Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 149


__ADS_3

❣️❣️❣️❣️


BRAAAAAKKKK


.


.


.


.


.


.


.


.


"Ini dia biang masalahnya!!!"


Reza yang baru membuka pintu tentu tersentak kaget dengan yang di katakan KHUMAIRAHnya.


"Apa?, aku kenapa?" tanya pria tiga anak itu.


Bibirnya yang baru saja ingin mendarat di pipi sang istri dengan cepat langsung di tepis.


"Gak usah macem-macem!" sentak Melisa yang sudah sangat geram dengan sikap egois suaminya itu.


Sebagai sesama wanita yang teramat mencintai pasangannya tentu ia tahu bagaimana rasanya menjadi Ameera yang di tentang habis-habisan oleh kakaknya dengan alasan yang tak masuk akal.


"Mas liat adek, kan?, semua gara-gara kamu!" Melisa berbicara sambil menunjuk dada Reza dengar jarinya.


"Aku kenapa?, adek pingsan aja aku gak tau, Ra" elak Reza bingung.


Amarah Melisa tentu membuat Reza akhirnya melirik ke arah adik kesayangannya yang nampak begitu lemah, mata sembab dengan hidung yang merah bagai buah tomat.


"Jangan bilang, kamu begini gara-gara dia ya , dek" ucap Reza penuh penegasan.

__ADS_1


Meera hanya diam, begitupun dengan mama dan Melisa. Ketiga wanita itu hanya bisa mengumpat kesal dalam hati mereka masing-masing Karna Reza belum juga sadar dengan perbuatannya.


"Mas, Apa susahnya sih restuin adek Sama Ricko!" ujar Melisa.


"Jangan sebut namanya dengan bibirmu, Ra!"


Melisa menarik tangan Reza agar lebih mendekat kearah Meera yang sudah kembali meloloskan lagi air mata, gadis itu begitu rapuh saat ini.


"Apa yang terbaik kalo sampe bikin adek begini?, orang jatuh cinta kok dilarang! perasaan kamu dimana, Mas" sentak Melissa lagi.


"Perasaan aku ya ke kamu" Jawab Reza polos.


"Aku gak bercanda!"


"Aku juga enggak! kamu tanya dimana perasaan aku ya aku jawab kalau semua perasaan aku ke kamu" balasnya lagi serius.


Mama langsung menggeleng kan kepalanya, perdebatan anak menantunya itu justru membuat si bungsu semakin terisak lirih.


"Selama ini aku gak pernah meminta apapun padamu, Mas. Kali ini aja... kali ini tolong biarkan Meera menikmati hubungannya tanpa kamu harus ikut campur"


"Aku gak pernah ikut campur, Ra. Apa pernah aku mengganggu hubungan mereka?, memisahkan Meera dengan pria itu?" Tanya Reza dengan nada protes tak suka di salahkan.


"Kenapa, Kak?" gadis pirang yang sedari tadi diam kini mulai membuka suaranya.


"Kakak gak suka ada orang lain yang menggenggam tanganmu!" ucapnya Lirih.


Pria itu masih belum terima jika adik kesayangannya mempunyai sandaran lain selain dirinya, ia belum bisa ikhlas ada sosok lain yang memeluknya jika adik kesayangannya itu bahagia atau terluka.


Reza masih ingin hanya pada dirinya Ameera bermanja dan bergantung.


"Kakak sayang kamu" ucapnya lagi, kini ia mendekat sambil merentangkan kedua tangannya berharap bungsu RAHARDIAN itu masuk dalam dekapannya.


"Kakak....." Ameera menangis dalam pelukan sang kakak posesifnya.


"Kakak belum puas peluk kamu, manjain kamu, kasih apapun yang kamu mau bahkan tanpa kamu minta sekalipun, Dek"


Meera hanya mengangguk paham, ia tahu betapa besarnya cinta yang di berikan kakanya itu padanya.


"Kenapa kamu Setega ini geser posisi kakak sama dia?" Protesnya lagi, iapun ikut menitikan air mata Sambil mencium pucuk kepala adik kesayangannya.

__ADS_1


"Aku tetap sayang kakak" ujar Meera meyakinkan


"Yakin! yang bener?" tanya Reza dengan nada menggoda.


"Beneran, kak!" balas Meera lagi, ia menarik tubuhnya lalu menangkup wajah tampan kakaknya.


"Kakak tau gak perbedaan kakak dengan angka 12?" goda Meera


"Enggak, kakak gak tau!" jawabnya sambil terkekeh.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Kalo angka 12 itu kesiangan..


sedang kan kakak kesayangan !!!!!


,💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Ini kelurga dikasih makan apa ya 😂😂


Gombal mulu kerjaannya ,🥱🥱🥱


LIKE komen nya yuk ramai kan ❤️

__ADS_1


__ADS_2