Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 123


__ADS_3

❣️❣️❣️❣️


"Kamu mau ngapain?" tanya Ricko pada Intan yang mulai semakin berani memainkan bibirnya.


"Aku mau ini" Ucapnya sambil men de sah karna baju bagian atasnya sudah berserakan dilantai juga di atas meja rapat.


"Buat apa, kamu mau mencicipi bibirku?" tanyanya lagi santai.


"Hem, aku ingin kamu, sekali ini saja. ku mohon!"


"Memohon lah.. akan ku berikan jika kamu bisa membuat ku menginginkan nya"


Intan menautkan kedua alisnya, selama ia duduk di atas pangkuan Ricko, ia memang tak merasa kan apapun, sikapnya begitu tenang bagai tak ada apa-apa di hadapannya padahal tubuh polosnya begitu menggiurkan bagi para pria lain.


"Sekarang udah ngerti kan?, ayo turun, Berat!" titahnya sambil terkekeh.


"Gak, aku akan lakukan sendiri"


"Gak akan bisa!, aku hanya mau dengan Meera wanita yang aku cintai" ucapnya tegas.


"Aku lebih bisa memuaskan mu"


"Jika hanya puas, kurasa aku sudah terpuaskan oleh Bunga selama ini, tapi untuk melakukannya atas dasar cinta, Ameera lah gadis satu-satunya yang akan ku Sentuh kelak saat ia menjadi istriku!"


"Kamu bodoh, menolak ku demi dia!" sentaknya kesal, wajahnya begitu merah menahan marah dan malu karna di tolak oleh pria untuk yang pertama kalinya, sebab biasanya justru para pria lah yang bertekuk lutut ingin menyentuhnya.


"Aku memang bodoh, bodoh jika harus memilih kenikmatan sesaat dengan ****** karna sudah jelas perawan sudah ada dalam genggamanku"

__ADS_1


Ricko mendorong tubuh setengah polos Intan, wanita itu sempat terhuyung beberapa saat.


Ricko yang sudah jengah tersenyum menyeringai sambil merapihkan jasnya.


"Pakai bajumu, nanti sakit aku juga yang repot!"


Ricko melenggang pergi meninggalkan Intan di ruangan rapat seorang diri, ia merogoh kantong celana untuk meraih ponsel yang ia simpan disana.


"Sayang, dimana?, aku jalan sekarang ya" ucapnya pada Ameera.


"Jangan tersenyum, nanti banyak yang jatuh cinta padamu, Mom" goda Ricko, ia tahu kini gadis kesayangannya itu pasti sedang tersenyum.


"Ok.. aku sampai dua puluh menit lagi"


Ricko terus berbicara sambil terus berjalan menuju lift kemudian ke parkiran mobilnya.


"Huft, untung bisa kuat, kalo gak kuat bisa bisa ancur masa depan gue sama Meera, gak nyangka Intan makin liar, untung udah jinak gak maen di sembarang tempat" kekehnya saat membuka nafas kasar.


"Sabar ya, tunggu saatnya tiba Lo bakal di manjain sama Meera, kita jangan kasih ampun dia, ok" tambahnya lagi sambil mengelus-elus miliknya yang malah menegang saat ia sentuh.


Ricko tergelak sendiri membayangkannya, bagaimana pun kali ini ia ingin menikmatinya bersama wanita yang ia cinta dan ia ingin, bukan hanya taunya menumpahkan tanpa membisikkan kata cinta setelah usai ber ci nta


Ia yang mulai merasa tenang, langsung menjalankan mobilnya menuju tempat ia dan Meera akan bertemu setelah beberapa hari tak jumpa.


Rasa rindu yang tak tertahankan membuat ia menekan pedal gas dengan kuat hingga kecepatan penuh.


Ricko bagai pembalap profesional demi kekasihnya.

__ADS_1


Tak sampai dua puluh menit ia sudah sampai, turun dari mobil kemudian bergegas masuk.


Ternyata sudah ada Ameera yang tengah duduk santai bermain ponsel.


"Sayang" panggil Ricko, gadis itu menoleh lalu berhambur memeluknya.


.


.


.


.


"Eh, kok wanginya kamu lain lagi?, Dadd..."


🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉***


iya, wangi bangke😂😂😂😂


Intan di lapak babang Aldi sama Nayra juga JD pelakor.. moga babang Ricko gak kaya Aldi ya..


duh jadi kangen menikah karna di cintai 😭😭😭


Like komen nya yuk ramai kan


__ADS_1


__ADS_2