![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️❣️❣️❣️❣️
"Pacar kamu tuh chat lagi."..
Ameera melongo dengan perkataan Ricko yang seakan menyindirnya, tangannya langsung meraih ponselnya yang baru beberapa detik tadi ia letakkan di dashboard
"Kamu chat sama siapa sih?, bisa fokus sama aku gak kalo kita lagi berdua!"
Gadis pirang itu menoleh namun jarinya tetap lincah diatas layar benda pipih nya, ia sama sekali tak menanggapi ocehan Ricko.
"Mom--_"
"Eh, kelewat tuh Abang buburnya!" Ameera langsung menyelak ucapan Ricko saat melihat gerobak bubur terlewat begitu saja oleh mobilnya.
Ricko langsung memundurkan kendaraannnya sampai tepat di kedai sederhana warung bubur ayam yang di rekomendasikan oleh Aby tadi.
"Yuk turun, tapi Tata tunggu Mommy keluar dulu ya" Ameera turun dari mobil kemudian membuka pintu belakang agar Mitha bisa keluar, di gandengnya tangan mungil itu tanpa ia sadari ada pria yang mengacak rambutnya Sendiri karna kesal semakin di abaikan.
Sreeekkk
Ricko melempar kunci mobilnya dengan asal di atas meja, Lagi lagi Meera hanya menoleh lalu kembali fokus pada celoteh Mitha, Ricko yang duduk di sebelahnya hanya memangku dagu menunggu tiga mangkuk bubur pesanannya datang.
"Silahkan, ada pesanan lagi?" tanya seorang laki-laki muda saat meletakan bubur ayam di atas meja berserta teh manis hangat.
"Minta satenya aja yang banyak Pisahin di piring yang lain" pinta Ricko sambil menuangkan beberapa Sendok sambal yang membuat Ameera dan Mitha melongo melihatnya.
"Daddy, itu banyak banget" kata Mitha dengan polosnya.
"Enggak, sayang"
"Nanti kamu sakit perut, ini masih pagi" timpal Ameera sambil menggeser wadah sambal menjauh.
__ADS_1
"Mending sakit perut daripada sakit hati" balas Ricko sinis
"Ada juga sakit gigi, bukan sakit perut" kekeh gadis pirang itu yang membuat Ricko semakin jengkel.
Tak lama berselang, laki-laki muda itu datang kembali dengan nampan berisi piring yang di atasnya bertumpuk macam macam sate, Mitha yang melihatnya ikut bersorak.
"Yeeee... banyak banget" Bocah cantik itu bertepuk tangan.
"Segini banyaknya, di habisin gak?" tanya Ameera matanya membulat sempurna melihat piring dengan tumpukan macam-macam jeroan ayam itu.
"Abislah, itung-itung gantinya makan orang" jawab Ricko ketus.
Lagi-lagi Ameera tak begitu menanggapi, ia sibuk menyuapi Mitha yang enggan memakan buburnya.
"Jangan telurnya aja, ayok di makan buburnya, tadi pengen bubur katanya" Ameera masih berusaha merayu dengan menempelkan sendok di mulut mungil Mitha.
"N'Da, mau ini aja" bocah cantik dengan rambut kuncir dua itu masih menggeleng.
Ameera yang pasrah akhirnya memilih menghabiskan sarapannya sendiri karna iapun merasa lapar.
"Mau nambah gak?" tanya Ameera saat melihat mangkuk pria itu kosong.
"Gak" jawabnya sambil menggeleng, meletakan gelas berisikan teh manis hangat yang tinggal setengahnya.
"Tata juga udah, Kenyang banget"
Ameera membersihkan mulut mungil Mitha dan kedua tangannya juga
"Lain kali harus dihabiskan ya, gak boleh buang makanan nanti bubur nya nangis karna sedih Tata gak mau makan" ucap Ameera, begitu juga yang selalu Melisa ucapkan pada anak anaknya jika sedang makan sesuatu.
"Iya, nanti dihabiskan" jawab Mitha sedikit menunduk.
__ADS_1
Ameera mengelus kepala anak itu dengan lembut, lalu menoleh ke arah Ricko yang sudah banjir keringat di wajahnya.
"Kamu kenapa?" tanya Meera sedikit panik, ia mengambil tisue lalu mengusap buliran bening di seluruh wajah pria itu.
"Perut aku sakit banget, Mom" ucapnya lirih menahan sakit.
"Makan aja sambel yang banyak, gak sekali tadi sama kamu di seruput dari wadahnya" oceh Meera.
"Aku sakit malah di omelin sih?"
"Lah, emang aku yg bikin sakit?" tanya Meera.
"Ya udah kita pulang, ayo bangun!" tambah lagi sambil berusaha membantu Ricko bangkit
.
.
.
.
.
Tapi ke hotel ya....
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺***
Kok gue pengen guyur Lo pake kuah sambel ya bang 😂
Gaya Lo kebanyakan kardus.
__ADS_1
eh salah.. modus😝😝😝😝😝
Like komen nya yuk ramai kan ♥️♥️