Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 41


__ADS_3

❣️❣️❣️


Mommy!!


Ricko tercengang mendengar ucapan Mitha, ia sangat yakin dengan apa yang ia dengar bahwa itu tak salah.


" Tante barbie nyuruh Tata panggil dia, mommy?" Ricko bertanya sambil menepikan mobilnya, jiwa keponya kini sedang meronta-ronta.


"Iya, kata tante barbie tapi panggilnya gak boleh kalau ada Daddy"


Ricko menyerringai dengan senyuman yang sulit di artikan oleh Anaknya, entah kenapa hati pria tampan itu sangat senang, bahkan ia tergelak sendiri saat membayangkan wajah Ameera yang menatapnya tanpa berkedip tadi selama di stand icecream.


Rupanya kamu sedang ingin bermain main denganku, baiklah... aku terima tantanganmu, GADIS PIRANG.


******


"Huh... hah.. huh.. hah"


Ameera yang Langsung masuk kedalam mobil bersama Air dan Bumi dengan cepat menyandarkan tubuhnya di kursi kemudi, jantungnya kini serasa ingin keluar dari dadanya yang sesak.


"Aunty, kenapa?" tanya Bumi yang kebingungan dengan sikap Ameera yang terburu-buru keluar dari mall tadi.


"Aunty ke capek an apa kepedesan sih, kok gitu nafasnya?" belum sempat di jawab kini Ay yang gantian bertanya, mau tak mau Ameera menoleh ke kursi belakang dimana bocah kembar itu duduk.


"Kecapaean, kak" sahutnya dengan senyum manis.


"Capek kenapa?" dua jagoan kakaknya itu bertanya dengan berbarengan.


"Capek, karna dia tuh muter-muter terus di kepala aunty, hahaha" jawabnya sambil tertawa membuat keponakannya itu saling pandang tak paham


"Orang dewasa memang aneh!" kata Bumi sambil melempar pandangannya jauh ke luar mobil.


Ameera yang mendengar ucapan Bumi semakin tertawa. Ia lalu menyalakan mesin mobilnya untuk kembali keapartemen kakaknya.

__ADS_1


Senyum tak lepas dari wajah cantiknya, bagaimana ia tadi dengan konyolnya meminta Mitha untuk menyebutnya Mommy.


Sungguh sangat nyaman saat bocah perempuan itu membisikkannya di telinga.


Anak orang aja segini rasanya, gimana kalo anak sendiri hasil gue bikin sama dia wkwkwkkwkwk..


Mobil terus berjalan dengan kecepatan sedang, sampai akhirnya sampai juga di lonbby parkiran khusus.


"Yuk turun, udah sampe" ajak Ameera pada si kembar di kursi belakang.


Dua bocah itu segera turun, Air langsung berlari ke arah lift di susul Bumi dan kemudian dirinya sendiri, Ameera selalau terkekeh setiap masuk ke dalam kotak besi bersama si kembar karna tingkah Air yang selalu menggemaskan.


*Da**ri dalem perut sampe udah lahir ke dunia tujuh tahun masih seneng aja di dalam lift*..


.


.


.


"Hallo, papah ganteng, Eh.. enggak! gantengan kakak ya"


Reza yang baru mau membalas sapaan Ay langsung merengut, kesal.


"Gak enak ujungnya, ih"


"Gak enak kasih kucing, pah" sahutnya sambil tertawa girang.


"Kakak beli ice cream kemana sih, kok lama banget. kan papa cuma izinin satu jam taunya yang pulang dulan papa sama mama" tanya Reza.


"Kak, ganti bajunya dulu, ayo bersih bersih" tiba tiba suara melisa menghentikan cerita yang baru saja ingin di mulai oleh Air, mau tak mau bocah tampan itu menurut dan lari ke kamarnya.


"Nanti, kakak bisikin. sekarang kakak mau mandi dulu ya biar lebih ganteng dari papa" teriaknya dari tengah tangga.

__ADS_1


Reza tertawa, anak sulungnya itu tak pernah mau kalah soal ketampanan, jika sudah begitu kadang Reza ingin menukar Ay dan Bu dengan anak perempuan, biar ia menjadi makhluk paling tampan dirumahnya.


Ameera dan mama langsung pulang, Bumi asik dengan video tutorial rakitan robot sedangkan Cahaya belum bangun dari tidurnya usai dari rumah sakit.


"Mah, kakak mau kuenya dong" pinta Ay saat Melisa beranjak ke dapur.


"Iya, kakak Bu, mau gak?"


"Enggak, mah.. aku kenyang abis minum susu" sahut Bumi.


"Kakak mau bisikin apa sama papa tadi?" tanya Reza setelah menarik tubuh si sulung agar duduk di pangkuannya, pusing kepalanya melihat Ay terus berputar tak jelas kesana kemari, satu satunya cara agar bocah itu diam tentu hanya dengan menangkapnya, kemudian mengajak nya mengobrol.


"kakak lupa!" jawabnya sambil meronta ingin turun.


"kok tadi lama banget beli ice creamnya?" Reza masih berusaha memfokuskan Ay padanya.


"Iya, tadi di sana ketemu temennya adek besar" jawab Ay dengan santai.


"Temen aunty?, laki-laki tau perempuan?" tanya Reza seakan menyeledik.


"Satuya besar kaya papa, satunya kecil terus cantik"


Jawaban Air tentu membuat Reza bingung, ia mengernyitkan dahinya sambil berfikir siapa orang yang di maksud putranya.


.


.


.


"Kakak tunggu disini, papa mau hubungi seseoorang dulu!!!"


💕💕💕💕💕💕💕💕💕***

__ADS_1


Siapin jantung dadakan ya bang🤣🤣🤣🤣


LIKE KOMENNYA yuk RAMAIKAN ❤️


__ADS_2