![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️❣️❣️❣️
Tepat pukul tiga, Ameera dan Bella keluar dari kelas dan langsung menuju ke area parkir mobil karena Melisa dan tiga anaknya sudah menunggu dari lima belas menit lalu.
"Kakak, apa kabar?" sapa Bella pada Melisa.
"Baik, Bell, kamu sendiri gimana?"
"Baik, kak, hallo ganteng ganteng" sapanya kemudian saat menoleh ke dalam mobil.
"Holla Aunty kece, hahaha" Air yang menyembul kan kepalanya di jendela mobil terkekeh geli karna melihat Bella memanyunkan bibirnya.
"Bocah Unyil tau kece segala" Selak Ameera.
"Ayo cepat, udah sore nanti mas Reza keburu pulang" ajak Melisa yang sudah membuka pintu mobil, kedua gadis cantik yang nyaris tak pernah terpisah itupun ikut masuk kedalam.
Selama perjalan menuju panti asuhan ada saja yang membuat Ameera harus mencubit Air karna di goda tak hentinya meski Melisa sudah berkali kali memisahkan keduanya.
"Nanti aku bilangin papa, kalau adek gede pencet hidung aku" ancam Air pada Ameera.
"Ok.. nanti Aunty juga bakal laporan sama papa kalau kakak Ay juga ledekin Aunty terus!" Ameera ikut mengancam tak mau kalah dari keponakannya.
"Oppa pasti belain kakak dong!" cibir Air dari kursi belakang.
"Yeeee, Belain Aunty lah.. kan Aunty anaknya, Wek"
Melisa memijit pelipisnya sambil memangku Cahaya, gadis kecil itu sedang asik menyisir boneka Barbie yang dibawanya dari rumah.
Perdebatan tak penting masih berlanjut walau mobil sudah terparkir di depan gerbang pintu asuhan.
"Kalo mau lanjut ribut kalian gak usah masuk kedalam, berantem aja terus sampe muntah" ucap Melisa sambil turun dari mobil yang langsung membuat adik dan anaknya diam tak lagi beradu argument.
"Kakak sih!"
__ADS_1
Air hanya mencebikkan bibirnya kemudian berlari menyusul mamanya yang lebih dulu masuk bersama Cahaya.
"Assalamualaikum" sapa semuanya berbarengan saat memasuki pintu utama yang terlihat sepi.
"Sepi, kak" ujar Ameera di belakang Melisa.
"Iya, mungkin di belakang"
Mereka melanjutkan langkahnya menuju taman belakang, namun langkah Melisa berbelok ke arah dapur karna ada Mbak Asih yang sedang memotong kue.
"Mbak" sapa Melisa
"Eh, Mel. kapan datang?, kok mbak gak denger biasanya kalo masuk si kembar udah teriak teriak" ujar mbak Asih setelah mengurai pelukannya.
"Iya, didepan sepi anak-anak langsung kebelakang kayanya, ada tamu ya?" tanya Melisa sambil melirik kearah meja yang terdapat sepiring kue dan tiga cangkir teh.
"Iya, ada Bu Bunga Sama anaknya"
Ia duduk di kursi kayu bersama Ameera dan Bella, memperhatikan anak-anak panti yang sedang bermain dengan serunya.
Matanya tak lepas dari Cahaya yang duduk di atas ayunan bersama Langit, entah apa yang di bicarakan anak angkatnya itu sampai membuat si bungsu tertawa lepas.
Air yang bermain bola dengan anak-anak lainnya harus berkali-kali jatuh dan merengek, tapi itu justru menjadi hal yang mengundang gelak tawa.
Bumi yang menjadi wasit harus dengan sabarnya melerai perkelahian adiknya dengan bola.
"Assalamualaikum" Sapa Umi yang tiba tiba datang membuat Melisa terkejut karna sedikit melamun
"Waalaikum salam" jawab Melisa, Ameera dan Bella bersamaan.
"Umi, apa kabar?" tanya Melisa setelah mencium takzim wanita baya yang kini terlihat semakin lemah, lalu kedua gadis itupun melakukan hal yang sama.
"Alhamdulillah, baik, kamu sendiri?" jawabnya, kemudian balik bertanya.
__ADS_1
"Baik, Umi. Tadi kata Mbak Asih ada tamu makanya Mel belum nemuin Umi" Jelas Melisa.
"Iya, ada Bu Bunga"
Dan tiba-tiba seorang wanita cantik datang dari arah dalam rumah menggandeng gadis kecil berponi rata seperti Bella.
Melisa yang sudah dua kali bertemu dengan Bunga hanya saling menyapa sambil berbasa-basi, tak ada obrolan penting sampai akhirnya Melisa mengenalkan Ameera dan Bella pada Bunga
"Bu, kenalkan ini adik saya, Ameera" kata Melisa.
"Hai, salam kenal saya Bunga" ucapnya begitu sopan.
Ameera yang diam mematung karena terkejut harus di senggol oleh Bella agar kesadarannya kembali.
"Lo kenapa?, Lo kenal sama dia?" bisik Bella.
.
.
"Iya... Dia calon madu gue, Bell..."
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁***
Buset..
Ameera kalo ngomong gak pake saringan 🤭🤭
temen Lo pingsan lagi bahaya!!
Like komen nya yuk ramai kan ♥️♥️🤗
__ADS_1