Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 162


__ADS_3

🌿🌿🌿🌿🌿


DDUUUUUAAARRRRR..


Ameera yang datang mendadak ke apartemen Bella tentu membuat sahabatnya itu tersentak kaget saat membuka pintu.


"Masih inget lo sama gue wahai nyonya Pradipta? " sindir Bella dengan memutar bola matanya malas.


"Yee... jangan nyalahin gue lah. salahin mak othor noh yang udah gak nyelipin lo lagi, lagian ya, Jangankan lo, Gue aja sama Daddy sekarang udah di anak tirikan. Mak othor lagi sayang banget sama bocah ingusan si tukang nangis!!" keluh si gadis pirang pada Bella yang hanya di balas gelak tawa. Sudah lebih dari seminggu ini mereka tak bertemu membuat keduanya memilih melepas rindu dengan cara shoping di salah satu mall milik Rahardian Grup.


.


.


.


"Meer, gue gak bisa bayangin kalo lo nikah sama tuh Duda" ucap Bella yang merangkul kan tangannya di lengan M


Ameera.


"Sama! apalagi pas kawinnya, Haha" balas Ameera sambil tergelak.


"Dasar mesum, otak lo pasti udah mikirin malem pertama ya, ampun deh gue!" kata Bella menggelengkan kepalanya.


Ameera hanya bisa tertawa, ia senang sekali menggoda sahabatnya yang baru menyandang status jomblo untuk kesekian kalinya itu.


"Meer, lo jadi makin kaya aja nanti. Sekarang aja udah tajir melintir eh di tambah kawin sama si duda"


Ameera menghela nafasnya, ada satu masalah yang belum ia bicarakan pada siapapun termasuk keluarganya tentang permintaan Riko setelah mereka menikah nanti.


"Kenapa?" tanya Bella saat di rasa Ameera jadi diam mendadak.


"Gue bingung, Daddy minta gue buat stop nerima uang jajan dari kak Reza" lirihnya sedih.


"Ya kali kan nanti lo itu udah jadi tanggung jawabnya si duda, masa masih dapet kucuran dana terus dari kak Reza"


"Tapikan lumayan buat beli cilok di depan sekolahan Mitha" kekehnya Sambil menutup mulutnya sendiri.

__ADS_1


Pria berlesung pipi itu memang meminta Ameera untuk tidak menerima uang jajan lagi dari Reza setelah nanti mereka menikah,Ricko meyakinkan calon istrinya itu bahwa ia bisa memenuhi semua kebutuhan Ameera kelak.


"Emang lo mau dikasih berapa perbulan sama si duda?" tanya Bella.


"Gak tau, kan gue emang udah lama di kasih card sama dia. Maksud gue kan lumayan gitu, Bell, Dari kak Reza buat beli ciloknya trus dari Daddy buat beli es tehnya, Hahahaha"


Ameera memang layaknya gadis pada umumnya, Senang Shoping dan terutama Jajan. Ia akan menghabiskan begitu banyak uang hanya untuk mencicipi makanan pinggir jalan yang menurutnya aneh dan enak.


Tak perlu mewah dan mahal yang penting halal dan membuat perut kenyang, begitulah prinsip keluarganya Sedari dulu maka jangan heran jika kelurga konglomerat itu tau betul dengan jajanan yang sedang kekinian.


.


.


.


"Meer, itu si Duda bukan sih? " tanya Bella sambil memutar tubuh sahabatnya ke arah salah satu restoran.


"Nah iya, laki gue tuh!"


"Calon Meer, ya elah udah ngaku ngaku aja lo!" cibir Bella.


Ameera yang hendak menghampiri calon suaminya itu di cegah oleh Bella, Tentu membuatnya bingung saat keduanya saling menatap.


"kenapa?"


"Lo tes kesetiaan si Duda gih, lo chat dia tanyain ada dimana dan kita tunggu jawaban dia jujur apa enggak" pinta Bella dengan menaik turunkan alisnya.


Ameera diam sejenak namun akhirnya ia mangangguk.


Gadis pirang itu meraih ponselnya di dalam tas selempang nya.


*Meera.


[ Sayangnya Mommy, ada dimana? ]


Satu detik dua detik lima detik tujuh detik dua belas detik.

__ADS_1


*Ricko.


[ Di resto, sayang. kenapa? udah pulang belum dari apartemen si poni? ]


Bella yang ikut membaca isi balasan Ricko pun langsung merampas ponsel milik Ameera.


"Gila nih si duda, harus gue kasih pelajaran tuh orang!" oceh Bella sambil berjalan menuju Ricko yang sedang duduk sendiri.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Heh.. muka minyak!!


Ngomong apa lo barusan ke Meera?



🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴


Aku mau nonton aja di pojok kan ah 🀣🀣🀣

__ADS_1


Si duda saking glowingnya ya 😏😏


Like komennnya yuk ramaikan


__ADS_2