![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️❣️❣️❣️
Reza nampak bingung saat adiknya mematikan teleponnya secara mendadak, kejadian demi kejadian seakan membuat ia semakin curiga.
"Kenapa, Mas?" tanya Melisa saat melihat suaminya duduk diam sambil bersandar di sofa.
"Aku tuh aneh sama Meera, akhir akhir ini sering ilang"
Melisa menautkan kedua alisnya bingung dengan kata Hilang yang di ucapkan suaminya.
"Hilang gimana?" tanyanya penasaran.
"Sering keluar rumah, dan itu gak sama Bella" jawab Reza, hatinya terasa ada yang mengganjal.
Melisa menyandarkannya kepalanya di bahu sang suami, menautkan kedua tangan mereka diatas paha Reza.
"Aku dulu seumur Meera sudah hamil si kembar, Mas. sudah menemukan sandaran hatiku untuk selamanya memilikimu adalah perkiraan di luar dugaan ku, siapa sangka gadis yatim seperti ku ini bisa menjadi istri pengusaha kaya raya yang tampan dan baik hati"
Reza terkekeh lalu mencium pucuk kepala istrinya berkali-kali.
"Lalu apa hubungannya dengan Meera?"
"Jangan terlalu mengaturnya, Mas" Melisa mendongakkan wajahnya, kini mata mereka saling memandang.
"Aku hanya menyuruhnya menjemput Justin, Ra"
"Apa rencana mas Reza minta Justin untuk pulang kemari?, aku yakin ada sesuatu"
"Haha, istriku gak cuma cantik tapi juga pinter tau maksud hatiku ya" Reza tertawa bagai maling yang tertangkap basah sebelum mencuri.
"Justin cocok dengan Meera, mereka juga dekat dan yang aku tahu kalau Justin menyimpan rasa untuknya, kalau mereka berjodoh setidaknya aku bisa tenang melepas Meera pada orang yang tepat dan tentunya sudah ku kenal secara baik" ucap Reza, memang tak ia pungkiri di sudut hatinya ada sedikit harapan seperti itu.
__ADS_1
*****
Kita ke apartemen ku sekarang
Ameera langsung menoleh ke arah Ricko yang sudah kembali menyalakan mesin mobilnya.
"Katanya mau beli selimut, terus kenapa jadi ke apartemen sih?" Meera memukul lengan Ricko berkali-kali namun pria itu hanya diam tanpa ekspresi apapun.
"Aku gak mau ikut! aku mau pulang, turunin aku disini sekarang" teriak gadis pirang itu yang sudah sangat kesal.
"Gak, aku mau bawa kamu ke apartemen" ucap Ricko tanpa sedikit menoleh, ia masih fokus pada jalan di depannya.
"Aku gak mau!"
"Aku mau!"
"Enggak!"
keduanya saling berteriak di dalam mobil, Meera yang kesal karna ingin pulang sedangkan Ricko kesal saat nama Justin ia dengar.
"Aku mau pulang, Dadd" lirih Meera, Berharap pria di sebelahnya itu mau menuruti nya.
"Ngapain pulang?"
"Apa Karna ada pria lain di rumahmu?'
"Siapa Justin?"
"Ada hubungan apa kamu dengannya?"
"Jawab, Mom,!!!" sentaknya kemudian.
__ADS_1
Ricko memberikan banyak pertanyaan untuk gadis pirangnya yang hanya menunduk, dari sikapnya Ricko bisa menangkap jika Meera enggan menjawab.
"kenapa diam, kamu gak mau jawab pertanyaan ku?" tanya Ricko, ia kembali menepikan mobilnya di tempat yang nampak begitu sepi.
Meera menoleh, menatap intens keduanya manik mata Ricko yang sulit ia artikan, ada pancaran kesal, marah kecewa dan juga mendamba.
"Aku mencintaimu, Mom"
" Aku tak ingin berbagi dengan yang lain walau itu hanya bayanganmu"
"Kamu bisa minta apapun itu asal jangan meminta aku mengizinkan mu bertemu pria manapun"
"Aku akan menggenggam mu dalam tanganku, memberi mu rasa aman dalam pelukanku Sampai kamu yakin hanya aku tempat mu bersandar"
.
.
.
.
"Jadilah istriku, Mom"
Eh.. apa ini...
Wah ada soang dadakan maen nyosor aja.🤭🤭
Like komen nya yuk ramai kan
__ADS_1
yang punya vote, boleh dong 🤭