![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️❣️❣️❣️
Ameera si gadis pirang itu terlonjak kaget saat melihat jam di dinding kamar Chaca sudah menunjukan pukul sembilan pagi, tak adanya ponsel membuat ia akhirnya bergadang sampai menjelang pagi menonton drama kesukaannya untuk mengusir rasa jenuh.
"Kaaaaaak!" teriaknya sambil menuruni anak tangga.
"Sepi banget, pasti udah pada berangkat"
Ameera menarik kursi meja makan, mencari sarapan untuk ia nikmati karna perutnya sudah mulai protes ingin di isi
"Udah bangun?" Melissa yang baru datang dari minimarket tentu mengangetkannya.
"Haha, kakak!, adek cariin gak ada" kekehnya sambil mengunyah roti gandum dengan selai blueberry kesukaannya.
"Iya, abis beli paprika dibawah" jawabnya sambil meletakan barang barang di atas meja.
"Aku kan tadi mau bangun pagi, mau ikut kak Reza Minta anter ke apartemen Bella buat ambil tas Sama ponselku"
"Mas Reza berangkat lebih awal, ada urusan katanya tadi anak-anak dianter mang Udin"
"Ooh" Ameera menghabiskan sarapannya sampai tandas tak tersisa dengan di tambah satu gelas penuh susu putih kini Perutnya sudah aman terkendali.
"Mandi sana, dari kemarin belom mandi" kata Melisa dengan menahan tawa namun adik iparnya itu malah menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Mandi ya?, tapi sayang banget nih jidat gue!" gumamnya sambil terkekeh, senyum mengembang di wajahnya yang dua hari ini tak tersentuh oleh Air.
"Emang kenapa jidat kamu?" Melisa yang mencuri dengar langsung bertanya dengan wajah penasaran.
"Hahahaha, gak apa-apa kak, nih jidat masih berasa angetnya jadi aku males mandi" jawab Ameera.
__ADS_1
"Kamu sakit?"
Ameera buru-buru menggeleng kan kepalanya.
****
Mau tak mau suka tak suka akhirnya ia masuk juga ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
hanya tubuh moleknya dan kedua pipi buang tersentuh air dan sabun.
"Jidatnya nanti aja deh, masih sayang banget kalo ilang di sabunin" kekehnya sambil membilas tubuhnya.
"Tapi kalo ketemu dia cium lagi terus bau gimana?" Ameera nampak berfikir lagi.
"Tapi ketemunya kapan?"
Ia menyadari semua yang di lakukan nya itu adalah sebuah kesalahan, ia mendengar semua ucapan Bella yang selalu memperingatinya selama ini.
Tapi semua itu seakan hilang dan ia akan lupa begitu saja jika senyum Suami orang itu sudah terbayang di pelupuk matanya.
****
"Bell... Bellaaaaaaaaa"
Ameera yang di antar mang Udin kini sudah masuk kedalam apartemen sahabatnya itu, ia bisa masuk kapanpun yang ia mau karna apartemen Bella keluarganya lah yang membayar setiap tahun.
"Woy, mandi apa bertapa?" gadis pirang itu menggedor pintu kamar mandi.
"Diem Lo, gue lagi fokus!" sentaknya dari dalam.
__ADS_1
Ameera tertawa karna ia paham apa yang sedang di lakukan Bella di dalam sana, sambil menunggu sahabatnya itu keluar, Ameera mencari barang-barangnya di dalam kamar. setelah menemukannya ia langsung mengecek satu persatu Chat dan log panggilan dalam ponselnya.
Daddy..
Ameera mengusap layar ponsel yang terdapat gambar pria berlesung pipi itu.
"Kangen ih, pengen di cium lagi" gumamnya.
.
.
"what....!!!!!!" pekik Bella di ambang pintu.
"Eh,awas ya Lo kalo pingsan gue buang Lo ke lobby!" ancam Ameera saat melihat Bella sudah mencari pegangan.
.
.
.
GAK USAH DI BUANG.. MATIIN AJA LANGSUNG..
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Yang nyusahin itu Bella apa Ameera sih🤭🤭
Like komen nya yuk ramai kan
__ADS_1