![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️❣️❣️❣️
Air yang merengek karna bosan akhirnya merayu Ameera untuk membeli ice cream di mall terdekat, ia terus menerus menarik tangan Auntynya tak perduli harus mendapat sorot mata mematikan.
"Males, kak!" tolak Ameera yang hanya ingin bersantai di sofa memainkan ponselnya.
"Emang di kulkas habis?" tanya Bumi pada kakaknya, bocah tampan yang sudah bangun dari tidur nya dan ia kini sedang fokus menggambar tapi merasa terganggu dengan rengekan Air.
"Adanya rasa pisang sama coklat" ucapnya dengan memanyunkan bibirnya sendiri.
"Yang ada aja di makan, gak usah nyari yang gak ada" sahut Ameera.
"Aku mau keluar, ayo telepon mama kita ke mall"
Ameera membuang nafas kasar, ia bangun dari tidurnya dah meraih tubuh si sulung.
"Tapi janji habis beli ice cream kita pulang, Aunty gak mau ya nanti di marahi papa kalian karna Kakak takut hilang" pesan Ameera sebelum menuruti ke ingin Air.
"Iya, kakak janji" ucapnya dengan manis sambil menyodorkan jari kelingkingnya.
Ameera mencoba menghubungi Reza lebih dulu untuk meminta izin, karna bagaimana pun ia tak mungkin pergi membawa si kembar tanpa orang tuanya tahu, apalagi ini ke sebuah mall, sebab biasanya mall akan di tutup jika si kembar datang. Kakak dan papa nya hanya ingin si sulung merasa bebas tanpa harus menabrak orang lain saat mall dalam keadaan ramai pengunjung. Setelah mendapat izin meski hanya satu jam kini Ameera mengubungi Melisa karna Air ingin mereka bertemu disana, tapi sayang kakak iparnya itu menolak karna Cahaya rewel.
.
__ADS_1
.
Kini Ameera menjalankan mobilnya menuju Mall terdekat karna hanya ice cream yang di ingini Air tapi entah lah bocah super aktif itu seringkali meminta hal yang diluar keinginan awalnya.
"Aunty telepon mama gak?, nanti kita ketemuan di mall" tanya Air di tengah perjalanan.
"Enggak, Mama sama omma langsung pulang, adek kan suka lemes kalo abis kontrol" sahut Ameera dengan tangan masih sibuk memutar stir mobilnya.
Sampai di parkiran ketiganya langsung memasuki gedung besar lima lantai itu, Ameera di apit oleh dua bocah tampan berbulu mata sangat lentik, jadi wajar jika mereka sering menjadi pusat perhatian para pengunjung mall.
"Aunty kaya bawa anak dua tanpa suami nih kalo begini" kekeh Air menggoda Ameera.
"Iya dan itu sangat menyebalkan!" balasnya kesal yang langsung membuat Air tertawa.
"Tadi gak mau coklat, itu kakak pilih coklat" kata Bumi yang menunjuk gambar pesanan Air.
"Tadi gak mau, sekarang mau!"
Ameera dan Bumi akhirnya saling pandang kemudian medengus secara bersamaan.
"Huh, Dasar!"
.
__ADS_1
.
Kurang lebih lima menit kini tiga cup besar sudah tersedia di atas meja, Air dan Bumi langsung bertepuk tangan kecil sebelum melahapnya membuat Ameera merasa gemas di buatnya.
"Anak manis" gumamnya pelan.
Ia yang Fokus pada dua keponakannya itu sampai tak sadar jika disisinya kini duduk seorang pria, Air dan Bumi yang merasa heran pun hanya di buat Melongo saat pria itu menempel kan telunjuk di bibirnya sendiri.
"Ehem..." deheman seseorang tepat di telinganya membuat Ameera terlonjak kaget.
"Loh, kamu!"
Pria tersebut tersenyum manis sampai kedua lesung pipinya jelas terlihat yang langsung membuat hati Ameera lumer tumpah ruah.
"Kenapa?, kok kaget!"
.
.
.
kaget lah gue, gak nyangka banget ketemu laki orang disini.
__ADS_1