Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 96


__ADS_3

❣️❣️❣️❣️


"Mom.. aku kangen!"


Ameera memalingkan wajahnya untuk menutupi kemerahan yang mungkin sangat jelas terlihat di kedua pipinya. Ricko yang gemas dengan sikap Meera membuat ia semakin senang menggoda gadis pirangnya yang kini sedang berbeda kota dengannya


"Kamu udah selesai rapatnya?" tanya Meera untuk mengalihkan obrolan.


"Udah, cuma tanda tangan aja tadi. selebihnya asisten aku yang urus" ucapnya yang tidak sama sekali melepas pandangannya dari Ameera


" Besok pulang jam berapa?" tanya Ricko


" Aku pulang pagi banget, karna ada kelas jam sembilan"


"Kita makan siang sama-sama ya" ajaknya penuh harap.


" aku gak bisa janji"


Obrolan demi obrolan mereka bincang kan sampai tak terasa waktu semakin cepat berlalu.


Ricko melirik jam di pergelangan tangannya yang sudah menunjukan hampir jam enam sore.


"Aku pulang dulu ya, aku udah janji sama Tata buat gak pulang malem" pamitnya sebelum menutup telepon.


"Iya, hati-hati di jalan, salam untuk Mitha dah berikan ciuman dariku untuknya"


"Hanya untuk Mitha?, lalu mana untuk ku, Mom. Sudah kubilang kami satu paket" goda Ricko sambil terkekeh


Ameera memutar bola matanya malas, sambil mencibir ke arah Ricko yang tertawa.


"Baiklah, aku juga gak mau kalau sekarang, aku akan menagihnya saat kamu pulang nanti"


.


.


***


Ricko masuk kerumahnya dengan langkah tergesa , bukan hanya ingin cepat bertemu anaknya tapi juga ia ingin merebahkan tubuh lelahnya di kamar.

__ADS_1


Sepulang dari mengantar Ameera ia belum sama sekali beristirahat.


Ia membuka pintu kamar Mitha dengan pelan, takut bocah perempuan itu sedang tidur dan ia tak ingin mengganggunya dan benar saja Mitha sudah terlelap di balik selimut tebalnya.


"Maaf, Daddy pulang telat ya sayang" bisiknya sambil mencium kening Mitha.


Lalu keluar menuju kamarnya sendiri di lantai bawah.


.


.


.


"Ricko" panggil seseorang yang sudah sangat ia hafal suaranya, mau tak mau akhirnya ia mengurungkan melanjutkan langkahnya.


"Apa sih, mah" jawabnya malas


"Dari mana kamu?"


"Mama gak liat Ricko masih pake jas, masih tanya dari mana?" pria itu balik bertanya pada wanita yang melahirkannya.


"Ada yang ingin mama bicarakan sekarang"


Ricko kembali berjalan menuju kamarnya tak menghiraukan panggilan mama yang berkali kali menyebut namanya.


Dalam pikirannya kali ini hanya ingin benar benar istirahat setelah merasakan guyuran air dingin dari ujung kepala nya.


Usai membersihkan diri ia langsung merangkak ke tengah Kasur, bersembunyi di balik selimut kemudian menutup matanya.


Ku pastikan dalam waktu dekat ini kamu akan tidur bersamaku selamanya.


*********


Pukul tujuh pagi ia sudah bersiap kembali menuju kantor setelah sarapan bersama Mitha dan juga kedua orangtuanya, gadis cantik itu sudah menghabiskan makanannya sampai tak bersisa membuat Ricko merasa lega untuk meninggalkannya.


"Daddy berangkat kerja dulu ya, Tata gak boleh nakal sama nenek, ok" pesan Ricko pada si cantik setelah mencium seluruh wajahnya.


"Iya, tapi Daddy gak boleh pulang malam ya, kalau pulang malam nanti Tata nggak mau bobo" ancam Mitha yang justru membuat Ricko dan kedua orangtuanya tersenyum gemas.

__ADS_1


"Iya, Daddy janji"


"Kapan kita bisa bicara?" tanya mama saat Ricko berpamitan.


"Masih banyak waktunya, mah"


Lagi dan lagi ia hanya bisa menghindar dari mamanya sendiri, bukan ia tak punya waktu hanya saja ia sudah tak ingin berdebat sampai harus menjadikannya anak durhaka yang tak bisa menahan emosi.


.


.


.


Sampai di kantor ia langsung membuka laptop dan beberapa berkas yang sudah di siapkan Danish untuk di tanda tangani.


Pria itu berdiri di depan meja kerja Ricko sambil membacakan jadwalnya hari ini.


"Tunggu!, apa tadi?" Ricko meminta Danish mengulang perkataannya.


"Rapat pukul tiga sore nanti di hotel Wilson bersama Tuan Abraham dari perusahan Jhonson corp, Tuan Mark dari perusahaan axtra internasional dan juga tuan Reza dari perusahaan Rahardian grup"


Ricko meletakan ballpoint nya, wajahnya kini berubah menjadi lebih serius dan tegang, Danish yang memperhatikannya pun ikut merasa aneh


.


.


.


.


.


.


Apa ini saatnya aku katakan, kalau aku mencintai adiknya..


💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕

__ADS_1


Ayo bang kita team hip hip hore bakal bantuin kok dari belakang kalo Ampe kena bogem 🤭🤭🤭🤭🤭🤭


Like komen nya yuk ramai kan


__ADS_2