![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️❣️❣️
Ricko keluar dari kamar hotelnya menuju ballroom tempat di adakan nya meeting dengan beberapa perusahaan yang bekerja sama dengannya, sepanjang lorong menuju lift ia memegangi bibirnya yang tadi refleks mencium kening Ameera, sebab ia sendiri lupa kapan terakhir kali ia melakukan hal itu pada wanita, karna seingatnya ia tak pernah melakukan itu dengan sang istri jika bukan di depan orang banyak. bahkan pergi dan pulang dari kantor pun ia tak pernah berniat mencium Bunga dalam keadaan sadar.
"Gue ngapain tadi ya?" gumam Ricko di dalam lift.
"Semenjak ada dia bayangan Melisa perlahan hilang, bahkan saat Ameera menyebut namanya gua gak ngerasain apa-apa"
Senyum terus tersungging di bibirnya, sampai beberapa staf dan koleganya sempat bingung dengan sikap Ricko yang berubah menjadi lebih ramah, karna ia sudah sangat terkenal menjadi pengusaha muda yang terbilang angkuh, arogan dan sadis pada lawan bisnisnya berbeda dengan Reza yang selalu sopan dan murah senyum.
***
Ameera ambruk di sofa tempat dimana ia duduk tadi saat menunggu Ricko membersihkan dirinya, ia terus memegangi keningnya yang entah kenapa seperti terus berdenyut-denyut di dalamnya.
karna bagaimanpun selama ia hidup hanya tiga orang pria dewasa yang pernah melakukan itu, kakeknya, papa dan tentunya Reza, sedangkan yang lainnya seperti Ay dan Bu bahkan Langit hanya sekedar mencium pipinya.
"kok gue gak pingsan ya?" gumamnya sambil terkekeh, kini tangannya turun memegangi dadanya.
"Mungkin tubuh gue tau diri, kalo gue pingsan gada yang nolongin, ya kali gue pingsan sendiri terus bangun sendiri gak lucu banget dah ah..." Ameera tertawa sambil menutup wajahnya yang mungkin saja sudah sangat merah saat ini.
Ia menyandarkan tubuhnya sambil melihat langit-langit kamar hotel yang begitu mewah milik pria yang membawanya kemari, bayangan Reza tiba-tiba melintas di pelupuk matanya. bagaimanapun keluarganya belum tau jika akhir-akhir ini ia sedang bermain api yang mungkin suatu saat nanti akan menghanguskan dirinya dan mencoreng nama baik keluarganya.
Tapi Ameera tetaplah Ameera gadis manja yang selalu mendapat kasih sayang berlebih itu sangat menyukai tantangan, limpahan materi dan cinta dari kelurganya tak membuat ia lemah, bahkan menjadi pribadi yang selalu menyelesaikan segalanya sendiri.
"Kak Reza kalau tau marah gak ya, aku jalan sama temennya. aku gak pernah denger kak Reza maen sama Ricko, paling sama kak Ardi padahal dari jaman sekolah katanya mereka selalu sama-sama" gumamnya sambil berfikir, mungkin jika Ricko tak beristri ia bisa saja dengan mudahnya mengatakan sedang jatuh cinta, tak perduli Ricko cinta atau tidak padanya yang terpenting ia cinta pada pria itu
Hari sudah semakin sore tapi Ricko tak kunjung juga kembali, rasa lapar di perutnya mulai meronta-ronta ingin di manjakan dengan sepiring nasi hangat dan gulai kambing kesukaanya, itulah yang ia bayangkan sedari tadi sampai rasa kantuk mulai menyerangnya yang perlahan tanpa terasa menutup matanya.
__ADS_1
Namun belum sempat ia terlelap Ameera harus terlonjak kaget saat mendengar suara pintu terbuka ditambah panggilan Mommy yang menggelitik telinganya.
"Mom.."
Ameera menoleh, senyum manis tentu langsung ia berikan tanpa di pinta lagi.
"Udah pulang" ucapnya yang langsung membantu Ricko membuka jas yang melekat di tubuhnya itu.
Perlakuan manis yang jarang sekali Ricko dapatkan selama menyandang status menjadi suami.
"Maaf ya, kamu lama nunggu padahal aku janjinya cuma sebentar" Kata Ricko merasa sangat bersalah meninggalkan gadis pirangnya itu sendirian.
"Gak apa-apa, tapi sekarang aku laper banget" pintanya tanpa malu-malu.
"Ya ampun, maaf ya" rasa bersalah kini jadi berlipat ganda Ricko rasakan.
Ameera menggeleng sambil memanyunkan bibirnya.
"Apa?"
"Aku mau gulai kambing, boleh?"
"Boleh dong, Mom" seru Ricko, tangannya kini mengacak-acak pucuk rambut Ameera dengan gemasnya.
"Yuk" gadis pirang itu langsung bergelayut manja di lengan Ricko, membuat pria itu terkekeh namun ia tak juga melangkah saat Ameera menariknya.
"Ayo cepetan!" Rengeknya seaka memohon, ia tak lagi kuat menahan rasa laparnya.
__ADS_1
"Kamu gak mandi dulu?" tanya Ricko
" Enggak!" jawabnya cepat.
"Kenapa?, nanti aku pesenin baju buat kamu"
.
.
.
.
.
.
"KALO AKU MANDI, NANTI BEKAS CIUMAN KAMU DI KENING AKU HILANG, KAN SAYANG.!!!!
💕💕💕💕💕💕💕💕***
untung cakep..gak mandi juga gak bulukan ya 🤭🤭
Di like ya.. di komen juga😁😁
kasih hadiah kalo kalian punya banyak poin jangan pelit pelit 🤭🤭🤭
__ADS_1