![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️❣️❣️❣️
" Ganteng doang, jemput cewe depan gang!"
Ricko melongo dengan apa yang di ucapkan Ameera saat masuk kedalam mobilnya.
"Lah, kan kamu yang minta jemput disini" kata Ricko yang kebingungan sendiri.
"Haha, iya ih, gitu aja langsung ngomel"
"Kamu bawa apa?" tanya Ricko pada Ameera saat melihat ada sebuah bungkusan di atas pangkuannya..
"Bubur ayam buat sarapan nanti di apartemen Bella" Jawab Ameera.
"Beli berapa?" Tanya Ricko lagi.
"Beli tiga, satu buat Bella satu buat Mommy dan satunya buat Daddy" Ameera terkekeh sambil menunjuk wajah Ricko dengan jari telunjuknya.
"Aw...!!"
"Sakit loh" Protes gadis pirang itu saat jari telunjuknya itu malah di gigit oleh Ricko.
"Gigit jarinya dulu, nanti kapan-kapan gigit yang lain ya" kini gantian Ricko yang terkekeh sambil kembali menjalankan mesin mobilnya meninggalkan gang sempit dimana ia tadi menunggu Ameera.
Perjalan dua puluh menit mereka lalui sambil mengobrol dan kini mereka sampai di bangunan bertingkat dekat kampus Ameera.
"Yuk turun" ajaknya yang di balas Anggukan oleh Ricko.
keduanya jalan beriringan menuju lift kelantai tempat Bella tinggal selama hampir tiga tahun belakangan ini.
Tok.. tok.. tok
Ameera mengetuk pintu kamar Bella dengan sangat keras, Ricko yang melihat sikap Ameera langsung menepis tangannya.
"Nanti tangan kamu sakit" ucapnya, kini Ricko lah yang bergantian mengetuk pintu itu.
"Kalau ketuk pintu hati aku boleh deh keras gitu" goda Ricko sambil tersenyum.
__ADS_1
"Hati kamu sih gak usah di ketuk, tapi langsung aku dobrak sambil aku acak-acak" sahut Ameera sambil tertawa.
"Pantesan hati aku berantakan begini"
.
.
CEKLEK
"Yaa tuhaaaaaan!!!"
kini Bella hampir saja jatuh kelantai jika saja tubuhnya tak di tahan oleh Ricko yang sigap meraihnya.
"Kamu gak apa-apa?" tanya Ricko saat Ketiganya kini sudah duduk di sofa.
"Gak.. tapi gak tau deh sepuluh menit kedapan" sahut Bella yang masih lemas dan duduk bersandar di bahu Ameera.
"Aku ambilkan minum ya" tawar Ricko kemudian.
"Ya udah nih sarapan dulu" Ameera mengeluarkan tiga Bungkus bubur ayam yang ia beli tadi sebelum Ricko datang menjemputnya
"Lo beli di tempat biasa?" tanya Bella saat bubur ayam sudah terhidang lengkap di atas meja.
" Iyalah, gak ada bubur yang lebih enak dari ini" jawab Ameera dengan yakin.
Ricko tersenyum saat melihat interaksi kedua gadis di hadapannya itu, membicarakan Bubur yang di cap terenak oleh Ameera, padahal hanya bubur biasa di pinggir jalan, karna rasa penasarannya akhirnya ia juga menyuapkan satu sendok bubur tersebut kedalam mulutnya.
"Gimana, enak gak?" tanya Ameera, gadis itu ternyata sudah menghabiskan setengah nya.
"Enak, gurih, tapi pedes banget" jawab Ricko sambil membelah telur puyuh di mangkuknya.
"Ini bubur dari jamannya kita masih sekolah dan rasanya masih sama sampe sekarang, cuma harganya aja sih naek lima ribu" kekeh Ameera sambil bercerita.
" Gile, sadar woy sadar.. Lo itu siapa?, Ameera bapak Lo big bos kakak lo Big bos, goceng doang cuy" Bella menoyor kepala sahabatnya itu yang sedang tertawa.
"Ish, kalo gak ada goceng gak akan jadi 1 M"
__ADS_1
", Serah Lo dah!" Bella menggeleng-gelengkan kepalanya, sahabat terbaiknya namun sering kali oleng ke kiri dan kanan.
Usai sarapan Bella menumpuk mangkuk kotor tersebut beserta gelas ke tengah meja, canda tawa menggema ke seisi ruangan tengah apartemen Bella yang memang tak terlalu besar tapi cukup nyaman karena super bersih, sampai tak terasa waktu hampir pukul delapan pagi.
"Gue ganti baju dulu ya" seru bella sembari bangun dari duduknya.
"Jangan lama lama" pesannya pada Bella
Ameera meraih mangkuk dan gelas kotor tadi untuk di bawa kedapur.
"Mommy cuci dulu, Daddy tunggu disini" ucapnya pada Ricko, namun sialnya Bella mendengar itu dengan sangat sangat jelas.
"Wait?"
"Apa?"
"Mommy?"
"Daddy?"
"Kalian......????????"
.
.
.
GUBRAK..
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁***
nyusahin orang Mulu Lo bell 😂😂😂😂
Ayo Ricko kasih nafas buatan 🤭🤭🤭..
Like komen nya yuk ramai kan ♥️
__ADS_1