Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 145


__ADS_3

ðŸŒŧðŸŒŧðŸŒŧðŸŒŧðŸŒŧ


"Kamu cantik"


"Kamu baik"


"Kamu pintar"


"Kamu kaya dan punya segalanya"


"Kamu sopan"


"Kamu jujur"


"Kamu penuh kasih sayang"


"Kami penyabar"


"Kamu juga setia"


" Dan yang penting adalah, kamu gadis perawan sedangkan aku seorang DUDA beranak satu"


Ameera tercengang mendengar semua kalimat yang diutarakan pria dihadapannya itu, bagaimana bisa Ricko yang begitu amat sangat ia cintai tega melukai hatinya.


"Dadd..."


Ricko yang masih berdiri menitikan satu air matanya kemudian ia melangkah pergi dan sama sekali tak menoleh kearah Meera.


Gadis itu tertunduk lesu, hancur semua harapannya hanya karna sebuah restu yang tak kunjung ia dapat.


"Kakak jahat!" bathinnya sambil meremat baju bagian dadanya.


Ameera menarik nafas sambil menghapus air mata yang membanjiri wajah cantik sendunya.


Ia bangun dari duduk meninggal kan resto yang sesaat tadi bagai sebuah neraka dadakan


Langkah gontai nya terus maju menunju mobil yang berada di area parkiran.


"Meera!" panggil seorang pria.


"Justin, disini?" tanyanya dengan suara parau.

__ADS_1


"Kamu sama siapa? kenapa?" tanya pria itu saat melihat gadis yang ia sukai itu terlihat sangat berantakan.


"Kaya yang kamu lihat, aku sendiri" jawabnya dengan senyum yang di paksakan, ia tak bisa menyembunyikan hatinya yang kini begitu terluka.


"Butuh teman?" tawar Justin yang di jawab gelengan kepala.


"Aku masih yang dulu, Meera" Rayunya pada si gadis pirang.


"Tapi akunya yang udah berubah" ucapnya lirih sambil menggigit bibir bawahnya karna air mata mulai menetes lagi.


Justin yang tak tega melihat Ameera terisak Langsung meraih tubuh langsing itu dalam pelukannya, Meera yang memang sedang butuh pegangan akhirnya membalas pelukan Justin, tanpa ia sadar ada sepasang mata sedang menatapnya sambil menahan amarah.


*********


Ricko menjalankan mesin mobilnya setelah melihat Meera bersama Justin pergi entah kemana.


Ia membawa kereta besi mewahnya tanpa arah dan tujuan, hatinya begitu perih melihat wanita yang ia harapkan menjadi istrinya itu jatuh ke pelukan pria lain di depan matanya.


Bagaiman dengan Mitha?


Gadis kecilnya itu takkan paham dengan permasalahan yang dialami Daddy dan Mommy nya saat ini, ya Mitha tahu Meera akan selalu bersamanya kelak jika gadis pirang itu sudah menjadi pengantin layaknya princess.


"Aku harus apa sekarang! bukankah tak baik juga jika harus terus memaksanya bersamaku? tapi aku pun tak sanggup melepasnya begitu saja"


Rasa kesal dan menyesal terus saja menyelimuti hatinya yang terlanjur hancur.


Ia meraih ponsel dalam saku jasnya, mengusap layarnya yang terdapat foto mereka berdua.



Gadis cantikku..


Maaf...maaf sudah membuatmu menangis hari ini.


Kamu terlalu sempurna untukku yang begitu banyak kisah kelam di masa lalu.


Aku hanya bisa menggenggam tanganmu sampai disini, jangan menoleh lagi padaku.


Ricko membuang nafasnya kasar, ia mengacak rambutnya sendiri karna merasa frustasi.


Bahkan ia sudah melepas dasi dan jas yang ia kenakan sebab rasa sesak dan hawa panas yang ia rasa.

__ADS_1


Setelah semua kembali normal ia kembali menjalankan kendaraannya menuju rumah, ia rindu putri kecilnya.


Pria tinggi putih itu masuk kedalam istana mewahnya dengan langkah cepat, setapak demi setapak ia pijak kan kakinya ke arah kamar Mitha.


CEKLEK


"Tata.. sayang!" panggilnya saat membuka pintu.


"Daddy........" teriaknya di atas karpet depan Tv .


Ricko segera menghampiri gadis kecilnya itu, memeluknya dengan sangat erat.


"Tata lagi apa?" tanya Ricko.


"Lagi main, Dadd" jawabnya dengan nada manja seperti biasa.


Ia mengusap kepala Mitha dengan lembut penuh kasih sayang, kemudian menoleh kearah suster yang menjaga putrinya itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


"Sus, bereskan semua barang-barang Mitha!"


ðŸŒŧðŸŒŧðŸŒŧðŸŒŧðŸŒŧðŸŒŧðŸŒŧðŸŒŧðŸŒŧ


Jangan kabur Dadd 😓😓😓😓


Sini aku piyuk ðŸĪŠðŸĪŠ

__ADS_1


Like komen nya yuk ramai kan â™Ĩïļ


__ADS_2