![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️❣️❣️❣️❣️
" Meera!!"
Sebuah tangan di bahunya serta suara berat mengagetkan Ameera yang masih berdiri melamun di lobby sepeninggal Kekasihnya pergi tadi.
"Kakak, ngagetin aja"
"Kamu ngapain sih, lama banget malah ngelamun disini?" tanya Reza yang heran dengan adiknya.
"Gak ngapa-ngapain, kak, yuk" Meera meraih tangan Reza untuk kembali ke apartemennya.
"Mana paketnya, katanya ketemu kurir?" tanya Reza saat keduanya sudah berada di dalam lift.
"Gak ada." jawabnya dengan salah tingkah.
"Dek, katakan jika ada sesuatu, kakak gak pernah loh begini ke kamu. Rasanya kamu aneh aja bagi kakak" ucap Reza penuh selidik pada adik semata wayangnya itu.
"Aku gak kenapa-kenapa, kakak gak usah khawatirin aku, semuanya ok" sahutnya dengan mengedipkan satu matanya mengisyaratkan jika dia dalam keadaan baik.
"Kakak gak mau kamu bohong, kamu tau kakak gak suka main belakang"
JLEB..
Ameera menelan Salivanya kuat-kuat, ia merasakan seperti sedang menelan biji salak di tenggorokannya.
"Iya Aku tau, kakakku yang paling ganteng nomer satu" kekehnya untuk mencairkan suasana
__ADS_1
"Nomer duanya siapa?" tanya Reza, kini tangan pria itu sudah melipat di dada nya.
"No duanya.. Hem, siapa ya!"
TRIIIIING...
Dengan sedikit berlari gadis itu pergi meninggalkan Reza yang masih berada di dalam lift, dadanya berdegup kencang saat kakaknya itu memberi peringatan kepadanya tadi
Ameera yang sudah masuk kedalam apartemen Reza langsung bergegas ke kamar Cahaya melewati kedua orangtuanya yang masih bersantai dengan yang lain di ruang tengah.
Ia merebahkan tubuhnya di tengah kasur memainkan ponselnya hanya untuk sekedar bertukar pesan dengan Bella walau sebenarnya ia ingin sekali menghubungi Ricko, tapi Meera sadar kalau pria itu kini sedang bersama putrinya, Mitha jauh lebih membutuhkan Ricko dibandingkan dirinya yang tadi sudah bertemu.
Ameera menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya Secara kasar, permintaan Ricko yang begitu mendadak dan terlalu cepat membuat kepalanya kini sedikit berdenyut sakit, hampir tak terasa ia pun memejamkan sejenak matanya
CEKLEK
Justin membuka pintu kamar Chaca setelah mengetuk nya berkali-kali, namun tak ada jawaban sama sekali dari dalam.
Gadis itu terperanjat kaget karna baru saja terlelap.
"Balik lah, gue ada kuliah besok" jawabnya pada Justin yang hanya terlihat hanya kepalanya saja di pintu.
Gadis pirang itu bangun dari tidurnya di tengah ranjang si bungsu, melangkah gontai menyusul Justin yang lebih dulu turun ke bawah
"Gak nginep?" tanya Melissa saat adik iparnya itu berpamitan.
"Gak, kakak aja yuk yang tinggal disana, rumah sepi banget ih.." keluhnya manja di lengan Melisa.
__ADS_1
"Apalagi kalau mama sama papa gak ada, aku sendirian aja dan itu rasanya bosen banget" tatapannya beralih kepada orangtuanya yang seringkali meninggalkan nya ke luar kota bahkan keluar negeri untuk urusan perusahaan atau hanya sekedar jalan-jalan.
"Kamu setiap di ajak gak pernah mau" elak mama sambil terkekeh.
"Aku kan sibuk kuliah mah" sahutnya dengan memanyunkan bibirnya membuat semuanya ikut tersenyum, gadis manja itu memang tak pernah berubah
.
.
.
.
.
.
" Nikah aja sana, terus punya anak yang banyak. Tuh ada bujangan ganteng terus mapan lagi nganggur!
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Wah, si Abang nyuruhnya gak kira-kira 😂😂
bakal ada yang ngamuk ntar..
bisa di bully Lo sama emak emak anak soang 🙄🙄
__ADS_1
Like komen nya yuk ramai kan ❤️😂