Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 45


__ADS_3

❣️❣️❣️❣️


"Sembuh ya sayang, jika memang dia di takdir kan menjadi mommy mu, esok pasti ada cara untuk Daddy membawanya kemari bermain bersamamu!"


Ricko mengucapkannya setelah ia mencium lama kening putri kecil kesayangannya.


Lalu ia beranjak ke sofa untuk meregangkan ototnya,


Ricko berbaring dengan tangan kanan sebagai bantalan kepalanya yang dengan tegak melihat kearah langit-langit kamar Mitha yang penuh hiasan bintang.


Perlahan namun pasti matanya yang memang masih merasa kan kantuk akhirnya kembali terpejam dan terlelap di waktu yang sudah hampir pagi.


CEKLEK..


Bunga membuka pintu kamar Mitha, anak yang ia lahirkan tiga tahun lalu masih tertidur dengan tangan memeluk boneka Doraemon kesukaannya.


Ia mengusap pipi bulat Tata yang terdapat sedikit liur di ujung bibirnya pertanda ia sangat nyenyak mengarungi mimpi setelah semalam rewel Karna demam yang mendadak.


"Mama memang tak pernah ada waktu buatmu, maaf" lirih Bunga mengusap kening gadis kecil itu.


Ada rasa bersalah dalam hatinya terlebih saat ia mencari orang lain bukan dirinya sendiri di saat suasana genting.


Tak ingin mengganggu, Bunga pun kembali keluar dari kamar Mitha sambil menenteng tas ditangannya setelah mencium lagi wajah Mitha.


"Aku pergi, kak" Pamitnya dengan suara pelan di depan Ricko yang masih terlelap.

__ADS_1


Wanita hamil itu benar benar keluar tanpa menoleh lagi, melanjutkan langkah dan impiannya agar bisa secepatnya menjadi seorang dokter specialis mata seperti apa yang ia cita-cita sedari kecil sampai ia sendiri lupa akan perannya selama ini menjadi ******IBU******.


***


Hiks...hiks...hiks...


Ricko terbangun dari tidurnya saat ia mendengar suara tangis yang memang tak asing baginya, setelah bisa menyesuaikan matanya dengan cahaya yang masuk lewat celah jendela kamar, iapun segara beranjak ke ranjang Mitha, gadis kecilnya itu sedang terisak di balik boneka yang ia peluk.


"Tata, kenapa sayang"


Mitha masih menangis, ia tak ingin melepaskan boneka yang menutupi wajahnya.


"Sini sama Daddy, ayo Daddy lihat dulu wajah cantik Tata pas bangun tidur" goda Ricko berharap putri kecilnya itu menghentikan tangisnya.


Mitha mendongakkan wajahnya, derai air mata sudah membanjiri kedua pipi mulus putihnya.


Pria tampan yang kini sedikit berantakan itu langsung mengurus Mitha, dari mengelap tubuhnya dengan air hangat, memakai kan minyak telon, memilih baju sampai menyisir rambut panjang Mitha.


Semua Ricko lakukan dengan kedua tangannya yang biasanya ia gunakan hanya untuk tanda tangan saja jika di kantor.


"Udah cantik, kita kebawah ya buat sarapan" Ajaknya dan lagi-lagi Mitha di gendongan sampai ruang makan .


"Selamat pagi, Tuan" sapa Mbok Nah saat melihat tuan besarnya sudah menarik kursi meja makan.


"Pagi, Mbok" sahutnya setelah mendudukkan Mitha di depannya.

__ADS_1


"Bunga udah pergi?" tanya Ricko dengan nada dingin, walau sebenarnya ia tahu tanpa harus bertanya.


"Sudah Tuan, sekitar satu jam lalu"


Ricko hanya mengangguk, ia menyiapkan lebih dulu makanan untuk Mitha lalu menyuapinya sambil ia pun makan sarapannya sendiri.


"Jadi kan nanti bawa Tante Mommy?"


Pertanyaan Mitha membuat Ricko hampir tersedak, Ia langsung meraih air putih dan menegak nya hingga habis setengah.


"Emang harus ya?" tanya Ricko.


"kan Daddy udah janji, Tante Mommy juga udah janji. Kalian orang dewasa kenapa suka sekali bohong?"


DEG...


Ricko menelan Saliva nya kuat kuat, dadanya terasa sesak mendadak mendengar ucapan Mitha.


"Daddy sering bohong kaya mama, apa tante mommy juga mau bohongin aku?"


💕💕💕💕💕💕💕💕💕***


Takol ta...


tukang bohong mah 🤭🤭🤭🤭🤭

__ADS_1


apa mau Mak othor wakilin buat nakol kedua orangtuamu itu 😂😂😂


Like komen nya yuk ramai kan


__ADS_2