Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 30


__ADS_3

❣️❣️❣️❣️


"Mama gak usah mikirin hal itu, Ricko akan tetap menikahi Bunga!"


Mama tersenyum dibalik ventilator yang menutupi bagian hidung dan mulutnya.


Ricko yang melihatnya pun merasa puas meski jauh di relung hatinya tentu ia tak ingin.


"Permisi.."


Ricko menoleh.


Ada satu dokter jaga dan satu suster yang sudah siap memeriksa mama, seluruh tubuh wanita paruh baya itu di periksa dengan sangat teliti dan seksama, Ricko


yang hanya mundur dua langkah tetap memperhatikan bagaimana dokter dan suster itu memeriksakan wanita ISTIMEWAnya.


"Bagaimana?" tanya Ricko saat dokter sudah memasukkan kembali stetoskopnya ke dalam saku jubah putih khas kedokteran.


"Semua baik, keadaannya berangsur normal. Tak ada yang perlu di khawatir kan" ucap dokter dengan terbuka menjabarkan kondisi mama.


"Syukurlah" ucap Ricko dan Bunga secara bersamaan, raut kelegaan jelas terlihat di wajah mereka.


Setelah dokter dan suster berpamitan Ricko segera kembali mendekat ke mamanya, ia duduk di kursi yang di disediakan dengan Bunga berdiri tepat di belakang punggung Ricko.

__ADS_1


"Kemarilah.." mama berkata tanpa suara dengan tangan memberi isyarat pada Bunga.


Ricko mengangguk dan menggeser tubuhnya.


Mama meraih tangan Bunga untuk di satukan dengan anak Putra tunggalnya itu, senyum tersungging di sudut bibirnya tapi tidak dengan kedua pasangan tersebut yang memandang mama dengan raut wajah datar bercampur bingung dan terpaksa.


"Mama ingin melihat kalian menikah, menikahlah secepatnya sebelum mama pergi"


Ricko melepaskan tangannya dari Bunga, gadis itu sempat tersentak kaget.


"Mama gak boleh bilang gitu, Ricko akan menikahinya demi Mama"


.


.


Satu bulir air bening jatuh dari mata sebelah kanan Bunga, hatinya kembali remuk saat ia mendengar pria yang ia cintai itu menikahinya demi Mamanya, bukan demi dia apalagi demi CINTA.


"Mama doakan kalian bahagia" doa mama sungguh membuat hati Ricko terluka, jika saja ia menikahi wanita yang ia cintai tulus dari hati sudah tentu ia akan meng Aamiini setiap bait doa yang di lantunkan oleh pemilik surganya itu


"Ya, mama sembuh aja dulu ya, Ricko akan urus semuanya secepat mungkin" Jawabnya dengan nada bergetar menahan sesak dalam dadanya.


Mama menutup matanya lagi untuk beristirahat, Ricko mulai bangkit dan menuntun Bunga ke arah sofa kini keduanya duduk berhadapan.

__ADS_1


"Pergilah besok, beli semua keperluan untuk kita menikah!"


Ricko menyodorkan sebuah kartu pada Bunga, sontak Gadis itu lagi-lagi harus terkejut, matanya belum lepas dari benda kecil yang masih tergeletak di atas meja.


"Kakak yakin mau menikahi ku?" tanya Bunga saat kedua manik mata mereka bertemu.


"Hem, Aku akan melakukan itu" jawab Ricko santai, ia menyandarkan tubuhnya di sofa dengan tangan ia lipat di dada.


"Bagaimana dengan kuliahku?"


Bunga kembali menunduk, belum genap dua tahun ia merasakan indahnya menjadi mahasiswi namun kini ia harus menyandang gelar sebagai istri seorang pengusaha muda ternama di negri ini.


"Itu terserah kamu, jika ingin tetap kuliah maka kamu harus ikut denganku kesini"


Gadis cantik itu masih menunduk memahami setiap kata-kata Ricko, ia belum bisa memutuskan apapun saat ini.


"Sudah ku bilang kan, aku takkan memaksamu untuk memenuhi kewajiban mu sebagai istri, kamu masih bisa kuliah, main bersama teman-temanmu, dan pulang kerumah orangtuamu, Lakukan lah" ucap Ricko dengan tegas.


.


.


.

__ADS_1


"Lalu, Apa kakak akan meminta anak dariku?"


__ADS_2