Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 136


__ADS_3

❣️❣️❣️❣️


Reza yang di seret istrinya pun mendengus kesal, di dalam mobil sepanjang perjalanan pulang ia tak hentinya mengoceh dan mengumpat.


Apalagi saat melihat Melissa justru terlelap di sebelahnya tentu membuat ia semakin marah.


"Ra, bangun"


Melisa yang hanya pura-pura tidur langsung mengerjap saat bahunya di guncang, tanpa berbicara apapun ia malah turun dari mobil meninggalkan Reza.


"Ra, ko aku di tinggal?" teriak pria tiga anak itu, ia membuka setbelt kemudian keluar dari dalam mobil sambil membanting pintu.


"Rese banget sih!" umpatnya lagi sambil melangkah panjang mengejar sang istri.


Sampai di apartemen ia bingung dengan suasana hening dan sepi tak seperti biasanya.


"Anak anak kemana, Ra?" tanya Reza.


"Tadi aku minta Justin buat jemput, sekalian ajak makan siang juga karna Ameera telepon aku sambil nangis-nangis" jelas Melisa yang sudah mau masuk kedalam kamar mandi , namun langkahnya terhenti saat tangannya di cekal.


"Jadi kamu tau?, pasti Ameera minta kamu buat bujukkin aku?" tanya Reza serius.


"Tau apa?" Istrinya balik bertanya dengan wajah bingung


" Ameera sama si keong racun laknat itu pacaran?"


Melisa tertegun, ia melongo tak percaya dengan apa yang di dengar Suaminya.


"Mas Reza yakin?, jadi tadi Ricko kerumah mau ngapain? ngelamar adek?" Melisa yang kaget memberondong Reza dengan pertanyaan.

__ADS_1


"Hey! Jangan sebut namanya" ucap Reza kesal.


"Ok, jadi pria yang tadi kerumah mama itu mau ngelamar Ameera?" Melisa melembutkan ucapannya.


"Pria mana?, dia itu gak pantes di bilang pria! masa pacaran setahun baru dateng hari ini!" desahnya sambil menahan emosi.


"Setahun?, selama itu mereka bersama dan mas Reza gak tau?" Melisa terkekeh mendapati suaminya seakan lalai menjaga sang adik.


"Maksud kamu apa?"


"Setahun loh, Mas. Mas Reza gak tau kalo adek pacaran sama Ricko" kata Melisa.


"Jangan sebut namanya, bisa gak?" pinta Reza serius.


"Ya, maaf. Kamu ngapain aja?" Melisa tertawa di balik tangan yang menutupi mulutnya.


"Aku tahu, cuma gak kepikiran kalo di keong laknat, kamu kan tau aku akhir akhir ini sibuk"


"Ini baru pertama kali Ameera punya pacar kayanya, gak apa-apa kan kalo dia kita kasih kesempatan?"


"Tapi gak sama dia, Ra. Emang gak ada pria lain yang masih single? Justin contohnya" ucap Reza.


"Kan itu juga single, Mas. Bukan suami orang loh" Bela Melisa, yang penting tak merusak hubungan orang lain status tak penting baginya.


Reza menarik tubuh sang istri agar masuk kedalam dekapannya, menciuminya hingga puas adalah cara paling ampuh untuk membuat hatinya nyaman dan tak lagi resah.


"Aku takut Ameera terluka, Dia pria yang sedikit arogan dan penuh ambisi, Ra"


Reza mengulang memorinya selama ia mengenal Ricko yang kini justru menjadi kekasih adiknya.

__ADS_1


"Kita beri mereka kesempatan dulu, Mas"


"Tapi aku takut dan gak yakin, Ra" keukeh Reza dengan pendapatnya sendiri.


Melisa yang bingung harus berkata apalagi akhirnya memilih diam, percuma juga diteruskan yang ada hanya membuat pertengkaran kecil diantara mereka nantinya, karna Ia tahu hati Reza belum bisa menerima jika kini Ameera sudah memilki kekasih yang juga musuhnya itu.


"Ra, kamu serius sama yang tadi?" tanya Reza mendongakan wajah istrinya.


"Apa?"


"Itu soal lingerie?" goda Reza dengan senyum menyeringai.


"Oh itu........" jawabnya dengan tawa sumbang.


"Mandi sana, terus pake ya" pinta Reza


"Di pake juga nanti ujung-ujungnya di lepas" ucap Melisa.


.


.


.


.


.


"Gak usah di lepas, aku cuma mau liat aja!"

__ADS_1


🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉


__ADS_2