![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️❣️❣️❣️
"Assalamualaikum Mbak Bunga"
Ameera mulai berjongkok disisi makam wanita yang sudah melahirkan Mitha, gadis cantik yang sedang ia rindukan keberadaannya.
Ia menghela nafasnya sambil mengusap nisan bertuliskan nama mantan istri kekasihnya itu.
"Maaf, aku baru datang lagi" lirih Meera.
Ya, ini kali ketiga Meera datang ke pemakaman Bunga namun kali ini ia datang seorang diri tak seperti sebelumnya yang selalu datang bersama Ricko dan Mitha.
"Aku sedang tak baik-baik saja, Mbak"
Gadis pirang itu diam kembali, matanya mulai berkaca-kaca mengingat kenangannya bersama Ricko selama ini.
"Aku minta maaf karna pernah masuk dalam hubungan kalian dengan kesadaranku, Mbak"
"Aku sudah merebut suami dan anakmu dengan sangat sengaja, aku lakukan itu karna aku terlanjur jatuh cinta pada mereka yang masih milikmu seutuhnya, maaf.. maafkan aku!"
Meera mulai terisak, dadanya begitu sesak dengan derai air mata yang terus membanjiri kedua pipinya yang kini terlihat tirus, Renggangnya hubungan ia dan Ricko beberapa waktu terakhir ini sungguh sudah sangat membuatnya berantakan.
Jarang ada senyum di bibir ranumnya, tak ada binar bahagia di mata lentiknya lagi.
"Mbak pasti sangat marah padaku, dan kini pasti sedang menertawakanku, kan?, betapa bodohnya aku tak bisa mempertahankannya setelah aku merebut mereka darimu"
"Tolong katakan pada Tuhan yang kini bersamamu kalau aku begitu merindukan anak dan juga suamimu, mbak"
Meera menenggelamkan wajahnya di atas tangan yang ia lipat diatas lututnya, ia terus menangis menumpahkan segala rasa yang ia pendam sedari lama, Rasa cintanya pada Ricko dan Mitha.
Dua orang yang sudah membuat dunianya berubah seratus delapan puluh derajat.
"Aku tak bisa melepasnya begitu saja, sudah ku perjuangkan sebisa ku tapi malah dia yang mundur dan meninggalkanku, sungguh ini tak adil, Mbak" Meera terus saja mengadu di sela Isak tangisnya yang begitu lirih bahkan ia mengucapkannya dengan nada bergetar.
"Aku yang tadinya begitu percaya dia akan terus menggenggam tanganku, namun kini pergi tanpa kabar, apa aku tak pantas untuk di perjuangkan dengan lebih keras?, apa kata cintanya hanya sebatas di bibir tanpa ada bukti?"
Ia terus menyalahkan Ricko yang pergi begitu saja tanpa memberinya kesempatan untuk menghadapi kembali keluarganya.
Pria berlesung pipi itu ternyata memilih menyerah Padahal Meera telah siap melawan restu.
"Aku tak ingin yang lain, Mbak. Aku hanya ingin suamimu.. suamimu!" ucapnya sangat memaksa seakan Bunga benar-benar ada di hadapannya.
.
__ADS_1
.
.
.
Hei... sudah sesi curhatnya?
Suara yang sangat Meera hafal terdengar begitu jelas ditelinganya, ia langsung menoleh kesamping kanannya sambil sedikit mendongakan wajah.
Daddy...
Meera bangun dari jongkoknya, kali ini ia benar-benar ingin memeluk pria tinggi putih di hadapannya.
"Dadd..." sapanya dengan senyum di paksakan Karna ia sedang menahan air matanya.
"Apa?, kamu pasti ingin memelukku, iya kan?" goda Ricko.
Meera menggeleng kan kepalanya dengan cepat, tentu membuat Ricko mengernyit dahinya bingung karna tebakannya ternyata salah.
"Lalu kamu mau apa?" Tanya Ricko penasaran.
"Aku ingin menggigit mu!"
Meera langsung berhambur memeluk Duda impiannya.
"Aw..Sakit sayang"
"Mom.. Mommy!!"
Ricko terus berteriak mencoba melepas gigitan wanita nya yang terasa begitu menyakitkan.
"Mom, kumohon hentikan!" pekik Ricko yang semakin tak tahan.
"Sakit?, rasa sakitmu tak sebanding dengan rasa sakitku karna di tinggal olehmu" sentak Meera sambil menunjuk kening Ricko yang masih mengusap bahunya.
"Aku tak meninggalkanmu, aku tetap dihatimu" jawab Ricko dengan kesal
"Cintamu memang tetap tinggal di hatiku, tapi wajah tampanmu itu tak ada bersamaku, Dadd"
Ricko membuang nafas pelan, ia mengaku salah pergi tanpa kabar seperti di telan bumi.
Tapi itu sangat terpaksa ia lakukan karna egonya yang tak terima saat Reza masih saja mempermainkan restunya.
__ADS_1
"Aku kembali, aku disini bersamamu" ucap Ricko sambil memegang bahu Meera.
"Aku ingin kamu meminta maaf padaku!" ucap ketus Meera dengan tatapan mematikan.
"Tidak, aku tak kan meminta maaf padamu"
Ucapan Ricko membuat Meera tersulut emosi, ia melipat tangannya di dada dengan nafas naik turun
"Setelah apa yang sudah kamu perbuat padaku, dan kamu tak ingin meminta maaf?" sentak Meera.
Pria tampan itu mengangguk dengan mantap, tatapannya begitu datar tanpa senyum sama sekali.
"Baiklah, aku pamit!"
Meera yang baru mau melangkah pergi tentu langsung di cekal oleh Ricko, kini pergelangan tangan kecilnya sudah ada dalam genggaman pria itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
Aku tak kan meminta maaf darimu..
Tapi aku akan meminta kamu menjadi istriku, ibu sambung dari anakku, Mitha.
Dan dihadapan makam istriku..
Maukah kamu menikah denganku?
,💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Ini kenapa pada ngelamar di kuburan sih 😂😂
__ADS_1
gak takut di ketawain Tante Kunti apa ya? 🙄🙄
Like komen nya yuk ramai kan ♥️🤗