![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️❣️❣️❣️
Ameera yang sadar kamera langsung tersenyum, tak perduli seberantakan apa hasilnya nanti.
"Cantikan aslinya" ledek Ricko usai keduanya berfoto.
"Simpen aja dulu Fotonya ya, jangan ngarep aslinya, haha" kekeh Ameera, ia langsung masuk kedalam mobil Ricko.
"Aku anter kamu pulang dulu ya" kata Ricko setelah menyalakan mesin mobilnya.
"Gak usah, balik kampus aja. Mobilku ada disana" jawab Ameera sambil melihat arloji di pergelangan tangannya.
"Gak apa-apa kamu pulang sendiri?" tanya Ricko seakan tak setuju dengan keinginan gadis di sisinya itu
Ameera mengangguk kan kepala dengan senyuman yang langsung membuat Ricko ikut tersenyum juga.
Sejak kapan ya liat yang Senyum jadi ikutan Senyum..
.
.
.
Ricko malajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kampus Ameera, kini waktu sudah menunjukan hampir jam delapan malam.
Bangunan mewah itu sudah nampak sepi bahkan di parkiran luas itu kini hanya tinggal ada beberapa mobil yang terparkir sangat berbeda dengan keadaan tadi siang saat ia datang, cukup sulit mendapatkan tempat parkir.
"Yakin?" Ricko mendadak tak tega saat Ameera melepas setbelt nya.
__ADS_1
"Iya, gak apa-apa. Masih sore kok belum juga jam delapan" kata Ameera meyakinkan Ricko.
"Aku suruh orang buat bawa mobil kamu pulang, dan kamu aku antar pulang, gimana?" Ricko masih mencoba bernegosiasi dengan Ameera, bukan hanya perkara tak tega, tapi entah Kenapa ia seakan belum puas bertukar cerita dengan si pirang.
"Mommy ,udah gede.. gak apa-apa pulang sendiri" Ameera berkata dengan menahan tawa.
"Baiklah, karna Mommy keras kepala, jadi Daddy-nya akan ngalah" balas Ricko, kini keduanya tertawa bersama.
"Ish, Jangan berisik, nanti Mitha bangun" Ameera reflek menyentuh bibir Ricko dengan jari telunjuknya.
"Bersih gak nih?" ejek Ricko, jari gadis itu kini di genggam olehnya.
"Bersih lah, wangi tau!"
Ricko kembali tertawa meski pelan, mengangkat tangan kanan Ameera dan mengendusnya.
"Wangi kan?" tanya Ameera sambil mengejek.
"Waalaikum salam, Mommy " ucap Ricko, lalu Ia terkekeh saat melihat raut kaget Ameera.
"Ih, kalo mau aku salaman bilang dong" sungutnya sebal sambil menahan malu.
"Percobaan dulu, Mom"
Setelah puas saling meledek akhirnya Ameera benar benar keluar dari mobil Ricko, perasan tak rela kini mulai menyelimuti hati pria beranak hampir dua itu.
Ia masih menatap jelas punggung gadis yang seharian ini bersamanya sampai masuk kedalam mobil mewahnya.
Hati hati dijalan, dan terima kasih.
__ADS_1
jangan salahkan aku jika nanti aku akan meminta mu bersama Ku lagi dan lagi ...
Ricko tak melepas Ameera begitu saja, ia justru mengikutinya sampai gadis itu benar-benar masuk kedalam rumah mewah kedua orangtuanya.
Barulah ia pulang untuk mengantar Mitha pulang.
Selama perjalanan pulang otaknya terus memutar kembali bagaimana tingkah lucu Ameera seharian ini yang ia lihat, benar-benar apa adanya dan terbuka.
Dari sekian banyak wanita yang pernah dekat dengannya hanya Ameera yang bisa membuatnya merasa nyaman, Menggandeng tangannya tanpa harus ada rasa keterpaksaan dalam dirinya sendiri.
Semua mengalir begitu saja, Ricko hanya mengikuti nalurinya sebagai seorang pria yang ingin menjaga wanitanya.
.
.
Mobil sampai di rumah mewahnya, ia tak memasukan nya kedalam garasi karna tak berniat untuk tidur disana, ia akan pulang ke apartemen setelah membaringkan Mitha di kamarnya nanti.
Baru sampai di ujung tangga langkahnya terhenti saat ada seseorang yang memanggilnya, ia menoleh dengan tangan masih mendekap tubuh lelap putri kecilnya.
.
.
.
"Kalian dari mana?"
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
Wah.. keciduk siapa nih babang Ricko 😝😝😝
Like komen nya yuk ramai kan ♥️♥️