![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️❣️❣️❣️
"Kakak tunggu disini, papa mau hubungi seseoorang dulu!!!"
Reza langsung menurunkan si sulung dari pangkuannya membuat Melisa yang baru datang dari dapur merasa aneh.
"Papa mau kemana, kak?" tanya Melisa pada Ay yang sudah menunggunya membawakan makanan.
"Mau hubungin orang, Mah" sahutnya yang kini sudah berjingkrak jingkrak.
"Siapa?" tanya Melisa lagi.
"Gak tau, Abang becak Abang baso Abang somay Abang cendol Abang gorengan Abang bubur yang lagi naik haji Abang kerupuk Abang Abang Abangan kali" jawabnya asal dengan mulut penuh makanan.
"Buat apa?, kan udah pada makan semua" gumam Melisa yang ikut duduk disisi si sulung.
"Mama nanya sama kakak gak akan beres jawabannya" timpal Bumi yang diam-diam memperhatikan sedari tadi.
"Haha, mama lupa sayang" ucap Melisa mencium pipi anak keduanya itu.
"kakak gak di cium sih?" rengek Ay yang tak di cium mamanya.
"Habiskan dulu kuenya"
***
Reza duduk bersandar di kursi dalam ruangan kerjanya, ia melempar ponselnya setelah menghubungi orang yang bertugas mengawasi adik bungsunya itu
"Mana mungkin sih Arfan gak tau!" dengusnya kesal.
Pria yang selalu ingin yang terbaik bagi keluarganya itu mendesah kesal, Ia menadahkan wajahnya ke atas menatap langit-langit ruangan apartemennya.
Pikirannya langsung tertuju pada masa depan Ameera, adik satu-satunya yang tak pernah di tuntut untuk menjalankan perusahaan.
Ameera yang kini berusia dua puluh satu tahun itu hanya tau sekolah lalu lanjut kuliah dan bermain tak ada beban yang di berikan padanya.
Reza hanya ingin kesayangannya itu menikmati hari-harinya dengan bahagia, asal semua nilai pelajarannya harus baik, itu syarat mutlak agar semua fasilitas mewahnya tetap bisa ia gunakan.
__ADS_1
Tak salah Ameera menjadi sosok yang manja dan polos, terbuka dalam segala hal termasuk tentang perasaan.
.
.
.
Tok tok tok
"Mas..." Panggil Melisa sambil mengetuk pintu.
Reza yang sedang melamun akhirnya terlonjak kaget dan mengizinkan istrinya itu masuk
"Iya, Ra.. masuk!"
Melisa membuka pintu dengan pelan, menyembul Kepalanya lebih dulu sambil tersenyum.
"Sini sayang" Reza merentangkan kedua tangannya agar KHUMAIRAHnya segera mendekat.
"Aku ganggu?" tanya Melisa, dua tangannya sudah melingkar di leher pria yang menikahi delapan tahun silam itu
"Enggak, ada apa?, anak anak udah tidur?"
Melisa mengangguk, ia menyusuri wajah suaminya dengan jari telunjuknya
"Apa ada masalah di kantor?" Wanita cantik itu jelas melihat raut khawatir di wajah tampan Reza.
"Gak ada, semua ok"
"Lalu?, siapa yang kamu hubungi sampai harus kesini?"
Melisa tahu, jika bukan urusan pekerjaan Reza tak pernah masuk kedalam ruangan ini
"Ameera, Gadis manja itu diam diam pergi dengan laki-laki" jelas Reza pada istrinya.
"Ameera punya pacar?, siapa?"
__ADS_1
Reza mengangkat bahunya, ia sendiri belum tahu siapa yang di temui Ameera sore tadi di mall.
"Arfan memang tadi mengurus kantor cabang di barat, jadi hari ini ia tidak memantau kegiatan Ameera selain hari ini juga ia libur kuliah dan malah menjaga anak anak disini"
"Tapi aku lupa, kalau Ay memintanya keluar beli ice cream" Reza mendesah karna sudah kecolongan.
"Mereka bertemu di Mall bersama kakak?"
Reza mengiyakan sambil mengangguk.
"Berarti kakak tau dong, bilang apa dia?" Melisa pun ikut penasaran dengan apa yang di jelaskan suaminya tentang adik iparnya itu.
"Kakak bilang, Satu orang laki laki sebesar aku dan juga gadis kecil yang cantik" jawab Reza mengingat apa yang di katakan si sulung.
"Gadis kecil yang cantik?" kekeh Melisa.
"Haha, anak itu selalu tau dengan yang cantik cantik"
Reza ikut tersenyum, entah Ay turunan dari mana yang selalu heboh bila bertemu dengan yang manis dan cantik menurutnya.
Keduanya lalu terdiam sejenak, tenggelam dalam fikirannya masing-masing sambil terus mengingat teman atau kerabat yang mungkin di maksud oleh Ay
"Satu pria dewasa dan Gadis cantik!" gumam Melisa.
.
.
.
.
" Mas, apa mungkin itu......?"
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Belom aja tercyduk tuh si calon mommy tiri 🤣🤣😝
__ADS_1