![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️❣️❣️❣️
"kakak, aku di tinggal pas sayang sayangnya"
PRAAAAAANG....
Reza menjatuhkan gelasnya begitu saja sampai istri dan ketiga anaknya langsung menoleh padanya dengan tatapan bingung.
"Kenapa, mas?" tanya Melisa.
"Enggak, tanganku licin" jawabnya dengan senyum yang di paksakan.
"Papa gak cuci tangan?" celoteh Ay sambil mengunyah sarapan rotinya.
"Iya, tadi lupa sayang" Reza mengusap kepala si sulung dengan lembut.
"Kalian habiskan sarapannya ya, papa ke kamar dulu sebentar" pesan Reza sebelum bangkit dari duduknya.
Ketiga anaknya mengangguk, lalu kembali meneruskan makanannya.
Melisa yang menyusul suaminya ke kamar menatap pria tampan itu yang sedang termenung sendiri
"Mas Reza ada masalah?, tiba-tiba aneh begini sih?" Melisa yang sudah dekat kembali merapihkan jas suaminya.
"Gak apa-apa, Ra, cuma perasaan aku aneh aja tiba tiba inget Meera, aku telepon barusan gak di angkat" jawab Reza mengungkapkan resah nya pada wanita yang selama hampir sembilan tahun ini bersamanya.
"Jam segini kalau gak ada kuliah dia belum bangun, Mas"
"Tapi, Ra...."
Melisa menangkup wajah tampan yang kini sedang gelisah itu dengan kedua tangannya, menciumi pipi kanan dan kiri Reza secara bergantian.
"Jangan mengkhawatirkan sesuatu yang baik-baik saja, jika terjadi sesuatu pada nya, Meera pasti menghubungi kita" Melisa mencoba menenangkan sandaran hatinya itu.
Reza langsung meraih tubuh istrinya, memeluknya dengan begitu erat sambil mencium pucuk kepalanya.
.
__ADS_1
.
.
"Papaaaaaaaaaaa, peluk peluk aja! kakak mau sekolah tau!" Air yang datang tiba-tiba tentu membuat pasangan suami istri itu terkejut lalu tertawa.
"Iya, NaGa.. ini papa lagi ambil kunci mobil" Reza mengurai pelukannya kemudian menggendong si sulung untuk turun kembali ke lantai bawah.
Awas saja, jika anak itu tak ada dirumah!
*****
Usai berpamitan lalu mengantar anak-anak pergi ke sekolah, Reza tak langsung menuju kantornya ia malah berniat pergi sebentar kerumah orangtuanya untuk berbicara dengan adik kesayangannya itu yang akhir akhir ini jarang ia temui.
Mobil mewahnya sudah terparkir rapih di garasi bersama mobil yang lain, tapi tak adanya mobil Meera membuat pria itu semakin penasaran kemudian langsung bergegas untuk masuk.
"Pagi, Tuan!" sapa salah satu ART.
"Pagi, mbak, mama sama papa belum pulang?" tanya Reza yang bertanya tentang keberadaan orangtua nya.
"Belum, Tuan, jika tidak malam ini kemungkinan esok"
"Meera dan Justin kemana?"
"Nona Meera baru datang, dan Tuan Justin Masih di kamarnya, belum ada yang turun untuk sarapan, Tuan"
"Baiklah, saya ke atas dulu"
Reza meninggalkan ART nya, ia langsung menuju lantai dua, arah kakinya lebih dulu berhenti di depan pintu kamar adik bungsunya.
Tok..tok..tok..
"Dek.." panggil nya sambil mengetuk pintu berwarna putih itu.
"Iya, kak..... masuk." sahut si gadis pirang dari dalam kamarnya
Reza segera membuka pintu, dilihatnya Ameera sedang merapihkan keperluan kuliahnya
"Ada apa, kak?" tanya Meera setelah mencium pipi Reza.
__ADS_1
"Gak apa-apa, kenapa tadi pagi kakak telepon gak di angkat?"
Meera yang nampak Bingung langsung meraih ponselnya di atas meja riasnya.
"Haha, aku gak tau kalo kakak telepon" kekeh Meera yang dengan cepatnya mendapat cubitan dari Reza.
"Jangan buat Kakak khawatir , hubungi kakak jika terjadi sesuatu padamu"
"Siap bos ganteng" Ameera kini bergelayut manja di lengan Reza.
"Kamu baru pulang, tidur dimana semalam?" tanya Reza penuh selidik.
"Hah?, aku--__ aku tidur di apartemen temenku, kak!" jawab Ameera sambil tertawa sumbang.
"Yakin cuma temen?"
.
.
.
.
.
.
Yakinlah.. kan belom pacaran!!!
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Untung belom di Jawab ya semalem..
eh mau di jawab orangnya keburu kabur..
si mommy di gantung kaya Daleman tetangga 🤭🤭🤭
like komen nya yuk ramai kan
__ADS_1