorang perawat berbaju putih itu.


"korban dalam keadaan kritis, bisa ikut saya keruangan dokter?"


"Baik, sus"


Ricko berjalan mengekor di belakang suster tersebut perasaan takut semakin menyelimuti hatinya, perkiraan buruk tak henti-henti merasuk dalam pikirannya.


"Selamat malam" sapa seorang dokter tua berkaca mata.


"Malam dok, bagaimana istri saya?"


"Keadaan korban cukup parah, benturan di kepalanya membuat Kandungannya kontraksi secara mendadak karna terkejut, belum lagi perutnya juga mengalami benturan yang lumayan hebat, maka disini kami menyarankan untuk Opera Cesar secepatnya" kata si dokter menjelaskan kondisi Bunga saat ini.


"Lakukan yang terbaik, dok" pinta Ricko penuh harap.


"Karna keadaannya sangat beresiko, kami beritahukan lebih dulu hal paling buruk yang mungkin terjadi, jika hanya salah satu yang bisa kami selamatkan, anda selalu pihak keluarga yaitu suaminya akan memilih istri atau anak anda?"

__ADS_1


Ricko terdiam, bagaimana mungkin ia langsung di hadapkan pada pilihan di dalam suasana genting seperti ini, tentu otaknya tak bisa bekerja sama dengan baik.


"Pak, tolong cepat putuskan dan tanda tangani surat pernyataan ini"


Suara dokter tadi membuyarkan lamunan Ricko, ia melihat pria di hadapannya itu menyodorkan sebuah kertas dan ballpoint.


" Selamatkan istri saya, utama kan ia lebih dulu"


Hati dan bibirnya mantap mengucapkan keputusannya yang akan lebih memilih Bunga, meski jauh dari dasar hatinya ia ingin keduanya.


Ricko menandatangani surat tersebut dengan bergetar, Tak pernah sedikit pun kejadian seperti ini terlintas dalam otaknya, dia terlalu yakin jika semua akan berjalan dengan baik sampai waktunya nanti tiba.


Ia dan dokter serta satu suster kembali ke ruangan Bunga, membawa wanita yang sudah tak sadarkan diri itu ke ruang operasi untuk menjalani proses melahirkan dini karena memang usia kehamilannya belum genap delapan bulan.


Ricko menunggu dengan gelisah, duduk dan bangun Sudah berkali-kali ia lakukan, waktu seakan lambat sekali berjalan baginya.


Otak dan pikirannya kini benar-benar hanya di pusatkan pada Bunga juga anaknya.


"Suami pasien?" Suara dokter berpakaian Hijau lengkap membuyarka1n lamunan Ricko.


"Saya dokter!, bagaimana keadaan istri dan anak saya?, apa semuanya lancar?" Ricko memberondong sang dokter dengan banyak pertanyaan.


"Kami sudah lakukan yang terbaik, tapi maaf!"


Ricko mundur satu langkah, kakinya lemas seakan tak bisa lagi menopang tubuhnya sendiri.

__ADS_1


"Apa maksudnya?, anak dan istri saya baik-baik saja kan?"


"Tuhan berkehendak lain, Anak dan istri anda tidak bisa kami selamatkan, maaf"


Ricko langsung ambruk di lantai, ia menepis tangan dokter dan suster yang ingin membantunya untuk bangun, Dadanya begitu sesak dengan kepala pusing seakan membawanya berputar putar.


*****


Setelah bisa menguasai dirinya sendiri, Ricko memberanikan diri untuk masuk melihat anak dan istrinya sebelum di persiapkan kepulangannya.


Luka memar jelas terlihat di keningnya, bibir dan wajahnya begitu putih dan pucat.


***Maaf..


selama ini aku begitu keterlaluan padamu.


Aku akui aku banyak bersalah dan sering mengabaikanmu, aku membuat mu masuk dalam permainanku sendiri walau aku tau kamu memang menyukaiku, Tapi yang aku rasa kamu tidak pernah mencintaiku melainkan hanya terobsesi padaku.


Tenanglah disana...


💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦***


Teteh udah sedia baskom depan pintu buat pada nyelawat ya..


yang mau bawa kopi sini merapat 🤣🤭🤭🤭

__ADS_1


buat yang gali kubur😝😝😝😝


Like komen nya yuk ramai kan ♥️


__ADS_2