![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️❣️❣️❣️
"Lalu, apa kakak akan meminta anak dariku?"
Pertanyaan Bunga membuat Ricko membenarkan posisi duduknya menjadi tegap, ia menatap gadis itu dengan sorot mata yang tak bisa di artikan oleh Bunga.
"Anak?" gumam Ricko, otaknya kini mulai berfikir tentang masa depan yang sebenarnya.
"Ya, jika tujuan kakak menikahi ku hanya demi Tante Dira, aku tak ingin kita memiliki anak!" tukas Bunga dengan lantang sambil menghapus air matanya yang lolos begitu saja.
"Kenapa?" Tanya Ricko sambil mengernyitkan dahinya.
"Aku tak ingin anakku menjadi korban ke egois an orang tuanya, aku tak ingin anakku menangis saat kakak memperlakukanku dengan tak adil"
Ricko tak percaya gadis kecilnya itu akan berbicara dengan sangat lugas dan tegas, dimana sikap manjanya yang selalu membuat ia pusing jika bertemu. Mungkinkah Bunga berubah dalam waktu kurang lebih satu Minggu ini!
Kejadian mendadak ternyata membuat ia lebih dewasa dan mulai berani bicara.
"Aku tak tahu apa yang akan terjadi esok, itu kita bicarakan setelah pernikahan!"
"Aku ingin kita diskusi kan sekarang, kak"
"Bunga!" sentak Ricko dengan suara tertahan.
"Jangan jadikan aku seperti simpanan mu!"
Tanpa menjawab Ricko justru bangkit dari duduknya meninggalkan Bunga yang mulai terisak menahan tangisnya dengan cara menggigit bibir bawahnya sendiri.
****
__ADS_1
# beberapa hari kemudian.
"Bagaimana, apa sudah siap?" pertanyaan pak penghulu membuyarkan lamunan Ricko yang duduk bersebelahan dengan Bunga yang sudah berbalut kebaya modern berwarna putih.
Pernikahan akhirnya di langsungkan setelah mama di izinkan pulang kerumah, hanya ada orangtua dan kerabat yang datang menyaksikan proses ijab kabul yang begitu sakral.
"Siap, pak" jawab Ricko tegas, ia membuang nafasnya pelan sebelum menerima uluran tangan Pak penghulu.
"Baiklah kalau begitu, kita mulai acaranya"
"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Ricko Pradipta bin Wiratama Pradipta dengan Bunga Sarasvati binti almarhum Rudiharto dengan mas kawin cincin emas 2 gram dan uang sebesar 2 milyar di bayar tunai"
"Saya terima nikah dan kawinnya Bunga Sarasvati binti almarhum Rudiharto dengan mas kawin tersebut di bayar tunai"
Dengan lantang Ricko mengucapakan ikrar pernikahan dengan satu tarikan nafas di depan kedua orangtuanya dan orang tua Bunga yang langsung di jawab SAH oleh semua saksi.
Usai memakaikan cincin nikah sebagai mahar, penandatanganan surat surat serta di tutup oleh doa kini pasangan yang baru saja menyandang status suami istri itu langsung menghampiri kedua orang tua mereka masing-masing memohon restu dan tentunya juga doa.
"Aamiin, mah" jawab Ricko dan Bunga.
"Jadilah suami yang baik dan bertanggung jawab" pinta papa saat menepuk pelan bahu anak tunggalnya itu.
"Baik, pah, Ricko akan mencobanya"
Setelah acara usai, keluarga Bunga langsung pulang ke kota dimana mereka tinggal, begitupun dengan orang tua Ricko yang memang mempunyai rumah terpisah dari anaknya itu.
Kini rumah terlihat lebih sepi, hanya ada beberapa ART yang sibuk membereskan semua sisa-sisa acara pernikahan yang baru sesaat tadi berlangsung.
"Aku besok akan ke kota A" ucap Ricko saat keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe.
__ADS_1
"Urusan pekerjaan?" tanya Bunga.
"Tentu, Ikut tidaknya kamu itu terserah" ucapnya lagi sambil berjalan menuju sofa.
"Apa aku tak kan mengganggumu jika aku ikut?" Tanya Bunga ragu-ragu.
"Jika kamu diam tak merepotkan, tentu tidak!" jawab Ricko dengan santai.
.
.
.
"Anggap saja, satu hari setelah pekerjaan Ku selesai itu sebagai bulan madu kita, bagaimana?"
.
.
.
🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉
Hari ini kita crazy up babang duda ya.
moga kuat jempol teteh..
jangan lupa like komen nya ya sayang ❤️❤️❤️
__ADS_1