Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 121


__ADS_3

❣️❣️❣️❣️


Mitha yang kini sudah membaik akhirnya di bawa oleh neneknya ke luar kota karna kesibukan Ricko yang semakin hari semakin padat


Berangkat pagi dan pulang malam kini sering ia lakukan bersama Intan sebab Danish sudah mulai meminta cuti untuk menyiapkan pernikahannya yang tinggal beberapa hari lagi.


.


.


"Cukup ya buat hari ini, aku lelah" Ricko menutup layar laptopnya yang sedari tadi menyala, ia melirik jam di pergelangan tangannya sudah hampir pukul delapan malam.


"Kamu bawa mobil?" tanya Ricko pada Intan yang sedang membereskan semua berkas di atas meja.


"Enggak, mobil ku masih di bengkel" jawabnya.


"Ya udah, aku antar kamu pulang ya"


Intan hanya mengangguk sambil mengulum senyum


Keduanya keluar dari gedung perusahaan milik Ricko sambil berjalan beriringan, Intan yang hanya berjarak dua tahun lebih muda dari Ricko tentu terlihat lebih dewasa di Banding Ameera yang terpaut belasan tahun.


"Kamu pulang kerumah atau ke apartemen?" tanya Intan saat tubuhnya sudah dengan nyaman duduk di sebelah Ricko.


"Apartemen, Mitha udah dua hari di bawa Neneknya" jawab Ricko sambil terus fokus dengan jalan di depannya, tubuhnya begitu lelah malam ini.

__ADS_1


"Apa kamu gak kesepian tinggal di apartemen?"


"Kesepian gimana maksudnya?" Ricko balik bertanya.


"Ya gak ada temen ngobrol gitu"


Ricko tertawa sambil menoleh ke arah wanita yang mulai salah tingkah namun merasa bingung.


"Aku gak pernah kesepian, Meera selalu menemani ku sampai aku tertidur" ucapnya dengan bangga karna Ricko membayang gadis itu sedang tersenyum manis padanya.


"Dia datang ke apartemen mu?" Intan tersentak dengan jawaban pria itu


"Tidak, kami hanya melakukan video call, dia gadis baik-baik, mana mau dia datang kesana tanpa ku ajak" kekeh Ricko, tawa sumbang nya seperti sedang menghujam ke jantung intan yang merasa tersindir karna ia kerap berkali kali berkunjung ke apartemen Ricko.


"Oh, begitu!" Intan melempar pandangannya jauh ke luar jendela mobil mewah yang kini ia tumpangi bersama Ricko, pria tampan kaya raya dengan segala kekuasaan yang ia miliki, meski berstatus duda namun ternyata hatinya sudah ada yang punya, begitu lah Intan bergumam.


"Aku mendoakan mu?, hey.. aku saja belum menikah!"


Ricko kembali tertawa kali ini lebih kencang dari sebelumnya.


"Bisa saja kamu menemukan jodohmu di pesta pernikahan ku nanti" ucapnya di sela gelak tawa.


"Ya, semoga saja, meski mungkin aku justru mengharapkan mempelai pengantin prianya" ujar Intan tanpa menoleh, Wanita lajang di usia sudah matang itu mengakui isi hatinya.


Bukan Ricko tak tau dengan segala bentuk perhatian yang Intan berikan padanya, dan ia sengaja dari awal sering menceritakan Ameera sebagai bentuk penolakan halusnya.

__ADS_1


Sebagai Pria normal yang sudah berpengalaman di atas ranjang tentu fisik Intan lebih segalanya, bentuk tubuh padat berisi terutama di bagian dada sungguh sangat menggoda, tapi secara moral tentu Ameera juaranya.


Setahun sudah menjalani hubungan dengan gadis itu, ia tak sedikit pun pernah merasakan manisnya bibir Ameera apalagi harus memegang bagian tubuh yang bisa membangkitkan gairahnya, meski jika ia ingin mungkin Intan bisa melayaninya tapi.........


.


.


.


.


.


.


.


Tentu aku akan memilih yang masih di segel rapih!


💕💕💕💕💕💕💕💕


Dasar Omes 🙄🙄🙄🙄


Nyarinya yang masih di bungkus,😂😂😂

__ADS_1


Like komen nya yuk ramai kan l


__ADS_2