![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️❣️❣️❣️
Semenjak meninggalnya sang istri, Ricko memutuskan kembali kerumah mewahnya untuk bersama Mitha, begitupun dengan orang tuanya yang juga ikut kembali tinggal satu rumah dengannya, Tak ada yang yang berbeda karna Ricko sudah biasa mengurus anaknya sedari bangun pagi hingga sarapan.
"Daddy mau ke kantor?" tanya Mitha saat Rambutnya Sedang di kuncir oleh Ricko.
"Enggak, Daddy masih nemenin Tata dirumah". sahutnya sambil terus mengikat rambut panjang putrinya.
"Main main yuk, kita mewarnai" ajaknya sembari memutar tubuh, kini keduanya saling berhadapan, tangan mungilnya kini sudah di beranda di leher Ricko.
"Ok, mau ajak Mommy ga?"
Semenjak ia mendengar semua celoteh Ameera semalem, hatinya seakan menghangat ada rasa yang ia sendiri tak bisa mengartikannya
Ganteng sedunia..
Pria itu menarik ujung bibirnya sampai tersungging senyum manis membuat anaknya terkekeh geli.
"Hayoo, Daddy inget apa?" goda Mitha
"Enggak, sayang!"
Setelah rapih Keduanya turun ke lantai bawah, disana sudah ada mama dan papa yang menunggu di meja makan.
Ricko menyuapi Mitha dengan cekatan dan penuh sabar karna Anak perempuan itu merengek tak ingin menghabiskan makanannya.
"Biar nanti gak lemes pas mewarnainya" Rayu Ricko karna masih tersisa tiga sendok lagi di atas piring.
__ADS_1
"Kapan kamu masuk kantor lagi, ada mama dan papa yang akan menemani Tata" ucap mama.
"Entahlah, ada Danish yang akan mengurus semuanya, aku hanya ingin lebih banyak waktu untuk anakku" jawab Ricko tanpa menoleh, ia masih menatap putri semata wayangnya.
"Jangan terlalu larut dalam kesedihan, Biarkan Bunga dan putri kalian tenang disana" tambah Papa.
Ricko hanya mengangguk malas, fokusnya kini hanya pada yang ada di sekelilingnya saja, yang pergi biarlah pergi, pikirnya.
"Dede bayi Tata juga ikut mama ya?" tanya Mitha polos, ia sempat melihat adiknya sekilas yang berjenis kelamin perempuan sama sepertinya.
"Tata gak jadi kakak" tambahnya lagi lirih.
Ricko mengusap kepala gadis kecilnya.
"Nanti kita main-main ya ke panti asuhan main sama Dede bayi disana"
Mitha mengangguk senang, dan kini sarapannya pun sudah habis tak tersisa tanpa bocah itu sadar.
Gelak tawa menggema ke seisi kamar saat keduanya bercanda di atas kasur, Ricko sangat menikmati semua peran yang ia mainkan.
"Tata capek, mau minum susu" pintanya.
"Daddy bikinin ya, Tata tunggu disini".
Ricko keluar kamar beranjak menuju dapur bersih untuk membuat Anaknya susu, tanpa ia tahu ada mama yang menyelinap ke kamarnya.
"Daddy mana?" tanya mama saat ia duduk di tepi ranjang.
__ADS_1
"Bikin susu" sahut Mitha.
"Tata kangen gak sama mama?" Wanita paruh baya itu mengelus kepala cucu perempuannya.
Mitha hanya diam, baginya ada tak adanya Bunga sama saja, ibu yang melahirkannya itu tak pernah mau di ganggu jika ada di rumah apalagi saat hamil adiknya sikapnya semakin dingin dan acuh.
"Nanti mama pulang kan?" tanya Mitha pada neneknya yang dibalas gelengan kepala oleh mama
"Mama kemana?"
"Mama bobo di tempat lain, maka dari itu Mitha harus janji sama nenek kalau nanti Daddy gak boleh bawa wanita lain kerumah ini selama mama gak ada"
Mitha hanya mengangguk walau tak sepenuhnya mengerti.
"Mitha paham?"
lagi lagi bocah itu mengangguk.
.
.
.
Mama Mitha cuma mama Bunga!
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
__ADS_1
Mak lampir mulai beraksi 🤭🤭🤭🤭
Apa perlu kita doakan nyusul menantunya 😝😝😝