Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 101


__ADS_3

❣️❣️❣️❣️❣️


Aku akan menghabiskan malam ku bersamamu..


Bisikkan Ricko yang tepat di telinga kiri Ameera membuat bulu halus gadis itu meremang karna rasa geli dari deru nafasnya yang hangat.


Belum lagi saat pria itu menjatuhkan juga kepalanya diantara perpotongan lehernya, kaki Meera seakan tak mampu menompang dirinya sendiri jika tangan kekar Ricko tak memeluk pinggang rampingnya.


TRIIIIING..


Bunyi lift terbuka membuat keduanya tersentak kaget, Ricko langsung berdiri tegak kembali lalu meraih tangan dingin Ameera keluar dari kotak besi tersebut.


Keduanya melangkah menuju kamar Ricko yang berada di paling ujung.


.


.


.


"Aku mau mandi dulu" ucapnya setelah mereka masuk dan berada di ruang tengah, sebuah apartemen yang tak begitu besar tapi sangat nyaman, aroma maskulin pun sangat terasa.


Ameera menaruh tasnya di atas meja, Ia berjalan maju tiga langkah dari tempatnya berdiri tadi menuju sebuah rak kayu kecil yang terdapat banyak foto bayi disana, siapa lagi kalau bukan Mitha.


"Lucu banget, bibirnya sampe merah begini jadi inget Chaha" kata Meera sambil mengusap kaca pigura yang terdapat gambar Mitha saat baru lahir.


Ada senyum di ujung bibirnya saat ia melihat satu persatu foto yang berjejer rapih itu tapi rasa aneh mulai ia rasakan ketika ia tak melihat foto Bunga disana.

__ADS_1


"Curang banget cuma ada foto anak sama Daddy-nya, ini mamanya kemana?" gumam Ameera.


"Mamanya udah tenang disana, disini tinggal ada Mommy nya" Lagi-lagi pria itu berbisik sambil memeluknya dari belakang.


"Mommy gak akan bisa gantiin mama buat kalian" jawabnya pelan, ada rasa sakit dalam hatinya saat mengatakan itu pada Ricko yang kini sudah memainkan hidungnya di leher Meera.


"Kamu punya tempat sendiri di hati kami"


Ricko mengurai pelukannya lalu memutar tubuh Ameera agar bisa saling berhadapan dengannya kemudian menangkup wajah cantik itu dengan kedua tangannya.


"Jangan ragukan keseriusan ku, Mom" pintanya pelan namun penuh harap.


" Meski bukan jadi yang pertama, tapi akan ku pastikan kamu akan menjadi yang terakhir juga satu-satunya untukku"


Ada air bening di ujung mata Ameera saat mendengar kata-kata cinta dari Ricko, sebagai wanita cantik hal seperti itu sudah sangat lumrah baginya. Tapi entah kenapa hanya suara Ricko yang mampu menggetarkan hatinya sampai ia harus mengangguk kan kepalanya tanpa sadar.


"Aku tak tau harus menjawab apa, karna yang aku tau aku cuma merindukanmu saat kamu tak ada denganku karna aku sudah terbiasa bersamamu"


*B**egitu sulitkah mengakui jika kamu juga mencintaiku, Mom*..


Keduanya saling memeluk dalam diam, Ricko menciumi pucuk kepala gadis itu berkali-kali sedang kan Ameera sedang menikmati detak jantung Ricko yang ternyata sama dengannya, begitu kencang sampai terasa ingin keluar dari dalam tubuh.


"Aku tak kan meninggalkanmu, sesibuk apapun itu akan ku usahakan tetap menghubungimu, karna senyummu selalu menjadi penyemangat ku"


Ameera mencubit dada Ricko sampai ia harus meringis menahan sakit.


"Kamu tuh udah tua, ih! nge gombal mulu inget anak dirumah" ejek Ameera sambil mencebikkan bibirnya.

__ADS_1


Ricko tertawa, ia yang hampir mencium pipi Ameera langsung di tahan oleh tangan gadis pirangnya.


"Dasar SOANG hoby nya nyosor Mulu!" ucapnya sambil berlalu meninggalkan Ricko, tapi pria itu malah menariknya kembali kedalam pelukannya.


"Kamu jadi pacar aku ya hari ini?" kata Ricko, lalu ia menempelkan keningnya di Kening Ameera.


.


.


.


.


.


.


Enggak ah, besok aja jadi pacarnya, ini mah udah malem!!!


💕💕💕💕💕💕💕💕


Gaya Lo bang, ngajak pacaran kaya ABEGEH


Gua ngakak sumpah!!! 😝😝😝😝


🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃

__ADS_1


Like komen nya yuk ramai kan...



__ADS_2